Berbagai Kelainan Pada Ibu dan Janin yang Bisa Dideteksi Lewat USG

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

USG dikenal sebagai pemeriksaan wajib yang mesti dilakukan oleh ibu hamil. Padahal, USG ternyata tidak melulu berhubungan dengan kehamilan, lho. Selain untuk memantau perkembangan janin, manfaat USG juga dapat membantu mendeteksi berbagai kelainan dalam tubuh termasuk yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita. Apa saja, ya?

Berbagai manfaat USG sesuai jenisnya

Mendengar kata USG, Anda mungkin langsung terpikir dengan alat medis yang sering digunakan untuk pemeriksaan kehamilan. Memang benar, USG adalah salah satu alat medis yang digunakan untuk pemeriksaan kehamilan.

Tak hanya itu, manfaat USG juga bisa membantu melihat kelainan dalam tubuh wanita yang berkaitan dengan organ reproduksinya, lho. Hal ini bisa dilihat melalui 2 jenis USG, yaitu USG transvaginal dan USG abdomen atau USG perut.

Supaya lebih jelas, mari kita kupas satu per satu.

1. USG transvaginal

pemeriksaan USG transvaginal

USG transvaginal, atau disebut juga USG endovaginal, adalah metode pemeriksaan organ-organ reproduksi wanita dengan memasukkan stik probe sepanjang 5-7 sentimeter ke dalam vagina. Probe inilah yang akan memunculkan gambar organ-organ dalam tubuh Anda pada layar monitor.

Tujuan utama USG transvaginal adalah untuk mendeteksi awal kehamilan, biasanya dilakukan pada saat wanita menyadari atau mencurigai adanya kehamilan pertama kali. Kalau memang benar hamil, pemeriksaan medis ini juga dapat membantu mendeteksi apakah kehamilan tersebut normal atau justru terjadi kehamilan luar kandungan.

Manfaat USG transvaginal juga digunakan untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan, misalnya miom, kista, atau masalah lain pada organ reproduksi wanita. Mulai dari vagina, rahim, saluran telur (tuba falopii), indung telur (ovarium), hingga leher rahim (serviks).

Selain itu, manfaat USG transvaginal juga dapat mendeteksi kelainan pada bayi dalam kandungan, baik yang bersifat letal (membahayakan) maupun non-letal. Di antaranya:

  • Mendeteksi risiko keguguran dan besar peluangnya.
  • Mendeteksi jantung ektopik, yaitu kondisi ketika jantung tumbuh di luar tubuh bayi.
  • Mengukur kebutuhan nutrisi tambahan untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

2. USG abdominal

Pada dasarnya, prosedur USG abdominal (perut) tidak jauh berbeda dengan USG transvaginal. USG abdominal adalah pemeriksaan yang dilakukan melalui bagian luar perut, dengan cara mengoleskan gel ke seluruh area perut. Kemudian, stik yang bernama transduser akan digerakkan ke area perut tertentu guna menangkap gambar organ-organ di dalamnya.

Manfaat USG perut dan USG transvaginal pun sebetulnya tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama berfungsi untuk memeriksa perkembangan kehamilan atau mendeteksi masalah kesehatan tertentu.

Umumnya, USG abdominal dilakukan saat usia kehamilan 8 minggu ke atas. Selama ini, kebanyakan orang menganggap bahwa USG abdominal hanya berfungsi untuk memantau berat badan dan jenis kelamin bayi saja. Padahal, pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi adanya kelainan pada bentuk tubuh dan kromosom pada bayi. Misalnya Sindrom Down, Sindrom Edward, atau Sindrom Patau, serta memeriksa fungsi organ dan kesejahteraan bayi di dalam kandungan.

Kelainan kromosom tersebut biasanya dapat dideteksi sejak usia kehamilan 11-13 minggu lebih 6 hari dan dinamakan skrining trimester pertama. Begitu kehamilannya mulai membesar, barulah USG transvaginal ini bisa digunakan untuk melihat bentuk tubuh bayi, apakah normal dan sempurna atau tidak.

  • Usia 11-12 minggu : mulai terlihat bentuk jari-jari tangan, tempurung kepala, tulang punggung, kandung kemih, dan lambung.
  • Usia 16 minggu : mulai evaluasi kelengkapan jantung dan otak kecil.
  • Usia 28 minggu : evaluasi terhadap aliran darah pada tali pusat dan kepala bayi untuk menilai fungsi plasenta.

Apakah prosedur USG itu aman?

Perlu dicatat bahwa pemeriksaan USG ini tergolong aman dilakukan. Artinya, USG tidak akan menimbulkan keguguran maupun perdarahan pada wanita. Jadi, hal ini sekaligus mematahkan mitos yang mengatakan bahwa prosedur USG bisa membahayakan kesehatan ibu maupun janin dalam kandungan.

Namun memang, ada rasa sedikit tidak nyaman yang akan Anda rasakan ketika menjalani prosedur USG transvaginal. Sensasi ini timbul ketika alat USG dimasukkan ke dalam vagina sehingga sedikit menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sementara pada USG abdominal, rasa tidak nyamannya berasal dari tekanan pada rongga perut. Jangan ragu untuk bicara dengan dokter setiap kali Anda merasa tidak nyaman.

Yang harus dipersiapkan sebelum menjalani USG

bidan atau dokter kandungan

Sebetulnya, tidak ada persiapan khusus yang harus Anda lakukan sebelum menjalani USG. Kunci terpentingnya adalah usahakan untuk tetap rileks dan tenang selama pemeriksaan berlangsung.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, Anda mungkin akan merasakan sedikit tidak nyaman saat menjalani USG, entah itu USG transvaginal maupun USG perut. Namun saya pastikan, rasa tidak nyaman tersebut sangat bisa diatasi dengan baik. Apalagi kalau Anda lebih fokus kepada hasil yang didapatkan setelah USG selesai.

Supaya Anda lebih tenang, coba tarik napas dalam dan embuskan perlahan. Atur pernapasan dengan baik supaya otot-otot tubuh Anda rileks dan Anda pun merasa lebih nyaman. Semakin Anda rileks, maka Anda akan semakin mudah mengatasi rasa cemas dan ketidaknyamanan yang dirasakan.

Lantas, apakah wanita harus menahan kencing atau puasa terlebih dahulu sebelum USG? Anda tidak perlu repot-repot menahan kencing atau puasa sebelum USG. Kecuali jika tubuh ibu cenderung besar atau mempunyai dinding perut yang tebal, maka hal tersebut dapat mempersulit USG abdomen sehingga USG masih harus dilakukan melalui vagina atau USG transvaginal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19
Coronavirus, COVID-19 29 April 2020

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
periksa kehamilan pertama kali

Serba-serbi yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Hamil anak kembar mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang, tapi ada pula yang merasa cemas akan risiko yang dibawanya. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
hamil anak kembar

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ibu hamil makan daging kambing memiliki beragam pendapat di masyarakat. Namun, sebenarnya bolehkah ibu hamil makan daging jenis ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit