Cemas..menangis..pikiran negatif. Daya ingat menurun..sulit fokus konsen.kehilangan arah tujuan .perasaan tak berdaya . Berkecil hati dan mengeluh
... Lihat LainnyaCemas gemetaran
Dok saya punya sakit mental anxiety disorder, posisi sekarang orang tua saya lagi sakit kambuh lagi anxiety aku gimana ya dok takut bgt rasanya sedih bgt rasanya kalo anxiety ku muncul aku nggak bisa ngapa2in padahal aku punya banyak tanggung jawab di rumah dan aku jg kerja, solusinya dong kk
2 komentar
Terbaru
Halo Nur Hanisa, terima kasih untuk pertanyaannya.
Pada dasarnya, perasaan cemas sangat wajar dialami oleh setiap individu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap sesuatu. Namun, apabila perasaan cemas berlangsung secara berlebihan, terus-menerus, dan tanpa alasan yang kuat, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu segera meminta bantuan professional jika sudah tidak dapat diatasi secara mandiri.
Dalam diri individu terjadi proses mental yang saling berkaitan antara pikiran, perasaan, perilaku, dan sensasi tubuh/ fisik. Dengan anda mengelola pikiran yang menyebabkan munculnya kecemasan, secara tidak langsung juga akan meminimalisir keluhan lainnya yang anda alami.
Adapun yang dapat anda lakukan, yaitu menuliskan seluruh isi pikiran anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran tidak hanya menumpuk dalam diri anda. Lalu anda juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pikiran yang sering muncul dengan menanyakan ke diri anda mengenai pikiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara
berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber pikiran anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional. Lakukan relaksasi pernapasan saat ketidaknyamanan tersebut muncul (fokus pada napas masuk dan napas keluar), sehingga anda lebih rileks dan tenang dalam menyikapi yang anda alami. Selain itu, anda tetap terkoneksi dengan sekitar agar tidak merasa sendiri.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.
Selain itu, jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang terdekat. Berbagi perasaan dengan keluarga atau teman dapat memberikan dukungan emosional yang Anda butuhkan. Jika kecemasan Anda semakin parah atau mengganggu kehidupan sehari-hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Mereka dapat memberikan strategi coping yang positif dan membantu Anda mengelola stres dengan lebih baik. Ingatlah bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah positif untuk memperbaiki diri. Anda tidak sendirian dalam menghadapi ini, dan ada banyak sumber daya yang dapat membantu Anda. Prioritaskan kesehatan mental Anda dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Related content