home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menopause Ternyata Mempengaruhi Fungsi Otak Wanita

Menopause Ternyata Mempengaruhi Fungsi Otak Wanita

Jika Anda berusia antara 40 hingga 50 tahun dan kemudian jadwal menstruasi Anda menjadi tidak teratur, maka mungkin saja Anda sedang mengalami gejala menopause. Menopause adalah proses alami yang terjadi pada setiap perempuan yang beranjak tua, dan hal ini merupakan tanda batas akhir kesuburan Anda. Seorang wanita dapat dikatakan mengalami menopause jika tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan setelah menstruasi terakhirnya.

Lalu setelah Anda melewati masa menopause dan menstruasi sudah berhenti, maka beberapa fungsi tubuh akan berubah dan dalam beberapa kasus menyebabkan gangguan bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah gangguan fungsi otak. Mengapa bisa?

Gejala menopause

Ketika Anda mengalami menopause, maka berbagai gejala dan tanda yang muncul sebelumnya, yaitu

  • Jadwal menstruasi tidak teratur
  • Vagina menjadi kering
  • Keringat di malam hari
  • Gangguan tidur
  • Suasana hati mudah berubah
  • Mengalami sensasi panas di tubuh bagian atas (hot flashes)
  • Peningkatan berat badan dan penurunan metabolisme
  • Rambut menipis dan kulit menjadi kering
  • Kepadatan payudara berkurang

BACA JUGA: Kenapa Perempuan Menopause Berisiko Osteoporosis dan Osteoarthritis?

Bagaimana menopause mempengaruhi otak?

1. Penurunan kemampuan mengingat

Penurunan kemampuan mengingat berkaitan dengan proses menopause yang terjadi pada wanita. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 yang melibatkan sebanyak 2300 wanita selama 4 tahun. Ketika mereka mengalami masa pre-menopause, para peneliti mengetes kemampuan mengingat mereka. Lalu hasil yang diketahui adalah terjadi penurunan kemampuan mengingat, entah itu dalam aspek verbal maupun non-verbal. Para peneliti mengaitkan hal ini dengan penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi pada wanita yang sedang ada pada masa itu.

Penurunan hormon estrogen ternyata adalah aspek yang mempengaruhi penurunan kemampuan mengingat seorang perempuan. Dapat dikatakan seperti itu karena beberapa responden diberikan suntikan hormon estrogen ketika masa pre-menopause dan kemudian hasil tes kemampuan mengingatnya meningkat dan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok wanita yang tidak diberikan suntikan hormon estrogen.

2. Perubahan struktur otak

Ternyata ketika seorang wanita mengalami menopause, terjadi perubahan struktur otak. Perubahan yang terjadi yaitu perubahan pada bagian putih otak yang sebagian besar terdiri dari myelin yaitu suatu bagian dari sistem saraf yang berperan dalam mengirimkan sinyal-sinyal antar-sel saraf. Berubahnya bagian putih otak dapat menyebabkan sinyal dikirim dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau mengambil keputusan.

Sebuah studi menemukan bahwa seorang wanita yang mengalami hot flashes atau rasa panas di tubuh lebih banyak dan sering, cenderung terjadi perubahan yang lebih besar pada otak putih dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami hot flashes.

BACA JUGA: Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Wanita Saat Menopause

3. Menopause menyebabkan stres dan depresi

Menopause telah diketahui dapat menyebabkan perubahan suasana hati, emosi menjadi tidak stabil, serta depresi. Beberapa wanita merasakan mereka merasa sangat tertekan dan sangat depresi. Perimenopause adalah masa di mana wanita memiliki kadar estrogen yang tidak normal, naik dan turun. Ketika kadar estrogen menjadi rendah maka kondisi ini akan langsung mempengaruhi kerja hormon serotonin – hormon yang berfungsi untuk mengatur emosi dan mood – serta kemampuan kognitif seseorang, tidak hanya itu, perubahan fungsi tubuh juga akan terjadi, seperti lambatnya proses metabolisme dan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Efek samping penurunan estrogen ini juga mengakibatkan gangguan tidur, keringat di malam hari, dan vagina kering. Saat seorang perempuan mengalami kondisi-kondisi tersebut, tidak sedikit dari mereka yang merasa tertekan, menjadi sangat sensitif, dan menghadapi masa ini dengan rasa emosional yang tinggi. Sehingga mereka rentan untuk mengalami depresi, rasa sedih dan cemas yang berlebihan. Dengan kondisi yang tertekan dan depresi, maka secara perlahan fungsi otak dan bahkan struktur otak akan berubah di kemudian hari.

BACA JUGA: 6 Fakta yang Harus Anda Tahu Tentang Menopause

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bouchez, C. (2016). Your Brain on Menopause. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/menopause/features/your-brain-on-menopause  [Accessed 24 Dec. 2016].

Mayoclinic.org. (2016). Menopause – Mayo Clinic. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/basics/definition/con-20019726  [Accessed 24 Dec. 2016].

Prevention. (2016). 6 Ways Your Brain Transforms During Menopause. [online] Available at: http://www.prevention.com/health/menopause-brain-effects  [Accessed 24 Dec. 2016].

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 30/12/2016
x