Sakit Tenggorokan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sakit tenggorokan?

Sakit tenggorokan adalah kondisi rasa nyeri, gatal atau perih pada tenggorokan. Kondisi ini paling sering dialami ketika Anda menelan, baik makanan maupun air liur. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah infeksi virus, seperti pilek atau flu.

Kondisi yang disebabkan oleh virus biasanya bisa hilang dengan sendirinya. Strep throat (infeksi streptokokus), adalah jenis yang lebih jarang terjadi. Kondisi ini terjadi akibat bakteri. Infeksi bakteri ini biasanya memerulakan pemberian antibiotik untuk mencegah komplikasi.

Selain karena virus dan infeksi bakteri, rasa nyeri, rasa gatal atau rasa perih pada tenggorokan juga sering disebabkan karena faktor lingkungan, seperti udara kering. Meskipun bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sakit tenggorokan sangat umum terjadi pada siapa pun dari segala usia. Namun, anak-anak berusia antara 5-15 tahun cenderung paling sering terkena penyakit ini.

Sekitar 10% kasus sakit tenggorokan yang terjadi pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Anda dapat mengatasi kondisi ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk informasi yang lebih tepat sesuai dengan kondisi Anda. 

Jenis-jenis

Penyakit dengan gejala sakit tenggorokan

Sebenarnya, sakit tenggorokan adalah sebuah gejala, bukan penyakit itu sendiri. Terdapat beberapa kondisi kesehatan yang membuat Anda merasakan sakit pada tenggorokan.

Berikut adalah beberapa penyakit dengan gejala sakit tenggorokan.

Faringitis

Faringitis adalah penyakit yang memiliki gejala rasa nyeri, gatal, atau rasa perih pada tenggorokan. Faringitis kadang disebut juga sebagai radang tenggorokan. Sementara itu, masyarakat Indonesia lebih senang dengan sebutan panas dalam untuk menggambarkan kondisi ini.

Faringitis disebabkan oleh radang di bagian belakang tenggorokan. Bagian belakang tenggorokan dalam dunia medis disebut dengan faring.

Kondisi ini membuat Anda merasa tidak nyaman karena tenggorokan akan terasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda kesulitan untuk makan dan bahkan minum.

Sakit tenggorokan adalah gejala umum dari beberapa penyakit yang berbeda atau terjadi karena penyakit lain, seperti flu, demam, dan mononukleosis (demam kelenjar). Radang tenggorokan biasanya akan mereda tanpa obat radang tenggorokan dalam waktu kurang dari seminggu.

Tonsilitis

Tonsilitis juga merupakan penyakit yang membuat Anda merasakan sakit pada bagian tenggorokan.  Kondisi yang sering juga disebut sebagai sakit amandel ini, terjadi ketika ada pembengkakan dan kemerahan pada amandel.

Amandel adalah jaringan lunak di belakang mulut. Kondisi ini umum terjadi pada jutaan individu setiap tahunnya.

Walau menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang yang merupakan tanda penyakit serius. Radang amandel dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Akan tetapi, kondisi ini paling banyak ditemui pada anak-anak kecil hingga remaja.

Laringitis

Laringitis adalah salah satu penyakit yang juga membuat tenggorokan terasa sakit. Kondisi ini terjadi ketika ada pembengkakan dan kemerahan pada kotak atau pita suara. Pita suara inilah yang dalam istilah medis disebut dengan laring.

Laringitis juga menyebabkan pita suara membengkak sehingga suara menjadi serak. Pita suara adalah lipatan membran mukosa pada laring. Saat meradang, suara yang terbentuk dari udara yang melewati pita suara menyebabkan suara parau.

Laringitis biasanya hilang dalam waktu 2-3 minggu. Namun, penyakit ini bisa juga bertahan lebih lama sehingga disebut laringitis kronis.

Laringitis kronis membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh, tergantung penyebabnya.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit tenggorokan?

Gejala sakit tenggorokan bisa bervariasi tergantung penyebabnya atau penyakit yang mendasarinya. Tanda dan gejala yang terjadi mungkin bisa termasuk:

  • Rasa sakit atau sensasi gatal pada tenggorokan.
  • Rasa nyeri yang memburuk saat menelan atau berbicara.
  • Kesulitan menelan.
  • Sakit sampai mengakibatkan kelenjar yang ada di rahang atau leher membengkak.
  • Amandel berwarna merah dan bengkak.
  • Terdapat bercak putih atau nanah pada amandel Anda.
  • Perubahan suara menjadi serak atau bahkan hilang sama sekali.

Infeksi umum yang menyebabkan sakit pada  tenggorokan mungkin menghasilkan tanda dan gejala lain, termasuk:

Kapan harus ke dokter?

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk-anak-anak. Menurut American Academy of Pediatrics, segera bawa anak Anda ke dokter jika tenggorokan sakit anak Anda tidak hilang  dalam waktu seminggu.

Sebaiknya Anda segera pergi ke dokter jika anak Anda memiliki gejala sakit tenggorokan parah, seperti:

  • Sulit bernapas.
  • Tidak bisa menelan makanan atau liur sama sekali.
  • Air liur yang tidak biasa, yang mungkin menunjukkan ketidakmampuan untuk menelan.

Menurut American Academy of Otolaryngology, beberapa hal di bawah merupakan gejala sakit tenggorokan yang harus segera ditangani. Jika orang dewasa mengalami kondisi ini segera temui dokter:

  • Tenggorokan yang terasa sakit berlangsung lama lebih dari seminggu
  • Kesulitan menelan
  • Sulit bernapas
  • Kesulitan membuka mulut
  • Nyeri sendi
  • Sakit di bagian telinga, terutama ketika menelan
  • Muncul ruam-ruam merah di badan
  • Demam lebih tinggi dari 38,3º Celsius
  • Terdapat darah dalam air liur atau dahak
  • Sakit yang sering berulang
  • Muncul benjolan di leher Anda
  • Suara serak berlangsung lebih dari dua minggu.

Penyebab

Apa penyebab sakit tenggorokan?

Penyebab sakit tenggorokan umumnya bisa disebabkan karena infeksi virus hingga luka. Dikutip dari Healthline, berikut adalah beberapa penyebab sakit pada tenggorokan yang paling umum.

Pilek, flu, dan infeksi virus lainnya

Hampir 90% kondisi ini disebabkan oleh virus. Di antaranya ada beberapa virus yang sering menyebabkan sakit pada tenggorokan, yaitu:

  • Virus flu biasa (common cold).
  • Virus influenza.
  • Virus mononukleosis, yaitu penyakit menular yang ditularkan melalui air liur.
  • Virus campak, penyakit yang menyebabkan ruam dan demam.
  • Virus cacar air, infeksi yang menyebabkan demam dan ruam yang gatal dan membuat lentingan kecil berisi cairan di kulit.
  • Virus gondok, infeksi yang menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah di leher.

Strep throat dan infeksi bakteri lainnya

Infeksi bakteri juga bisa menyebabkan penyakit ini. Bakteri yang paling umum menyebabkan rasa sakit pada tenggorokan bakteri grup A. Streptococcus. Bakteri ini adalah salah satu penyebab utama tonsilitis atau penyakit amandel.

Sakit pada tenggorokan yang disebabkan kerena bakteri ini hampir 40 persen menyerang anak-anak. Tonsilitis, dan infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia juga bisa menyebabkan sakit di bagian tenggorokan.

Alergi

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap pemicu alergi (alergen) seperti serbuk sari, rumput, dan bulu hewan peliharaan. Hal tersebut dapat melepaskan bahan kimia yang menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat, mata berair, bersin, dan iritasi tenggorokan.

Kelebihan lendir di dalam hidung  juga bisa menetes ke bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini juga disebut postnasal drip yang dapat mengiritasi tenggorokan.

Udara yang kering

Udara yang panas dan kering dapat menyedot kelembapan dari mulut dan tenggorokan. Hal ini dapat membuat tenggorokan terasa kering dan gatal. Udara yang kering kemungkinan dapat terjadi di antara peralihan musim dingin ke musim panas.

Asap, bahan kimia, dan zat iritasi lainnya

Banyak zat kimia dan zat lainnya di lingkungan Anda yang bisa membuat tenggorokan jadi iritasi. Berikut adalah zat-zat yang dimaksud:

  • Zat yang terdapat dalam rokok, asap rokok, dan asap tembakau lainnya.
  • Zat kimia dari polusi udara.
  • Zat dari produk pembersih dan bahan kimia lainnya.

Cedera

Setiap cedera seperti adanya luka di bagian leher  bisa menyebabkan rasa sakit di tenggorokan. Tersedak makanan, minuman, air, atau benda asing yang tersangkut di tenggorokan juga bisa menyebabkan tenggorokan cedera sampai iritasi. Tak jarang sesudahnya tenggorokan jadi terasa sakit.

Memaksakan pita suara dan otot di tenggorokan berulang kali juga dapat membuat tenggorokan sakit. Anda bisa terkena sakit pada tenggorokan setelah berteriak, berbicara keras, atau bernyanyi untuk jangka waktu yang lama. Sakit pada tenggorokan adalah keluhan umum di antara instruktur kebugaran, penyanyi dan guru, yang dalam pekerjaannya harus sering harus berteriak-teriak.

Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi di mana asam dari lambung naik ke ke kerongkongan. Kondisi asam ini naik ke bagian tabung tenggorokan yang membawa makanan dari mulut ke perut.

Asam ini membakar esofagus dan tenggorokan, sehingga menyebabkan gejala seperti mulas dan refluks asam ke tenggorokan Anda. Selain tenggorokan yang terasa nyeri, tak jarang kondisi ini juga akan membuat Anda batuk-batuk.

Tumor

Tumor di tenggorokan, kotak atau pita suara, dan pada lidah adalah penyebab sakit di tenggorokan yang sebenarnya tidak terlalu umum. Anda harus segera waspada dan cek ke dokter jika rasa sakit tidak hilang dalam jangka waktu yang lama.

HIV

Sakit di tenggorokan dan gejala seperti flu lainnya kadang-kadang muncul di awal-awal seseorang terinfeksi HIV. Selain itu, seseorang yang positif HIV mungkin memiliki gejala sakit di tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi virus sekunder, seperti infeksi jamur yang disebut kandidiasis mulut dan infeksi sitomegalovirus (CMV).

Infeksi virus umum ini umumnya sering terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena kondisi ini?

Siapa pun memang dapat terserang kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang membuat risiko Anda jadi bertambah, yaitu:

  • Usia. Anak-anak dan remaja paling mungkin terkena kondisi ini. Risiko mengalami radang tenggorokan juga mungkin sering terjadi akibat infeksi bakteri.
  • Paparan asap rokok. Perokok aktif (yang merokok) dan perokok pasif (yang menghirup asap rokok) juga dapat terkena sakit pada tenggorokannya. Penggunaan produk tembakau juga meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, dan kanker pita suara.
  • Alergi. Alergi musiman atau reaksi alergi terhadap debu, jamur atau bulu hewan peliharaan, lebih berisiko tinggi mengalami kondisi ini.
  • Paparan kimia. Partikel di udara dari pembakaran bahan bakar fosil dan bahan kimia rumah tangga biasa dapat menyebabkan iritasi tenggorokan.
  • Infeksi sinus. Saluran drainase dari hidung dapat mengiritasi tenggorokan atau menyebarkan infeksi.
  • Berada di lingkungan yang tertutup. Infeksi virus dan bakteri dapat menyebar dengan mudah di mana ada orang berkumpul, baik di pusat penitipan anak, ruang kelas, kantor atau bahkan di dalam pesawat terbang.
  • Kekebalan tubuh yang lemah. Anda lebih rentan terhadap infeksi secara umum jika imun kekebalan tubuh Anda rendah. Penyebab umum penurunan kekebalan termasuk penyakit HIV, diabetes, pengobatan dengan steroid atau obat kemoterapi, stres, kelelahan, dan pola makan yang buruk.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati sakit tenggorokan?

Terdapat beberapa obat-obatan untuk sakit tenggorokan yang Anda alami. Biasanya obat ini digunakan untuk meredakan rasa sakit atau mengobati kondisi dasar lain yang menyebabkan sakit di tenggorokan.  

Berikut adalah obat-obatan bebas yang dijual di apotek tanpa resep dokter untuk meredakan nyeri tenggorokan:

Jangan berikan aspirin kepada anak-anak dan anak remaja, karena berisiko menyebabkan sindrom Reye. Ini adalah kondisi yang langka, tapi serius.

Anda juga dapat menggunakan satu atau lebih dari perawatan ini, yang bekerja langsung pada tenggorokan yang sakit:

  • Obat semprot untuk tenggorokan. Obat semprot ini biasanya mengandung zat antiseptik seperti fenol, atau bahan pendingin seperti mentol atau eukaliptus.
  • Obat pelega tenggorokan.
  • Obat batuk.

Obat-obatan untuk kondisi asam lambung juga dapat membantu mengatasi sakit di tenggorokan yang disebabkan oleh GERD. Obat-obatan tersebut adalah:

  • Obat antasid seperti Tums, Rolaids, Maalox, dan Mylanta untuk menetralisir asam lambung.
  • H2 blocker seperti cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), dan ranitidine (Zantac) untuk mengurangi produksi asam lambung.
  • Obat Proton pump inhibitor (PPIs) seperti lansoprazole (Prevacid 24) dan omeprazole (Prilosec, Zegerid OTC) untuk memblokir produksi asam.
  • Obat kortikosteroid dosis rendah juga dapat membantu mengatasi kondisi ini, tanpa menyebabkan efek samping yang serius

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah sakit tenggorokan?

Cara terbaik untuk mencegah sakit tenggorokan adalah dengan menghindari sumber bakteri dan virus yang menyebabkan Anda terinfeksi.

Berikut adalah tips-tips pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk diri sendiri, maupun untuk diajarkan kepada anak-anak Anda agar terhindar dari kondisi ini:

  • Cuci tangan dengan benar secara menyeluruh. Terutama sebelum makan, sesudah makan, setelah dan sebelum menggunakan toilet, dan setelah bersin atau pun setelah batuk.
  • Hindari berbagi makanan lewat sendok garpu, piring, dan gelas dengan orang lain.
  • Jangan batuk, bersin, membuang ludah atau dahak sembarangan. Tutup mulut dengan tisu atau lengan dalam Anda saat bersin dan batuk. Buang tidur bekas batuk ke tempat sampah. Buang ludah dan dahak di kamar mandi dan siram setelahnya.
  • Gunakan pembersih tangan atau biasa dikenal sebagai hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol sebagai alternatif untuk mencuci tangan saat sabun dan air tidak tersedia.
  • Hindari menyentuh telepon umum atau minum dari keran air langsung ke mulut.
  • Bersihkan telepon, remote TV dan keyboard komputer dengan pembersih khusus secara teratur.
  • Hindari kontak langsung yang terlalu dekat dengan orang yang sakit flu atau batuk untuk sementara waktu sampai mereka benar-benar sembuh.
  • Pakai masker mulut dan hidung saat bepergian ke tempat yang penuh paparan polusi.
  • Jaga kondisi badan tetap bugar dan sehat dengan cara makan makanan bergizi dan olahraga teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, ataupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

    Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sering buang air kecil

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    menjaga kebersihan diri

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit