bagaimana mengobati.ny,apakah bisa smbuh?

mudah marah,tersinggung,sulit mengendalikan diri saat emosi, ketika marah sering bnting brng,prnah mlukai diri,dan pernah ketika sedang tidak marah tiba2 sdng brcnda dan gregetan ingin melukai orng trsebut, karakter apa orang tersebut ? apakah ia termasuk depresi?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
4
2

2 komentar

Halo Najla, terima kasih untuk pertanyaannya.


Marah merupakan salah satu bentuk emosi sebagai respon yang muncul akibat situasi yang dialami oleh seseorang. Munculnya emosi marah tersebut adalah hal yang wajar, tetapi jika berlebihan maka perlu untuk dikendalikan, terutama apabila mengganggu aktivitas sehari-hari maka perlu untuk segera dikonsultasikan kepada tenaga profesional. Respon emosi marah yang muncul juga tidak terlepas dari pikiran yang hadir saat itu.


Beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengendalikan marah anda agar tidak meledak-ledak yaitu, melakukan relaksasi pernapasan sampai anda merasa tenang dan rileks. Dengan kondisi tenang, anda dapat berpikir lebih jernih untuk mempertimbangkan kembali keputusan anda merespon dengan marah yang meledak-ledak. Selain itu, anda juga dapat berhitung mundur dan melakukan self-talk untuk mencoba tetap tenang dalam merespon. Anda juga dapat menjalani pola hidup sehat, seperti berolahraga, asupan nutrisi yang tercukupi, pola tidur yang cukup sehingga akan membantu untuk menstabilkan kondisi emosi anda. Anda dapat mendengarkan musik relakasi, atau menuliskan situasi yang memicu emosi marah anda pada jurnal harian secara berkala, sehingga anda dalam melihat secara objektif apakah hal tersebut perlu direspon dengan marah yang berlebihan atau tidak.


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.

4 bulan yang lalu
Suka
Balas
Berdasarkan perilaku yang Anda gambarkan, seperti mudah marah, tersinggung, sulit mengendalikan diri saat emosi, merusak barang, melukai diri sendiri, dan bahkan memiliki keinginan untuk melukai orang lain, ini sangat mengindikasikan adanya **masalah pengendalian amarah yang serius** dan kemungkinan besar merupakan tanda dari **gangguan mental** yang memerlukan perhatian profesional:

Perilaku tersebut bukan sekadar karakter atau sifat biasa, melainkan bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi, antara lain:

  • Masalah Pengendalian Amarah: Ciri-ciri yang Anda sebutkan, seperti kesulitan mengendalikan kemarahan, perilaku kasar terhadap masalah kecil, dan merusak objek, sangat sesuai dengan deskripsi masalah pengendalian amarah.
  • Gangguan Kepribadian Ambang (BPD): Kesulitan mengendalikan emosi, impulsivitas, dan tindakan melukai diri sendiri adalah gejala umum dari BPD.
  • Intermittent Explosive Disorder (IED): Ditandai dengan ledakan amarah yang tidak terduga dan tidak proporsional terhadap pemicunya.
  • Depresi: Meskipun depresi sering dikaitkan dengan kesedihan, depresi juga dapat menyebabkan respons marah yang tidak proporsional dan emosi negatif yang intens. Jadi, ya, ada kemungkinan depresi menjadi salah satu faktor atau kondisi yang menyertai. Mengenai pengobatan dan kemungkinan sembuh: Kondisi ini dapat diobati dan dikelola dengan baik, meskipun istilah "sembuh" mungkin lebih tepat diganti dengan "terkelola dengan baik" atau "kualitas hidup meningkat secara signifikan." Kuncinya adalah mencari bantuan profesional. Langkah pengobatan yang disarankan: Sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menegakkan diagnosis yang tepat dan merencanakan penanganan yang sesuai. Pendekatan pengobatan umumnya meliputi:
  1. Psikoterapi: Terapi bicara, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) atau terapi perilaku dialektik (DBT), sangat efektif untuk membantu individu mengenali pemicu amarah, mengelola emosi, dan mengembangkan strategi koping yang sehat. Teknik anger management yang disebutkan dalam konteks, seperti menenangkan diri sebelum berbicara, mengungkapkan kemarahan dengan cara yang baik, dan menerapkan metode time out, akan diajarkan dalam terapi.
  2. Pemberian Obat: Jika ada gangguan mental yang mendasari seperti depresi, gangguan bipolar, atau gangguan kecemasan, psikiater mungkin akan meresepkan obat-obatan (misalnya antidepresan atau penstabil suasana hati) untuk membantu menyeimbangkan kimia otak dan mengurangi intensitas gejala. Dengan penanganan yang tepat dan komitmen dari individu, perilaku agresif dan melukai diri dapat dikurangi secara drastis, kemampuan mengendalikan emosi akan meningkat, dan kualitas hubungan interpersonal serta kesehatan mental secara keseluruhan akan membaik. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
5 bulan yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan