Cemas..menangis..pikiran negatif. Daya ingat menurun..sulit fokus konsen.kehilangan arah tujuan .perasaan tak berdaya . Berkecil hati dan mengeluh
... Lihat LainnyaAnak selalu menangis saat ditinggal sekolah oleh maminya.
Selamat pagi dokter, mohon bantuannya bagaimana menghadapi anak yg tiba tiba selalu menangis saat ditinggal di sekolah dan Sdh 2 Minggu ini saat kebaktian pun tidak mau ditinggal oleh maminya. Bagaimana menghadapi masalah ini dan solusinya. Terima kasih.
2 komentar
Terbaru
Halo Johan Henata, terima kasih untuk pertanyaannya.
Sebagai orang tua tentu mengharapkan buah hatinya memperoleh pendidikan yang layak dan memadai, agar dapat membantu menunjang kehidupan mereka ke depannya. Orang tua selalu mengupayakan berbagai hal untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, terkadang anak juga menampilkan perilaku yang bertentangan dengan harapan orang tua, misalnya anak yang menolak untuk berangkat ke sekolah atau tidak mau ditinggalkan saat berada di sekolah, sehingga membuat orang tua merasa kesal, marah, kecewa dan sebagainya.
Perlu diketahui bahwa beberapa faktor yang kemungkinan menyebabkan anak tidak mau ke sekolah, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal biasanya disebabkan oleh lingkungan sekolah yang tidak nyaman bagi anak, anak mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, atau anak mengalami perundungan di sekolah, dan berbagai faktor eksternal lainnya. Sedangkan faktor internal yang dialami yaitu anak mengalami kecenderungan Separation Anxiety Disorder (SAD), di mana anak akan mengalami kecemasan saat berpisah dengan figur lekatnya (ibu, ayah, pengasuh, dll) sehingga anak tidak mau meninggalkan rumah untuk berangkat ke sekolah, atau adanya faktor internal lainnya.
Meskipun demikian, sebaiknya orang tua tidak langsung memarahi atau memukul anak karena akan menyebabkan anak semakin tidak ingin ke sekolah, atau bisa saja muncul masalah baru lainnya. Hal pertama yang dapat dilakukan sebagai orang tua, yaitu mencari tahu penyebab anak tidak mau berangkat ke sekolah. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai pikiran dan perasaan anak terkait sekolah, mengenali secara pasti kekhawatiran yang dirasakan oleh anak. Selain itu, ceritakan kepada anak mengenai hal-hal yang menarik di sekolah, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya belajar dari sekolah dan konsekuensi jika anak tidak mau sekolah. Orang tua juga dapat membuat perjanjian bersama anak mengenai jadwal sekolah, yang disertai dengan sikap yang tegas dari orang tua apabila anak melanggar perjanjian tersebut. Kemudian orang tua juga perlu memberikan apresiasi kepada anak saat mau berangkat ke sekolah, seperti pelukan, pujian, dan sebagainya sehingga anak termotivasi untuk mengulang kembali perilaku baik tersebut
Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.
Pertama, ciptakan rutinitas yang konsisten saat berpisah. Misalnya, Anda bisa membuat ritual perpisahan yang menyenangkan, seperti pelukan atau ucapan selamat tinggal yang ceria. Hal ini dapat memberikan rasa aman bagi anak. Kedua, bicarakan dengan anak tentang sekolah dan teman-temannya. Tanyakan tentang aktivitas yang mereka lakukan di sekolah dan dorong anak untuk berbagi pengalaman positif. Ini dapat membantu anak merasa lebih terhubung dengan lingkungan barunya. Ketiga, pahami perasaan anak. Ajak anak untuk berbicara tentang apa yang mereka rasakan saat ditinggal. Tunjukkan empati dan beri pengertian bahwa perasaan mereka adalah hal yang normal. Anda bisa menjelaskan bahwa meskipun Anda pergi, Anda akan kembali menjemput mereka. Keempat, latih anak untuk mandiri. Berikan kesempatan bagi anak untuk melakukan beberapa hal sendiri, seperti memilih mainan atau pakaian. Ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dan mengurangi ketergantungan pada Anda. Kelima, jika anak terus menangis, pertimbangkan untuk berbicara dengan guru atau konselor di sekolah. Mereka dapat memberikan dukungan tambahan dan membantu anak beradaptasi dengan lebih baik. Terakhir, bersabarlah. Proses penyesuaian ini mungkin memerlukan waktu, dan setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda dalam beradaptasi. Jika Anda merasa khawatir atau jika tangisan anak berlanjut dalam jangka waktu yang lama, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional, seperti psikolog anak, untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang konsisten, anak Anda akan belajar untuk merasa lebih nyaman saat ditinggal di sekolah.
Related content