home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Obat dan Penanganan untuk Mengatasi Ginjal Bengkak

Pilihan Obat dan Penanganan untuk Mengatasi Ginjal Bengkak

Pembengkakan ginjal (hidronefrosis) dapat terjadi akibat penyumbatan saluran kemih atau kelainan ginjal tertentu, sehingga urine tidak dapat keluar dari tubuh. Pasien dengan ginjal yang bengkak bisa sembuh, asalkan segera ditangani. Lantas, apa saja pilihan obat dan perawatan untuk mengatasi ginjal bengkak?

Obat untuk mengatasi ginjal bengkak

pengobatan PPOK

Sebagai salah satu hasil dari komplikasi penyakit lain, ginjal yang bengkak tergolong kondisi kesehatan yang dapat disembuhkan. Jika segera ditangani, pengobatan yang tepat dapat mempercepat kesembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi di masa depan.

Awalnya, Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis urologi untuk menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes fungsi ginjal. Setelah hasil laboratorium keluar, dokter akan mulai mendiskusikan cara mengobati ginjal yang bengkak.

Pengobatan dilakukan untuk mengembalikan aliran urine dari ginjal dan mengurangi pembengkakan, serta tekanan yang disebabkan oleh penumpukan urine. Umumnya, perawatan akan tergantung pada penyebab hidronefrosis.

Berikut ini ada beberapa pilihan obat yang mungkin akan dianjurkan oleh dokter sebagai cara mengatasi pembengkakan ginjal.

Obat pereda nyeri (analgesik)

analgesik obat pereda nyeri

Salah satu gejala ketika seseorang mengalami hidronefrosis adalah rasa nyeri saat buang air kecil. Perasaan ini tentu membuat Anda tidak nyaman.

Tidak hanya saat buang air kecil, rasa sakit juga sering terasa di perut dan sekitar pinggang dekat tulang rusuk bagian bawah. Bahkan, pembengkakan ginjal juga dapat disertai dengan demam.

Oleh sebab itu, obat pereda nyeri hadir untuk meringankan gejala akibat ginjal bengkak. Namun, tidak semua obat penghilang rasa sakit ini bisa digunakan karena beberapa diantaranya justru dapat merusak ginjal.

Dilansir dari National Kidney Foundation, obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) tidak dianjurkan untuk pasien dengan penyakit ginjal, kecuali aspirin dosis rendah. Pasalnya, penggunaan obat NSAID, seperti ibuprofen dan naproxen, dalam dosis tinggi dapat menyebabkan penyakit ginjal hingga gagal ginjal.

Jika dokter meresepkan aspirin atau obat NSAID lainnya, pastikan mereka mengetahui masalah ginjal Anda dan memastikan obat tersebut aman dikonsumsi. Sementara itu, penggunaan obat analgesik yang dijual bebas juga memerlukan konsultasi dokter agar lebih aman.

Antibiotik

Obat batuk rejan antibiotik

Obat ginjal bengkak lainnya yang dapat diresepkan oleh dokter adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik biasanya diberikan jika hidronefrosis disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK).

Antibiotik berfungsi untuk melawan, menghancurkan, dan memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab ISK. Pemberian antibiotik juga dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi di ginjal atau mengurangi tingkat keparahan kondisi Anda.

Usahakan untuk minum antibiotik sampai habis sesuai dengan anjuran dokter. Jika tidak, tubuh akan kebal terhadap obat tersebut, sehingga tidak lagi efektif. Kondisi ini mungkin dapat menyebabkan penyakit Anda bertambah parah.

Selain itu, antibiotik memiliki efek samping. Efek samping seperti ruam hingga infeksi bakteri yang menyebabkan diare dapat menimbulkan kerusakan pada usus besar. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping apapun saat mengonsumsi antibiotik ketika mengobati ginjal yang bengkak.

Cara mengobati ginjal yang bengkak lainnya

Selain diberikan obat untuk mengatasi ginjal bengkak, dokter juga akan menganjurkan berbagai pilihan prosedur medis. Apa saja?

Penggunaan stent dari kulit ke ginjal

penyebab ginjal bengkak atau hidronefrosis

Jika masalah pada ginjal ini termasuk kategori akut atau terjadi secara mendadak, dokter biasanya akan memasukkan tabung kecil (stent) dari kulit ke ginjal. Salah satu ujung tabung ada di dalam ginjal dan ujung lainnya berada di kandung kemih.

Tabung ini berfungsi untuk membantu menguras urine yang menumpuk di ginjal dan menjaga ureter Anda agar tetap terbuka. Setelah stent dimasukkan, Anda mungkin akan merasakan berbagai efek samping, berupa:

  • ‘tarikan’ saat buang air kecil,
  • lebih sering buang air kecil,
  • tidak dapat menahan kencing dan terjadi tiba-tiba, serta
  • nyeri panggul, tepatnya berada di perut bagian bawah.

Jangan lupa untuk mengganti stent setiap 3-6 bulan sekali. Dokter biasanya akan memberitahu kapan metode pengobatan ginjal bengkak ini perlu diganti agar tidak menimbulkan masalah kesehatan, seperti batu ginjal dan infeksi.

Pemasangan kateter

Berbeda dengan stent, kateter urine adalah alat berupa selang kecil tipis yang terbuat dari karet atau plastik berbahan lentur. Cara mengobati ginjal bengkak yang satu ini dimasukkan ke dalam saluran kencing agar penggunanya dapat buang air kecil dengan normal.

Kateter biasanya juga dipasang antara ginjal dan kandung kemih selama sistoskopi untuk mengeluarkan cairan berlebih. Perlu diingat bahwa penggunaan kateter sebagai pilihan obat dan perawatan ginjal bengkak dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Oleh sebab itu, pastikan Anda menjaga kebersihannya dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki pertanyaan.

Terapi gelombang kejut litotripsi

eswl

Jika hidronefrosis disebabkan oleh batu ginjal, terapi gelombang kejut litotripsi biasanya menjadi prosedur yang paling disarankan.

Pada prosedur litotripsi, biasanya dokter akan mengalirkan gelombang kejut berkekuatan tinggi dengan bantuan mesin.

Gelombang ini kemudian membantu memecah batu yang ada di ginjal. Dengan begitu, pecahan batu akan larut dan dapat dikeluarkan dari tubuh dan saluran kencing pun tidak lagi tersumbat.

Ureteroskopi

Pilihan obat dan penanganan untuk ginjal bengkak lainnya adalah ureteroskopi. Pengobatan hidronefrosis yang satu ini dilakukan dengan bantuan tabung tipis khusus yang ditempatkan di uretra. Penempatan tabung ini berfungsi membantu dokter menghancurkan dan membuang batu yang menyumbat saluran kemih.

Ureteroskopi umumnya dikombinasikan dengan metode lain, yaitu pulsed dye laser atau litotripsi. Metode ini biasanya dijadikan alternatif pengobatan ginjal bengkak untuk ibu hamil atau pasien dengan darah yang menggumpal.

Operasi

Operasi atau pembedahan bagi pasien dengan ginjal yang bengkak juga menjadi opsi terbaik. Prosedur operasi dilakukan untuk mengangkat penyumbatan atau memperbaiki saluran kemih yang sudah rusak.

Bagi pasien yang hanya memiliki satu ginjal, baru saja menerima cangkok organ, atau riwayat penyakit kronis lainnya, perlu segera melakukan tindakan pembedahan. Hal ini dilakukan demi mencegah risiko komplikasi semakin parah.

Bila memiliki pertanyaan seputar obat dan penangan ginjal bengkak, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hydronephrosis. (2015). National Kidney Foundation. Retrieved 12 June 2019, from https://www.kidney.org/atoz/content/hydronephrosis

Hydronephrosis – Overview – Mayo Clinic. (2019). Mayoclinic.org. Retrieved 12 June 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydronephrosis/cdc-20397563

Kidneys and Pain Killers. (2019). National Kidney Foundation: Kidney Cars. Retrieved 28 July 2020, from https://www.kidney.org/blog/kidney-cars/kidneys-and-pain-killers

Urinary Tract Infection (UTI). (2019). CDC. Retrieved 28 July 2020, from https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-patients/common-illnesses/uti.html 

Ureteral stent placement. (2019). Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Retrieved 28 July 2020, from https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/ureteral-stent-placement

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 23/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x