Ternyata Ada Orang yang Alergi Olahraga! Seperti Apa, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memang ada beberapa orang yang tidak suka olahraga karena malas. Padahal, secara fisik mereka masih mampu bergerak aktif demi kesehatannya. Sementara itu, ada orang yang sebenarnya ingin berolahraga tapi tidak mampu karena ia punya alergi olahraga. Wah, apa itu alergi olahraga dan kenapa bisa terjadi pada manusia? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu alergi olahraga ?

Alergi olahraga secara medis disebut dengan Exercise-Induced Anaphylaxis disingkat EIA. Kondisi ini adalah salah satu jenis alergi yang sangat jarang terjadi. Reaksi alergi anafilaktik tergolong ekstrem dan serius, bahkan bisa mengancam nyawa.

Pada prinsipnya, ketika seseorang mengalami alergi, gejalanya akan muncul pada satu titik lokasi di tubuh. Namun, pada kasus alergi anafilaktik, gejala alergi tersebut akan muncul di beberapa lokasi di tubuh secara bersamaan.

Kasus EIA ini bukanlah kasus baru di dunia kesehatan dan olahraga, melainkan sudah tercatat sejak lebih dari 30 tahun lalu. Ada beberapa aktivitas fisik yang pernah diteliti memiliki hubungan dengan EIA, yakni jogging, jalan cepat, bersepeda, ski, sepak bola dan aktivitas aerobik lainnya .

Serangan alergi ini tidak selalu terjadi pada jenis dan intensitas aktivitas fisik yang sama. Ada faktor lingkungan yang memengaruhi. Misalnya kelembaban udara, perubahan musim, dan perubahan hormon dalam tubuh bisa menentukan akan terjadinya serangan tersebut atau tidak.

Apa saja gejala alergi yang muncul?

Berdasarkan penelitian dalam Current Allergy and Asthma Reports, gejala tersebut bisa muncul berdasarkan empat tahapan yang dibedakan sebagai berikut.

  1. Tahap prodromal
  2. Tahap awal
  3. Tahap berkembang sepenuhnya
  4. Tahap akhir

Pada tahap prodromal biasanya orang tersebut merasakan lelah dan mulai ada rasa gatal-gatal di bagian tubuh tertentu. Selanjutnya pada tahap awal muncul biduran atau terkadang pembengkakan di bawah kulit karena reaksi alergi.

Jika pada tahap awal reaksi tersebut masih berkembang, masuk ke tahap selanjutnya yakni timbul gejala terkait saluran pencernaan seperti sakit perut, mual, dan muntah. Selain itu, terdapat juga gejala pada pernapasan seperti penyumbatan saluran pernapasan, sesak napas, dan napas berbunyi lirih seperti siulan.

Pada beberapa kasus, di tahap ketiga ini bisa muncul tanda lebih parah bahkan hingga muncul gejala gangguan jantung hingga kehilangan kesadaran (pingsan).

Selanjutnya, pada tahap akhir biasanya akan terjadi sakit kepala dan rasa kelelahan yang tidak hilang-hilang bisa hingga 72 jam ke depan sejak gejala pertama muncul.

sindrom RED akibat olahraga terlalu keras

Apakah alergi ini terjadi saat berolahraga saja?

Bagaimana alergi olahraga terjadi sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, kondisinya berbeda-beda pada setiap orang yang mengalaminya. Tidak selalu alergi ini muncul karena reaksi terhadap olahraga saja. Menurut penelitian, munculnya EIA ini memerlukan faktor lain sebelum olahraga.

Contohnya makanan (pada suatu makanan tertentu), non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) yang dikonsumsi 24 jam sebelum olahraga, lingkungan ekstrem, alkohol, dan serbuk sari dari bunga dalam jumlah besar.

Antara 30 sampai 50 persen kasus alergi langka ini memiliki faktor yang bergantung pada makanan atau bisa disebut dengan food dependent exercise induced anaphylaxis (FDEIA). Pada kasus FDEIA, makanan yang dikonsumsi biasanya dimakan setidaknya enam jam sebelum olahraga seperti produk terigu atau gandum, kacang, seledri, dan makanan laut.

Lalu apa yang bisa dilakukan kalau punya alergi olahraga?

Bila Anda curiga Anda punya jenis alergi ini, segera periksa ke dokter untuk memastikan Anda tidak punya kondisi berbahaya lainnya. Penanganan yang diberikan pada kasus EIA biasanya terdiri dari suntik epinefrin, infus, oksigen, antihistamin dan penanganan jalur napas.

Sangat penting untuk menghentikan secepat mungkin latihan atau olahraga ketika gejala muncul. Bagi orang yang pernah mengalami hal ini, program latihan selanjutnya harus dimodifikasi dengan menurunkan intensitas dan durasi untuk mencegah gejala muncul lagi, bahkan semakin buruk.

Selain itu, orang yang memiliki riwayat EIA yang dipengaruhi oleh makanan, harus menghindari makan 4-6 jam sebelum olahraga dan latihan harus bersama pendamping. Anda juga sebaiknya selalu membawa alat suntik epinefrin khusus yang telah diberikan oleh dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit