Beberapa dekade lalu, pembalut kain lebih umum dipakai oleh wanita yang sedang haid karena masih sangat jarang ada yang memproduksi menstrual cup, tampon, ataupun pembalut sekali pakai secara massal. Meski begitu, bentuk pembalut kain zaman dulu mirip dengan pembalut sekali pakai zaman sekarang. Pembalut ini hanya terbuat dari beberapa lapis kain yang dipotong persegi panjang, dan diselipkan ke celana dalam. Tapi pernahkah Anda penasaran, apakah pembalut kain jadul ini lebih aman dan sehat dibandingkan dengan pembalut kertas sekali pakai, yang katanya banyak bahan kimianya? Intip di sini perbandingannya.
Ketika Anda menggunakan pembalut kain….
Pemakaian pembalut kain dirasa lebih hemat waktu dan biaya, serta lebih ramah lingkungan karena Anda tak perlu repot untuk bolak-balik mengganti pembalut. Secara teknis, Anda memang bisa saja memakai satu pembalut (apapun jenisnya) yang sama selama seharian penuh meski tidak terasa nyaman — asal tidak bau dan merembes bocor. Selain lebih ramah lingkungan, memakai pembalut kain dapat mengurangi risiko ruam iritasi di selangkangan yang sering muncul akibat bahan pembalut kertas yang umumnya kasar dan mengandung bahan kimia.
Namun Frederico Patiricia dokter spesialis kandungan, dikutip dari Kompas, mengatakan bahwa kalau memakai pembalut kain terlalu lama akan menyebabkan area vagina dan sekitarnya gampang lembap. Pasalnya, bahan kain yang dipakai untuk pembalut bekerja layaknya bahan kaos katun yang gampang menyerap keringat. Hal inilah yang dapat memicu pertumbuhan bakteri di organ kewanitaan Anda.
Bakteri yang berlebihan di dalam vagina bisa menyebabkan iritasi, peradangan, bau setelah berhubungan seks, keputihan abnormal, dan gejala lainnya. Untuk mencegah hal ini, Anda tetap harus rutin mencuci, membilas dan mengeringkan kain pembalut setiap habis dipakai.
Ketika Anda menggunakan pembalut sekali pakai…
Di sisi lain, meski daya tampung pembalut kertas sekali pakai jauh lebih kuat daripada pemablut kain namun pembalut ini diproduksi massal setelah melewati berbagai proses kimiawi. Bahan kertas yang digunakan umumnya berasal dari kertas daur ulang yang sudah dicuci dan disteril memakai bahan kimia dan pemutih.
Jadi, mana yang lebih baik: Pembalut kain atau pembalut sekali pakai?
[embed-health-tool-ovulation]