home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Simak Gejala Alergi Mata yang Perlu Anda Kenali

Simak Gejala Alergi Mata yang Perlu Anda Kenali

Alergi mata (konjungtivitis alergi) merupakan respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam mata. Reaksi alergi pada mata menimbulkan gejala yang bervariasi pada tiap orang, dari sekadar rasa tidak nyaman dan mengganjal hingga terganggunya fungsi penglihatan.

Tidak jarang, alergi mata sulit didiagnosis karena gejalanya mirip dengan penyakit mata yang lain. Hal ini tentu dapat berdampak pada pengobatan di kemudian hari. Lantas, apa saja gejala konjungtivitis alergi yang perlu Anda kenali?

Tanda dan gejala alergi pada mata

bercak merah pada mata

Saat zat asing memasuki mata, sistem imun akan mengirimkan sel-sel kekebalan dan berbagai macam senyawa kimia untuk melawannya. Respons ini lantas menyebabkan reaksi alergi dan peradangan sehingga muncul gejala sebagai berikut:

1. Mata merah atau merah muda

Ketika terjadi reaksi alergi, pembuluh darah kecil (kapiler) di dalam mata akan melebar. Hal ini bertujuan untuk mempermudah masuknya sel-sel darah putih, histamin, serta senyawa kimia lainnya yang dihasilkan oleh sistem imun.

Pembuluh darah yang melebar akan semakin terlihat jelas pada permukaan mata yang berwarna putih. Ini sebabnya mata merah menjadi gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita alergi.

2. Mata terasa gatal

Rasa gatal pada alergi biasanya disebabkan oleh histamin. Histamin adalah satu dari banyak zat kimia yang dihasilkan sistem imun ketika tubuh terpapar alergen. Zat inilah yang berperan dalam menimbulkan gejala alergi pada berbagai sistem di tubuh Anda.

Salah satu area yang terdampak oleh histamin tidak lain adalah mata. Gatal sering kali terasa hingga kelopak mata dan kulit di sekitarnya. Sebisa mungkin, jangan mengucek mata atau menggaruk wajah Anda karena hal ini akan memperparah rasa gatal.

3. Kelopak mata bengkak

Gejala lainnya yang sering dikeluhkan penderita alergi adalah kelopak mata merah dan bengkak. Pembengkakan disebabkan karena konjungtiva meradang atau terlalu banyak dikucek. Konjungtiva adalah lapisan tipis yang berfungsi melindungi bagian putih mata (sklera).

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

4. Mata berair

Mata yang bengkak akibat alergi biasanya juga berair dan mengeluarkan lendir. Hal ini terjadi karena mata berusaha membuang alergen di permukaannya. Namun, banyak faktor bisa menyebabkan mata berair sehingga Anda perlu pemeriksaan lebih lanjut.

5. Mata terasa nyeri, pegal, atau panas

Peradangan akibat alergi tidak hanya menyebabkan bengkak, tapi juga nyeri terutama ketika Anda menggerakkan mata. Tergantung seberapa parah reaksi alergi yang terjadi, nyeri dapat muncul hanya pada satu mata ataupun keduanya.

Rasa nyeri akibat peradangan juga bisa menjalar ke area sekitar mata. Anda mungkin merasakan sesuatu yang mengganjal, pegal pada area mata, atau bahkan rasa panas. Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala ini.

6. Gejala lain

Selain berbagai gejala yang telah disebutkan di atas, ada pula gejala alergi mata yang mungkin kurang umum. Beberapa tanda yang harus Anda waspadai di antaranya:

  • permukaan bersisik di area sekitar mata
  • mata sensitif terhadap cahaya terang
  • bagian putih mata membengkak dan tampak keunguan
  • penglihatan kabur atau berbayang, serta
  • muncul gejala alergi lain seperti pilek, bersin, hidung meler, atau hidung tersumbat.

Reaksi alergi biasanya langsung muncul segera setelah Anda terpapar pemicu alergi. Akan tetapi, alergi yang dipicu oleh obat tetes mata mungkin muncul lebih lama, yakni sekitar dua hingga empat hari setelah penggunaan obat.

Kapan Anda perlu periksa ke dokter?

pengobatan gagal ginjal

Setiap penderita alergi mata dapat mengalami gejala yang sama, tapi dengan tingkat keparahan yang berbeda. Selain itu, ada pula kemungkinan munculnya gejala selain yang telah disebutkan sebelumnya.

Mengingat alergi mata sangat mirip dengan penyakit mata lainnya, dokter memerlukan pemeriksaan lengkap untuk menentukan diagnosis dengan tepat. Jadi, gejala sederhana seperti mata merah dan bengkak pun sebaiknya dikonsultasikan ke dokter mata.

Alergi mata pada dasarnya tidaklah berbahaya, tapi ada risiko munculnya reaksi alergi parah atau syok anafilaksis. Meskipun langka, anafilaksis bisa saja terjadi pada orang yang tidak sadar bahwa dirinya memiliki alergi.

Ciri syok anafilaksis antara lain sesak napas, jantung berdebar, serta mual dan muntah tidak lama setelah terpapar pemicu alergi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan pingsan, koma, hingga kematian.

Kabar baiknya, memeriksakan gejala alergi adalah cara terbaik untuk mencegah reaksi alergi parah. Bila terbukti memiliki alergi, dokter dapat meresepkan obat alergi mata atau terapi untuk mengurangi tingkat keparahannya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eye Allergy. (2020). Retrieved 27 August 2020, from https://acaai.org/allergies/types/eye-allergy

What Are Eye Allergies? (2019). Retrieved 27 August 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/allergies

Eye Allergy Diagnosis and Treatment. (2019). Retrieved 27 August 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/allergies-diagnosis

Eye Allergy. (2020). Retrieved 27 August 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies/eye-allergy

What Makes Us Itch? (2020). Retrieved 27 August 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/what-makes-us-itch

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 13/11/2020
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x