3 Rahasia Menjaga Berat Badan Menjelang Menopause

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jelang memasuki masa menopause, banyak wanita yang sering mengalami kenaikan berat badan. Ini adalah salah satu gejala menopause yang umum terjadi. Bahkan wanita yang aktif dan sehat bisa bertambah gemuk di tahun-tahun menjelang menopause. Kabar baiknya, Anda dapat melakukan beberapa hal untuk menjaga berat badan selama menopause.

Pertambahan berat badan dan menopause

Alasan mengapa menopause bisa memengaruhi kenaikan berat badan belum jelas diketahui. Namun, perubahan hormon diduga menjadi penyebabnya. Saat memasuki usia menopause, perubahan hormon bisa memicu berat badan bertambah. Hal ini berkaitan dengan hormon estrogen.

Saat menopause, kadar hormon estrogen menurun lebih rendah dari sebelumnya. Penurunan kadar estrogen ini yang memicu bertambahnya berat badan di sekitar perut dan pinggul.

Hal ini juga dijelaskan dalam salah satu penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology.

Cara menjaga berat badan saat memasuki menopause

1. Olahraga teratur

Anda bisa melakukan beberapa olahraga untuk menjaga berat badan tetap stabil. Misalnya berenang, jalan kaki, bersepeda, lari, latihan ketahanan atau kekuatan, dan senam aerobik.

Cobalah olahraga dengan intensitas tinggi yang diselingi dengan intensitas rendah. Jadi jangan terlalu berat, tapi jangan terlalu ringan juga. Anda perlu olahraga yang rutin dan dimulai secara bertahap.

Berdasarkan rekomendasi CDC Amerika Serikat, orang dewasa membutuhkan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu, dan dua hari atau lebih dalam seminggu latihan kekuatan kaki, pinggul, punggung, perut, dada, bahu, dan lengan.

2. Pola makan yang sehat

Lemak memang membuat rasa makanan lebih enak. Anda tidak perlu menghilangkan lemak sama sekali dari pola makan Anda. Anda hanya perlu memilih lemak yang baik untuk kesehatan Anda. Lemak yang sehat berasal dari sumber nabati seperti zaitun dan kacang-kacangan.

Selain itu, batasi makanan tinggi kalori dan gula. Makanan tinggi kalori dan gula dapat memberikan kalori berlebih pada tubuh. Kalori yang berlebihan akhirnya akan menyebabkan berat badan naik.

Konsumsilah banyak sayuran dan buah-buahan karena mengandung banyak nutrisi. Sayur dan buah juga mengandung karbohidrat dan tinggi serat yang dapat membantu Anda kenyang lebih lama. Serat juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan Anda.

Tidak hanya memilih makanan yang sehat, Anda juga perlu makan di waktu yang tepat. Tetapkan jadwal makan secara teratur. Misalnya selalu sarapan jam 7 pagi dan makan malam jam 7 malam.

3. Tidur yang cukup

Tidur yang tidak cukup akan berdampak pada hormon rasa lapar yaitu grelin dan leptin. Grelin dan leptin menjadi tidak berfungsi saat Anda kurang tidur.

Cobalah untuk tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Penuhi waktu tidur berkualitas selama 8 jam setiap harinya. Kurang tidur cenderung akan membuat Anda makan lebih banyak dan ngidam makanan tidak sehat pada keesokan harinya.

Jagalah agar kamar Anda tetap sejuk dan matikan semua layar yang menyala setidaknya selama satu jam sebelum Anda ingin tidur. Jika Anda benar-benar tidak dapat melakukan hal itu, pakailah penutup mata untuk mengatasi efek cahaya biru yang mengganggu tidur.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Hormon estrogen berfungsi mengatur tumbuh kembang remaja perempuan selama puber dan selama kehamilan. Apa akibatnya jika perempuan kekurangan hormon ini?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Kartu Menuju Sehat (KMS) sudah digunakan di Indonesia sejak tahun 1970-an sebagai alat untuk memantau tumbuh kembang anak. Bagaimana cara membacanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 18 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Infeksi Saluran Kencing pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing pada wanita bisa saja terjadi. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Tak Cemas Berat Badan Naik, Ini Pilihan Camilan Selama di Rumah Saja

Takut naik berat badan karena kerja sambil ngemil? Coba beberapa camilan tepat dan sehat ini sebagai teman ngemil saat Anda bekerja!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
camilan enak dan sehat
COVID-19, Penyakit Infeksi 30 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
diet usia 40 tahun ke atas wanita

7 Aturan Diet untuk Wanita di Usia 40 Tahun ke Atas

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
aturan cheat day

4 Aturan Utama Melakukan “Cheat Day” Saat Sedang Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit