7 Gangguan Kesehatan yang Sering Menyerang Wanita Menopause

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apabila Anda memasuki usia 40 sampai 50 tahunan, maka siapkan diri Anda untuk menghadapi masa menopause. Sama seperti ketika pertama kali Anda mengalami datang bulan, beberapa hal akan terjadi pada tubuh, seperti fungsi dan bentuk tubuh, hal yang sama akan Anda rasakan jika memasuki masa menopause. Tapi jangan khawatir, Anda tidak sendirian dalam menghadapi perubahan ini, menopause terjadi pada semua wanita di belahan dunia mana pun. Walaupun begitu, wanita yang memasuki masa menopause berpotensi untuk mengalami beberapa komplikasi dan kondisi medis. Apa saja penyakit yang bisa dialami oleh wanita menopause?

1. Osteoporosis, penyakit yang paling sering menyerang wanita menopause

Wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami osteoporosis dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini sebenarnya disebabkan oleh perubahan hormon wanita yang terjadi saat mengalami menopause. Hormon estrogen – hormon reproduksi wanita – berperan dalam pembentukan sel-sel tulang baru (osteoblas) dan membantu untuk memadatkan tulang. Tanpa estrogen, maka tulang Anda akan menjadi lebih rapuh dan keropos, sehingga mudah untuk mengalami patah tulang.

Bagian tulang yang rentan dengan osteoporosis adalah tulang panggul dan tulang belakang. Untuk mengurangi risiko osteoporosis, sebaiknya melakukan olahraga yang rutin serta makan makanan yang tinggi kalsium serta vitamin D.

2. Wanita menopause berisiko mengalami penyakit hati

Gangguan fungsi hati yang mengintai wanita menopause dapat terjadi akibat perubahan hormon reproduksi. Ya, memang hampir semua masalah yang datang pada wanita menopause diakibatkan oleh hormon yang tidak stabil dan masalah ini masih diakibatkan karena jumlah hormon estrogen yang berubah.

Dalam keadaan normal, hati bertugas untuk mencegah tubuh keracunan, sehingga semua racun dan zat-zat yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari darah. Sementara, hormon estrogen berperan penting dalam semua proses tersebut. Jadi ketika jumlah hormon tersebut menurun, fungsi hati akan terganggu.

3. Berat badan naik cukup banyak saat menopause

Anda jangan kaget melihat angka timbangan berat badan ketika melewati masa-masa menopause, karena perubahan berat badan adalah hal yang umum terjadi. Kali ini, yang menjadi penyebabnya adalah metabolisme yang lambat pada wanita menopause. Selain itu, massa otot akan mulai berkurang secara perlahan – walaupun memang semua orang yang menua akan mengalami hal yang sama. Pengurangan massa otot membuat metabolisme semakin melambat.

Oleh karena itu, wanita menopause harus menerapkan pola hidup sehat serta memilih makanan dengan prinsip gizi seimbang untuk menjaga berat badannya.

4. Penyakit jantung dan pembuluh darah juga mengintai wanita menopause

Wanita menopause memiliki risiko untuk mengalami berbagai penyakit jantung lebih tinggi dari pada laki-laki. Penurunan hormon estrogen mempengaruhi kecepatan detak jantung wanita yang sudah menopause. Jadi, detak jantungnya menjadi tidak teratur dan hal ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan sebagainya.

5. Intenkontinesia urin, tidak mampu menahan kencing

Seiring dengan bertambahnya usia, otot-otot tubuh Anda tidak lagi sekuat ketika Anda masih muda. Salah satu otot yang melemah adalah di bagian vagina dan kandung kemih, sehingga membuat Anda tidak mampu menahan kencing dalam waktu yang lama, atau tiba-tiba keluar urin saat batuk dan tertawa, dan bisa juga saat kencing yang tidak disengaja ketika mengangkat barang yang berat. Namun tenang, kondisi ini dapat Anda cegah dengan melakukan senam kegel agar otot-otot panggul dan vagina kembali kuat.

6. Pelvic organ prolapse, otot panggul yang melemah

Masih terkait dengan penurunan kemampuan otot yang terjadi pada wanita menopause, pelvic organ prolapse dapat muncul akibat otot dan ligamen yang menyokong organ-organ di sekitar panggul melemah. Kondisi ini mengakibatkan organ-organ mencuat keluar dari posisi rahim dan membuat rahim, kandung kemih, serta dubur menurun dari posisi awalnya.

7. Mata menjadi lebih sering kering akibat menopause

Tidak hanya hormon estrogen saja yang menjadi penyebab utama dari semua kondisi medis yang menyerang wanita menopause. Tetapi hormon testosteron – ya, wanita memiliki hormon ini walaupun dalam jumlah sedikit – yang mengalami penurunan dapat membuat mata Anda menjadi lebih sering kering. Hormon testoteron ini berperan dalam mengatur kelenjar meibom yang berfungsi untuk menghasilkan cairan di mata dan mencegahnya kering.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Pernahkah Anda tiba-tiba mengeluarkan air mani meski tak menerima rangsangan apapun? Berikut ini penjelasannya secara medis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Beberapa orang memilih bleaching untuk memutihkan gigi. Namun adakah efek bleaching gigi yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit