Saphira Indah “Eiffel I’m In Love” Tutup Usia Saat Hamil Akibat Sesak Napas

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sudah jarang tampil di layar kaca, Saphira Indah, aktris pemeran Uni di film Eiffel I’m In Love, dikabarkan meninggal dunia dalam kondisi hamil 6 bulan pada Kamis (30/1) pagi. Belum diketahui pasti apa penyebabnya, tapi Rico Hidros Daeng, suami Saphira, menceritakan sebelum kepulangannya Saphira sering mengalami sesak napas saat hamil meski tidak memiliki riwayat penyakit tertentu dan selalu rutin cek kandungan. Apakah sesak napas saat hamil itu normal, dan seperti apa penanganannya?

Apa penyebab sesak napas saat hamil?

Sesak napas termasuk salah satu “efek samping” normal yang cukup sering muncul selama masa kehamilan.

Mengutip sebuah penelitian tahun 2015, sekiranya sekitar 70% ibu hamil mengalami sesak napas sepanjang trimester kehamilannya. Sesak napas bisa mulai dirasakan sejak dari trimester pertama, tapi ada juga beberapa ibu hamil yang baru mengalaminya pada trimester kedua maupun ketiga.

Masalah pernapasan ini diduga kuat terkait dengan perkembangan rahim yang terus membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Rahim yang semakin membesar jadi menekan paru-paru, sedangkan kebutuhan oksigen ibu justru meningkat selama kehamilan.

Sementara itu, kenaikan hormon progesteron semasa hamil ikut memengaruhi fungsi paru-paru dan membuat napas ibu hamil jadi lebih cepat. Beragam hal inilah kemudian yang memicu ibu mengalami sesak napas saat hamil.

Apa akibatnya bagi janin?

Sesak napas ringan tidak akan begitu memengaruhi kondisi bayi dalam kandungan. Namun, bayi sangat bergantung pada asupan oksigen dalam darah konstan yang masuk lewat plasenta untuk menjamin tumbuh kembangnya.

Jika sesak napas terus dibiarkan sampai parah tanpa perawatan, hal ini dapat menghambat asupan oksigen dan nutrisi bagi bayi atau bahkan menghentikannya sama sekali. Kurangnya asupan gizi dan oksigen menyebabkan berat bayi rendah saat lahir, skor Apgar rendah, dan bahkan lahir prematur.

Bagi ibu, sesak napas parah dapat menyebabkan komplikasi kehamilan serius seperti hipertensi, toksemia, preeklampsia, dan pada kasus langka: kematian.

Namun, risiko ini dapat sangat diminimalisir dengan perawatan yang cepat dan tepat.

Cara meringankan sesak napas saat hamil

Sesak napas ringan saat hamil bisa dicegah dan cepat diatasi dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Jangan memaksakan diri untuk bergerak terlalu aktif selama hamil.
  • Segera duduk bersandar tegak. Atur napas sembari lemaskan lengan. Putar bahu ke atas ke arah telinga, dan tarik ke belakang semampunya. Sementara memutar bahu, ambil napas dalam perlahan. Kembali ke posisi awal dan ulangi beberapa kali sampai napas lebih teratur.
  • Jika tidak ada tempat yang nyaman untuk duduk, usahakan berdiri setegak mungkin setiap kali mulai merasa sesak. Postur tubuh yang tepat akan memberikan lebih banyak ruang pada paru-paru untuk mengambil oksigen.
  • Cari tempat rebahan yang nyaman dan baringkan badan ke sisi kiri. Atur napas pelan-pelan.

Sesak napas saat hamil umumnya tergolong tidak berbahaya, tapi tetap tidak boleh disepelekan. Apalagi jika gejalanya berat.

Penyebab Saphira mengalami sesak napas saat hamil belum dapat dipastikan sampai berita ini ditayangkan. Namun, sesak napas parah saat hamil kemungkinan dapat menjadi tanda masalah medis yang perlu diperiksakan, seperti asma, reaksi alergi, anemia, hipertensi, atau kardiomiopati peripartum.

Maka dari itu, tetaplah rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan terpercaya untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 31, 2019 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca