home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah Pembalut Herbal Lebih Baik Daripada Pembalut Biasa?

Apakah Pembalut Herbal Lebih Baik Daripada Pembalut Biasa?

Pembalut biasa seringkali mengakibatkan kulit di area intim Anda kemerahan, gatal, dan berbau tak sedap. Untuk mengatasi masalah tersebut maka munculah jenis pembalut herbal yang disinyalir mengandung bahan-bahan yang baik untuk kesehatan vagina. Namun, apakah benar pembalut herbal itu aman?

Apa itu pembalut herbal?

pembalut bisa kedaluwarsa

Pembalut herbal merupakan pembalut yang terbuat dari bahan-bahan alami. Pasalnya, pembalut ini menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain:

  • 100 persen terbuat dari kapas,
  • tidak mengandung zat pemutih,
  • tidak mengandung dioksin,
  • membasmi bakteri dan bau, serta
  • mengandung 17 bahan herbal alami yang berkhasiat tinggi untuk mengatasi masalah kewanitaan, seperti gatal-gatal, keputihan, dan lain-lain.

Dari beberapa hal tersebut memang kelihatannya pembalut herbal aman untuk digunakan sehari-sehari. Bahkan dianggap lebih unggul dari pembalut biasa karena terbuat dari 100 persen kapas dan tidak mengandung pemutih klorin yang menjadi faktor risiko keputihan.

Namun sayangnya, pembalut herbal ini secara ilmiah belum terbukti aman. Minimnya penelitian terkait hal ini membuat para dokter tidak menganjurkan wanita untuk menggunakan pembalut tersebut.

Kandungan yang biasanya terdapat dalam pembalut herbal

Biasanya pembalut herbal yang beredar di pasaran mengandung bahan-bahan berikut.

  • Leonurus sibiricus (tanaman ginjean),
  • Cyperus rotundus (rumput teki),
  • Saururus chinensis,
  • Mugwort atau daun baru cina,
  • Cnidium officinale Makino,
  • Peppermint, dan
  • Angelica gigas (tanaman akar Angelica)

Bahan-bahan ini banyak digunakan dalam pengobatan Tiongkok karena mengandung zat antiseptik sehingga mampu membasmi kuman.

Namun, keamanan bahan-bahan tersebut terhadap kesehatan vagina masih membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

Zat pewangi pada pembalut herbal untuk menghilangkan bau vagina

cara menghilangkan bau vagina

Sejumlah produk pembalut herbal menawarkan bahan pewangi untuk menyamarkan bau vagina. Banyak wanita yang akhirnya tergoda untuk menggunakannya. Namun, apakah Anda memerlukan pewangi tersebut? Dan apakah itu aman?

1. Bau pada vagina adalah hal yang wajar

Mengutip situs My Cleveland Clinic, Dana Leslie, spesialis obstetrics dan gynecology dari Ohio mengatakan bahwa sebenarnya bau pada vagina adalah hal yang normal sehingga Anda tidak perlu berusaha menghilangkannya.

Berusaha menghilangkan bau dengan menggunakan pewangi justru berisiko membunuh flora alami vagina. Akibatnya ia rentan terinfeksi berbagai penyakit.

2. Pewangi bisa jadi mengandung racun

Melansir jurnal Environment International, sejumlah pewangi pada produk pembalut kewanitaan mengandung zat pewangi volatile organic compounds (VOCs).

Meskipun menggunakan nama “organik”, sebaiknya Anda tidak terkecoh sebab zat ini justru bersifat racun.

Paparan VOC yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti alergi, iritasi, gangguan pernafasan bahkan meningkatkan risiko kanker.

Terlebih lagi, penggunaanya pada pembalut kewanitaan dapat meningkatkan konsentrasi zat tersebut. Ini karena area kewanitaan berada di tempat yang tertutup. Akibatnya, zat tersebut sulit dinetralkan oleh udara.

Zat antiseptik pada pembalut herbal

Pembalut herbal biasanya menawarkan zat antiseptik. Namun, ternyata zat ini belum tentu aman dan dibutuhkan oleh vagina. Simak alasannya berikut ini.

1. Mengganggu keseimbangan koloni bakteri

Sebenarnya zat antiseptik itu baik digunakan untuk membunuh kuman pada permukaan kulit. Namun sayangnya, zat ini tidaklah cocok untuk area vagina.

Pasalnya, penggunaan antiseptik dalam bentuk apapun tidak disarankan karena dapat mengganggu keseimbangan koloni bakteri baik dan jahat pada vagina.

Bahan yang satu ini justru meningkatkan risiko terjadinya infeksi seperti bacterial vaginosis.

Tanda atau gejala jika terkena bacterial vaginosis adalah keputihan yang tidak normal, vagina gatal, dan rasa sakit atau nyeri saat/setelah berhubungan seks dan sakit saat buang air kecil.

2. Menyebabkan vagina semakin berbau

Selain itu, antiseptik pada pembalut herbal akan menyebabkan pH vagina tidak seimbang. Jika berlangsung dalam jangka panjang, justru dapat mengubah aroma vagina yang normal menjadi lebih berbau.

3. Vagina mampu membersihkan dirinya sendiri

Selain itu, perlu Anda pahami bahwa vagina memiliki kemampuan khusus untuk membersihkan dirinya sendiri. Caranya dengan memanfaatkan flora alami yang terdapat di dalam cairannya. Flora inilah yang bertindak melawan bakteri patogen yang berbahaya.

Tetap lebih baik pakai pembalut biasa

pembalut bikin susah hamil

Melansir Journal of Biomedical Research & Environmental Sciences, pada dasarnya pembalut dari bahan herbal ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia diyakini lebih mudah terurai sehingga dapat mengurangi sampah.

Adapun keamanannya terhadap kesehatan masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut. Demi kehati-hatian, lebih baik Anda memilih pembalut biasa yang sudah dijamin aman oleh lembaga kesehatan seperti Kemenkes dan BPOM.

Selain itu, pilihlah pembalut yang memiliki daya serap sesuai dengan aliran darah yang keluar. Jangan lupa juga untuk mengganti pembalut yang Anda pakai secara teratur, yakni setiap 4-6 jam sekali.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are Scented Tampons and Pads Bad for You?. (2021). Retrieved 5 May 2021, from https://health.clevelandclinic.org/are-scented-tampons-and-pads-bad-for-you/

Ghosh, I., Rakholia, D., Shah2, K., Bhatt, D., & Das, M. (2020). Environmental Perspective on Menstrual Hygiene Management Along with the Movement towards Biodegradability: A Mini-Review. Journal Of Environmental & Life Sciences, 6(9), 122-126. doi: 10.37871/jels1129

Desmedt, B., Marcelis, Q., Zhilivoda, D., & Deconinck, E. (2020). Sensitizing fragrances in absorbent hygiene products. Contact Dermatitis, 82(5), 279-282. doi: 10.1111/cod.13472

Lin, N., Ding, N., Meza-Wilson, E., Manuradha Devasurendra, A., Godwin, C., Kyun Park, S., & Batterman, S. (2020). Volatile organic compounds in feminine hygiene products sold in the US market: A survey of products and health risks. Environment International, 144, 105740. doi: 10.1016/j.envint.2020.105740

What are volatile organic compounds (VOCs)? | US EPA. Retrieved 5 May 2021, from https://www.epa.gov/indoor-air-quality-iaq/what-are-volatile-organic-compounds-vocs

Ding, N., Batterman, S., & Park, S. (2020). Exposure to Volatile Organic Compounds and Use of Feminine Hygiene Products Among Reproductive-Aged Women in the United States. Journal Of Women’s Health, 29(1), 65-73. doi: 10.1089/jwh.2019.7785

Are Organic Tampons Better for You? | Keck Medicine of USC. Retrieved 5 May 2021, from https://www.keckmedicine.org/are-organic-tampons-better-for-you/

Coudray, M., & Madhivanan, P. (2020). Bacterial vaginosis—A brief synopsis of the literature. European Journal Of Obstetrics & Gynecology And Reproductive Biology, 245, 143-148. doi: 10.1016/j.ejogrb.2019.12.035

Vaginal and groin irritation and infection. (2019). Retrieved 5 May 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/vaginal-irritation-and-infection

fabrics, n., gigas, A., gigas, A., vulgaris, A., vulgaris, A., & officinale, C. et al. US20090012487A1 – Sanitary Napkin Containing Herb Ingredients – Google Patents. Retrieved 5 May 2021, from https://patents.google.com/patent/US20090012487A1/en

SANITARY NAPKIN CONTAINING HERB INGREDIENTS – SureChEMBL. (2007). Retrieved 5 May 2021, from https://www.surechembl.org/document/WO-2007091751-A1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 28/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita