Awas, Biduran yang Tak Sembuh Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mengalami biduran? Tentu rasanya sangat gatal, bukan? Biduran yang dikenal dengan urtikaria dalam istilah medis merupakan masalah kulit yang bisa berkembang dengan cepat. Bagian tubuh yang sering terkena adalah wajah, badan, lengan, atau kaki.

Banyak orang menyepelekan kondisi ini. Padahal, para ahli menduga bahwa biduran bisa muncul karena kondisi kesehatan lainnya yang perlu diwaspadai, terlebih jika kondisi ini tak kunjung sembuh, alias kronis. Salah satunya adalah penyakit autoimun. Apa hubungannya, ya? Simak ulasan lengkap berikut ini

Sebenarnya apa itu biduran kronis?

Berdasarkan lama waktu timbulnya, biduran atau urtikaria terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Urtikaria akut timbul dengan waktu kurang dari enam bulan. Sedangkan urtikaria atau biduran kronis sudah dialami lebih dari enam bulan atau sudah berkali-kali kambuh lagi. Berikut adalah pemicu dari urtikaria kronis:

  • Pada beberapa kasus, urtikaria kronis merupakan bagian dari alergi makanan. Misalnya kacang-kacangan, ikan, gandum, telur, atau susu dan produk-produk turunannya.
  • Pada kasus lain, alergi debu, tungau, atau serbuk sari bunga juga bisa turut memicu terjadinya urtikaria.
  • Pada beberapa orang, gigitan serangga juga dapat memicu timbulnya urtikaria.

Sayangnya, hingga saat ini kondisi kulit yang sudah sering menyerang banyak orang ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Selain alergi pada umumnya, para ahli meyakini bahwa biduran bisa disebabkan oleh suatu penyakit autoimun.

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun (kekebalan tubuh) keliru menyerang sel-sel sehat yang ada di tubuh sendiri. Sistem imun Anda malah menganggap bahwa sel Anda adalah organisme asing yang berbahaya.

Bagaimana bisa urtikaria kronis dikaitkan dengan penyakit autoimun?

Salah satu penyakit autoimun yang paling banyak dikaitkan dengan kasus urtikaria/biduran kronis adalah penyakit tiroid. Penyakit tiroid sendiri adalah gangguan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Dalam penelitian, ditemukan bahwa sekitar 45 sampai 55 persen orang dengan urtikaria kronis memang punya masalah autoimun. Orang yang punya penyakit autoimun juga cenderung mengalami urtikaria yang jauh lebih parah dari orang pada umumnya. Selain penyakit tiroid, ada beberapa jenis penyakit autoimun lainnya yang ditunjukkan dengan gejala urtikaria. Misalnya rematik, diabetes tipe 1, lupus, penyakit Celiac, dan vitiligo.  

Biduran atau urtikaria sendiri adalah reaksi yang terjadi ketika tubuh menyerang antibodi khusus yang memang dihasilkan oleh sistem imun. Jadi, sistem kekebalan tubuh Anda malah berbalik menyerang dirinya sendiri. Karena itulah ada kaitan yang sangat erat antara urtikaria dengan berbagai macam penyakit autoimun.

Akan tetapi, para ahli belum memahami sepenuhnya mengapa sistem kekebalan tubuh seseorang bisa menyerang diri sendiri sehingga menyebabkan biduran.

Sebaiknya periksa ke dokter kalau Anda mengalami biduran kronis

Karena biduran kronis sangat erat kaitannya dengan penyakit autoimun, ada baiknya Anda segera periksa ke dokter kalau Anda mengalami biduran yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh. Jangan disepelekan atau mengharapkan suatu hari kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Semakin cepat Anda mendeteksi adanya masalah autoimun, gejala yang Anda alami juga bisa ditangani lebih cepat sebelum tambah parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit