home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Rahasia Menjaga Berat Badan Menjelang Menopause

3 Rahasia Menjaga Berat Badan Menjelang Menopause

Jelang memasuki masa menopause, banyak wanita yang sering mengalami kenaikan berat badan. Ini adalah salah satu gejala menopause yang umum terjadi. Bahkan wanita yang aktif dan sehat bisa bertambah gemuk di tahun-tahun menjelang menopause. Kabar baiknya, Anda dapat melakukan beberapa hal untuk menjaga berat badan selama menopause.

Pertambahan berat badan dan menopause

Alasan mengapa menopause bisa memengaruhi kenaikan berat badan belum jelas diketahui. Namun, perubahan hormon diduga menjadi penyebabnya. Saat memasuki usia menopause, perubahan hormon bisa memicu berat badan bertambah. Hal ini berkaitan dengan hormon estrogen.

Saat menopause, kadar hormon estrogen menurun lebih rendah dari sebelumnya. Penurunan kadar estrogen ini yang memicu bertambahnya berat badan di sekitar perut dan pinggul.

Hal ini juga dijelaskan dalam salah satu penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology.

Cara menjaga berat badan saat memasuki menopause

1. Olahraga teratur

Anda bisa melakukan beberapa olahraga untuk menjaga berat badan tetap stabil. Misalnya berenang, jalan kaki, bersepeda, lari, latihan ketahanan atau kekuatan, dan senam aerobik.

Cobalah olahraga dengan intensitas tinggi yang diselingi dengan intensitas rendah. Jadi jangan terlalu berat, tapi jangan terlalu ringan juga. Anda perlu olahraga yang rutin dan dimulai secara bertahap.

Berdasarkan rekomendasi CDC Amerika Serikat, orang dewasa membutuhkan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu, dan dua hari atau lebih dalam seminggu latihan kekuatan kaki, pinggul, punggung, perut, dada, bahu, dan lengan.

2. Pola makan yang sehat

Lemak memang membuat rasa makanan lebih enak. Anda tidak perlu menghilangkan lemak sama sekali dari pola makan Anda. Anda hanya perlu memilih lemak yang baik untuk kesehatan Anda. Lemak yang sehat berasal dari sumber nabati seperti zaitun dan kacang-kacangan.

Selain itu, batasi makanan tinggi kalori dan gula. Makanan tinggi kalori dan gula dapat memberikan kalori berlebih pada tubuh. Kalori yang berlebihan akhirnya akan menyebabkan berat badan naik.

Konsumsilah banyak sayuran dan buah-buahan karena mengandung banyak nutrisi. Sayur dan buah juga mengandung karbohidrat dan tinggi serat yang dapat membantu Anda kenyang lebih lama. Serat juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan Anda.

Tidak hanya memilih makanan yang sehat, Anda juga perlu makan di waktu yang tepat. Tetapkan jadwal makan secara teratur. Misalnya selalu sarapan jam 7 pagi dan makan malam jam 7 malam.

3. Tidur yang cukup

Tidur yang tidak cukup akan berdampak pada hormon rasa lapar yaitu grelin dan leptin. Grelin dan leptin menjadi tidak berfungsi saat Anda kurang tidur.

Cobalah untuk tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Penuhi waktu tidur berkualitas selama 8 jam setiap harinya. Kurang tidur cenderung akan membuat Anda makan lebih banyak dan ngidam makanan tidak sehat pada keesokan harinya.

Jagalah agar kamar Anda tetap sejuk dan matikan semua layar yang menyala setidaknya selama satu jam sebelum Anda ingin tidur. Jika Anda benar-benar tidak dapat melakukan hal itu, pakailah penutup mata untuk mengatasi efek cahaya biru yang mengganggu tidur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 23/09/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x