backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

66

Tanya Dokter
Simpan
Konten

6 Penyebab Muncul Flek Cokelat setelah Haid, Apakah Normal?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 26/03/2024

6 Penyebab Muncul Flek Cokelat setelah Haid, Apakah Normal?

Pernahkah Anda menemukan flek di celana dalam setelah haid? Bila ya, Anda tentu bertanya-tanya apakah ini normal? Kira-kira, apa penyebabnya? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan di bawah ini. 

Normalkah muncul flek setelah haid?

Munculnya flek setelah menstruasi umumnya adalah hal yang normal. Biasanya flek ini merupakan darah yang tersisa dari siklus menstruasi sebelumnya. Flek ini bisa berwarna cokelat atau bahkan merah muda.

Nantinya, darah yang tersisa tersebut akan keluar secara perlahan saat menstruasi selesai. Inilah yang menjadi penyebab wanita mengalami flek setelah haid. 

Bahkan, menurut Dokter Spesialis Obgyn dr. Oluwatosin Goje, melalui Cleveland Clinic, keputihan berwarna cokelat adalah hal yang normal terjadi pada akhir siklus menstruasi wanita. 

Biasanya saat sisa darah haid tinggal sedikit, tubuh akan menguraikannya, sehingga darah tidak keluar. Namun terkadang, sebagian sisanya berhasil keluar dari vagina dan akhirnya menyebabkan flek cokelat pada akhir menstruasi. 

Meski begitu, bila flek tersebut terjadi secara terus-menerus atau bahkan berlangsung lebih lama beberapa hari setelah menstruasi dan disertai dengan gejala yang tidak biasa, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter. 

Hal ini karena bisa saja gejala yang muncul, seperti nyeri, bau tidak sedap, hingga perubahan warna, adalah tanda adanya masalah kesehatan yang perlu ditangani lebih lanjut. 

Penyebab flek cokelat setelah haid

keputihan saat hamil

Munculnya flek setelah haid punya banyak arti. Berikut berbagai faktor yang menyebabkan kemunculannya. 

1. Sisa darah di rahim

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, flek cokelat yang keluar seringnya merupakan darah sisa haid lalu yang tertinggal dan baru dikeluarkan.

Penampilan darah sisa biasanya berwarna lebih gelap dibandingkan darah haid biasanya.

Warna darah yang keluar ini tidak lagi merah terang karena sudah teroksidasi setelah mengendap lama di rahim. Teksturnya juga kadang lebih kental, lengket, bergumpal, atau kering.

2. Efek samping KB hormonal

Alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, cincin vagina, dan IUD, bisa memicu kemunculan flek cokelat setelah haid selesai.

Flek cokelat akibat KB cenderung muncul sebagai perwujudan dari haid yang tidak teratur. Akan tetapi, tak perlu khawatir karena kondisi ini sangat normal.

Keluarnya bercak berwarna gelap biasanya disebabkan oleh kadar estrogen yang rendah di dalam tubuh. Hal ini membuat lapisan rahim menjadi kurang stabil, sehingga membuat flek keluar dari vagina.

3. Perimenopause

Selama masa perimenopause, kadar estrogen akan naik dan turun. Hal ini membuat siklus haid Anda berubah, yang kadang juga menyebabkan keluarnya flek cokelat setelah haid.

Flek cokelat yang keluar selama perimenopause bisa sedikit dan berlangsung lama atau sebaliknya, banyak dan sebentar. Semua tergantung pada kondisi tubuh masing-masing orang.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Polycystic ovary syndrome atau PCOS adalah gangguan keseimbangan hormon tubuh wanita.

Salah satu tanda dari ketidakseimbangan hormon ini adalah siklus menstruasi yang kacau, termasuk keluarnya flek cokelat setelah haid.

Munculnya flek cokelat setelah haid sering kali dialami oleh wanita yang memiliki PCOS. Selain itu, wanita dengan PCOS juga akan mengalami berbagai gejala, seperti wajah berjerawat, haid tidak teratur atau tidak haid sama sekali (amenore), hingga obesitas. 

5. Vaginosis bakterialis

Infeksi satu ini biasanya juga berhubungan dengan keluarnya cairan keputihan berwarna keabu-abuan.

Namun, bagi sebagian orang, cairan tersebut mungkin terlihat berwarna cokelat, terutama setelah mengering di pakaian dalam Anda.

Keputihan akibat vaginosis bakterialis ini disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah bakteri di vagina dan biasanya lebih terlihat saat menstruasi serta setelah berhubungan seksual. 

6. Trikomoniasis

Flek cokelat juga bisa disebabkan oleh trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit yang hidup di vagina atau uretra Anda.

Tepatnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi parasit bernama Trichomonas vaginalis

Trikomoniasis bisa menyebabkan rasa gatal dan sakit saat wanita buang air kecil. Kondisi ini juga bisa menyebabkan keluarnya darah hingga cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan yang encer bahkan berbusa. 

Kapan harus ke dokter?

tes keputihan

Munculnya flek cokelat setelah haid biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Apalagi bila tidak disertai dengan gejala lainnya.

Namun, perlu diingat tidak semua penyebabnya normal. Ketika flek muncul disertai dengan gejala lain yang membuat tidak nyaman, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Ini terutama jika muncul kondisi berikut.

  • Selain flek cokelat, vagina juga mengeluarkan cairan berwarna kuning atau kehijauan. 
  • Flek keluar dengan jumlah banyak dalam waktu lama (lebih dari 7 hari) dan tak kunjung hilang.
  • Mengalami kemerahan dan bengkak di sekitar vulva (kulit luar vagina).
  • Mengalami kram perut yang parah atau nyeri panggul.
  • Merasa sakit saat berhubungan intim.
  • Sakit dan ada sensasi terbakar saat kencing.
  • Demam, biasanya menandai adanya infeksi.

Tak perlu takut untuk periksa ke dokter. Pasalnya, semakin cepat penyebabnya diketahui semakin cepat pula Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Apalagi jika flek cokelat yang muncul karena infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual bisa menyebabkan wanita sulit hamil dan sukar disembuhkan jika sudah menyebar luas ke organ yang lain.

Kesimpulan

  • Pada dasarnya, flek yang muncul setelah haid adalah hal yang normal terjadi bila tidak disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan.
  • Namun, ada beberapa penyebab lain yang dapat menjadi penyebab flek setelah haid, misalnya efek samping KB hormonal, perimenopause, PCOS, vaginosis bakterialis, hingga trikomoniasis.
  • Bila flek cokelat disertai gejala lain, seperti kram perut yang parah, sakit saat buang air kecil, hingga flek keluar dengan jumlah banyak dan lebih dari 7 hari, segera konsultasikan kepada dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 26/03/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan