Sakit Tenggorokan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sakit tenggorokan?

Sakit tenggorokan adalah kondisi saat tenggorokan terasa kering, perih, dan nyeri. Kondisi ini merupakan gejala dari penyakit atau gangguan kesehatan tertentu yang menyebabkan rasa sakit ketika menelan atau berbicara. Penyebab paling umum dari tenggorokan yang sakit saat menelan adalah infeksi virus dan bakteri.

Nyeri tenggorokan yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan, seperti virus pilek, flu ataupun virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Sedangkan sakit tenggorokan yang disebabkan bakteri dikenal juga dengan strep throat yaitu infeksi tenggorokan akibat bakteri streptokokus.

Selain karena virus dan infeksi bakteri, rasa nyeri dan tidak nyaman pada tenggorokan juga sering disebabkan oleh alergi, sinusitis, dan faktor lingkungan misalnya udara kering.

Jika disebabkan infeksi ringan, nyeri tenggorokan biasanya akan mereda dengan sendirinya. Namun, sakit tenggorokan yang berlangsung kronis atau jangka panjang dapat menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sakit tenggorokan sangat umum terjadi pada siapa pun dari segala usia. Namun, anak-anak berusia antara 5-15 tahun cenderung paling sering mengalaminya. Sementara itu, sekitar 10% kasus nyeri tenggorokan yang terjadi pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala yang menyertai sakit tenggorokan?

Sakit tenggorokan bukanlah penyakit, melainkan adalah gejala atau keluhan dari masalah kesehatan atau penyakit tertentu. Rasa nyeri, kering, dan perih pada tenggorokan biasanya disertai dengan gejala lainnya.

Namun, gejala yang menyertai nyeri tenggorokan bisa bervariasi tergantung penyebab atau penyakit yang mendasarinya. 

Tanda-tanda dan gejala lain yang mungkin muncul selama Anda mengalami sakit tenggorokan adalah:

  • Sensasi terbakar di tenggorokan
  • Batuk
  • Demam
  • Kesulitan menelan
  • Leher membengkak 
  • Amandel merah dan bengkak
  • Bercak putih atau nanah pada amandel 
  • Suara menjadi serak atau hilang
  • Hidung berair
  • Bersin-bersin
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah

Terlepas dari apapun penyebabnya, gejala sakit tenggorokan akan semakin terasa ketika makan, minum, dan berbicara.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri tenggorokan dan gejala yang menyertainya tidak hilang dalam waktu lebih dari 5-10 hari. Selain itu, segera pergi ke dokter jika memiliki gejala sakit tenggorokan parah seperti:

  • Sulit bernapas
  • Tidak bisa menelan sama sekali
  • Kesulitan membuka mulut
  • Sakit di bagian telinga, terutama ketika menelan
  • Muncul ruam-ruam merah di badan
  • Demam lebih tinggi dari 38,3º Celsius
  • Terdapat darah dalam air liur atau dahak
  • Muncul benjolan di leher Anda
  • Suara serak berlangsung lebih dari dua minggu

Penyebab

Apa penyebab sakit tenggorokan?

Berdasarkan bagian tenggorokan yang terdampak, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh penyakit seperti:

1. Faringitis

Faringitis adalah penyakit penyebab sakit tenggorokan yang biasa disebut sebagai radang tenggorokan (strep throat). Faringitis disebabkan oleh peradangan di bagian belakang tenggorokan yang umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus.

Selain bakteri, peradangan pada faringitis sebenarnya juga bisa disebabkan oleh infeksi virus seperti: 

  • Virus flu biasa (common cold)
  • Virus influenza 
  • Virus mononukleosis
  • Virus campak 
  • Virus cacar air
  • Virus Corona penyebab COVID-19

2. Tonsilitis

Tonsilitis yang sering juga disebut sebagai penyakit amandel terjadi ketika ada pembengkakan dan kemerahan pada amandel (tonsil), yaitu jaringan lunak di belakang mulut. 

3. Laringitis

Laringitis terjadi ketika ada pembengkakan pada kotak atau pita suara yaitu lapisan mukosa yang terletak pada laring. Pembengkakan pada pita suara menyebabkan suara menjadi serak. 

4. Epiglotitis

Epiglotitis merupakan peradangan yang terjadi pada katup epiglotis yang terletak di belakang mulut. Penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Epiglotitis bisa membahayakan nyawa karena dapat menghalangi aliran udara di tenggorokan. 

Sementara menurut American Academy of Otolaryngology, penyakit dan kondisi lain tertentu juga bisa menjadi penyebab sakit tenggorokan, seperti:

  • Alergi

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu alergi (alergen) seperti serbuk sari, rumput, dan bulu hewan peliharaan. Reaksi berlebihan dari sistem imun menyebabkan postnasal drip (lendir dari hindung yang jatuh ke belakang tenggorokan) yang dapat mengiritasi tenggorokan.

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi di mana asam dari lambung naik ke tenggorokan. Zat asam ini bisa membakar esofagus (saluran pencernaan yang terhubung dengan tenggorokan) sehingga menyebabkan gejala sakit tenggorokan dan nyeri di bagian atas perut. 

  • Cedera

Setiap cedera yang menimbulkan luka di bagian leher bisa menyebabkan rasa sakit di tenggorokan. 

Selain jatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan, Anda bisa terkena cedera tenggorokan akibat berteriak, berbicara keras, atau bernyanyi untuk jangka waktu yang lama.

Tersedak makanan, minuman, air, atau benda asing yang tersangkut di tenggorokan juga bisa menyebabkan tenggorokan cedera hingga mengalami iritasi.

  • Tumor

Tumor di tenggorokan, pita suara atau pada lidah merupakan penyebab sakit tenggorokan yang sebenarnya tidak terlalu umum. Anda harus segera waspada dan cek ke dokter jika rasa sakit tidak hilang dalam jangka waktu yang lama.

  • Udara yang kering

Udara yang panas dan kering dapat menurunkan kelembapan di sekitar mulut dan tenggorokan. Hal ini dapat membuat tenggorokan terasa kering dan gatal. Udara yang kering kemungkinan dapat terjadi di antara peralihan musim dingin ke musim panas.

  • Asap, bahan kimia, dan zat iritasi lainnya

Nyeri di tenggorokan bisa disebabkan oleh iritasi dari polusi udara, asap rokok, zat kimia pada produk pembersih rumah tangga, dan polutan berbahaya dari lingkungan yang tercemar.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami kondisi ini?

Siapa pun memang dapat terserang kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami nyeri tenggorokan:

  • Paparan asap rokok. Perokok aktif (yang merokok) dan perokok pasif (yang menghirup asap rokok) juga dapat terkena sakit pada tenggorokannya. 
  • Alergi. Alergi terhadap debu, jamur atau bulu hewan peliharaan, lebih berisiko tinggi memicu sakit tenggorokan
  • Paparan kimia. Polutan dan limbah bahan kimia rumah tangga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan.
  • Sinusitis. Saluran drainase dari hidung dapat mengiritasi tenggorokan atau menyebarkan infeksi.
  • Berada di lingkungan yang tertutup. Infeksi virus dan bakteri dapat menyebar dengan mudah di lokasi yang terisolasi seperti pusat penitipan anak, panti, dan sekolah.
  • Kekebalan tubuh yang lemah. Anda lebih rentan terhadap infeksi secara umum jika imun kekebalan tubuh Anda rendah. Penyebab umum penurunan kekebalan tubuh: penyakit HIV, diabetes, pengobatan kemoterapi, stres, kelelahan, dan pola makan yang tidak sehat.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis penyebab dari sakit tenggorokan?

Dalam memastikan penyebab dari nyeri tenggorokan yang Anda alami, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengamati tanda-tanda dan gejala. 

Beberapa gejala bisa menandakan penyakit yang dialami berasal dari infeksi bakteri, tapi infeksi virus bisa menunjukkan gejala serupa. 

Untuk memastikan penyebabnya, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan cairan tenggorokan melalui rapid test atau yang lebih akurat yakni tes PCR. Tes dilakukan dengan mengambil sampel di tenggorokan yang selanjutnya dianalisis di laboratorium.

Selain itu, tes darah mungkin juga dilakukan jika dokter mencurigai kemungkinan penyebab dari penyakit lain. 

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati sakit tenggorokan?

Untuk nyeri tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi ringan dari pilek atau flu, sebenarnya tidak ada obat khusus untuk mengatasinya. Umumnya, kondisi Anda akan segera membaik dalam beberapa hari.

Namun, Anda dapat melakukan cara perawatan sederhana untuk mengurangi rasa sakit di tenggorokan dan mempercepat proses pemulihan melalui:

  • Mengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti sup kaldu, air hangat, atau teh herbal yang dicampur madu.
  • Berkumur dengan larutan air garam (¼ sendok garam untuk ½ gelas air) beberapa kali dalam sehari. 
  • Memperbanyak istirahat dan minum air putih.
  • Menggunakan humidifier untuk membersihkan udara serta mengingkatkan kelembapan udara yang cenderung kering di malam hari.
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi dengan pola makan yang teratur.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman dingin seperti es krim.

Untuk meredakan rasa sakit pada tenggorokan, Anda juga dapat mengonsumsi obat over-the-counter (OTC) yang dijual di apotek seperti:

  • Obat pereda nyeri seperti paracetamol (Tylenol), Ibuprofen (Advil, Motrin), dan Aspirin.
  • Lozenges (permen pelega tenggorokan)
  • Obat oles atau salep pelega yang mengandung mentol
  • Obat batuk OTC jika disertai gejala batuk

Sementara untuk gejala nyeri tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik. Pencillin adalah jenis antibiotik yang umumnya digunakan sebagai obat radang tenggorokan (disebabkan bakteri Streptococcus).

Apabila sakit tenggorokan disebabkan oleh penyakit GERD, Anda perlu mengonsumsi obat-obatan untuk masalah asam lambung seperti:

  • Obat antasida seperti Tums, Rolaids, Maalox, dan Mylanta 
  • H2 blocker seperti cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), dan ranitidine (Zantac)
  • Obat Proton pump inhibitor (PPIs) seperti lansoprazole (Prevacid 24) dan omeprazole (Prilosec, Zegerid OTC) 
  • Obat kortikosteroid dosis rendah bisa mengatasi kondisi ini tanpa menyebabkan efek samping yang serius

Tidak semua obat asam lambung ini bisa diperoleh di apotek. Untuk mengetahui obat asam lambung yang tepat menyembuhkan penyebab sakit tenggorokan Anda, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah sakit tenggorokan?

Cara terbaik untuk mencegah nyeri tenggorokan adalah dengan menghindari sumber bakteri, virus, paparan alergen atau zat iritasi yang menyebabkan Anda terinfeksi. 

Mengingat secara umum penyebab sakit tenggorokan berasal dari penyakit yang bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya, berikut adalah tips pencegahan yang bisa Anda lakukan:

  • Cuci tangan dengan benar secara menyeluruh menggunakan sabun atau hand sanitizer beralkohol. Terutama sebelum makan, sesudah makan, setelah dan sebelum menggunakan toilet, dan setelah bersin atau pun setelah batuk.
  • Hindari berbagi makanan lewat sendok garpu, piring, dan gelas dengan orang lain.
  • Hindari kontak langsung yang terlalu dekat dengan orang yang sakit flu atau penyakit menular lain untuk sementara waktu sampai mereka benar-benar sembuh.
  • Pakai masker mulut dan hidung saat bepergian ke tempat umum dan lingkungan berpolusi. 
  • Jaga kondisi badan tetap bugar dan sehat dengan cara makan makanan bergizi dan olahraga teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda memiliki keluhan dan pertanyaan lain terkait kondisi nyeri tenggorokan, segera konsultasikan ke dokter untuk memperoleh solusi terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Boleh Makan Es Krim saat Radang Tenggorokan?

Bolehkah makan es krim saat sedang radang tenggorokan? Jawabannya boleh, namun tidak untuk semua es krim. Ketahui jenis-jenis es krimnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Penyebab dan Cara Cepat Mengobati Sariawan di Tenggorokan

Sariawan yang muncul di tenggorokan tidak cuma membuat kita malas berbicara. Minum dan menelan ludah pun rasanya sakit minta ampun. Harus bagaimana, dong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 15 September 2019 . Waktu baca 7 menit

Atasi Makanan yang Tersangkut di Tenggorokan dengan Cara Ini

Makanan yang nyangkut di tenggorokan memang mengganggu dan terasa seperti akan tersedak. Nah, supaya tidak begitu fatal akibatnya, kenali cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Agustus 2019 . Waktu baca 7 menit

Sudah Sembuh dari Batuk, Kenapa Tenggorokan Masih Gatal dan Sakit?

Kadang tenggorokan tetap masih terasa gatal sampai sakit meski batuk sudah sembuh. Bisa jadi, ini hal wajar. Namun, bisa juga disebabkan hal lain. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 8 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

antibiotik untuk radang tenggorokan

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan, Kapan Perlu Mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyakit tenggorokan musiman

5 Penyakit Musiman yang Mengganggu Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 6 menit
puasa saat radang tenggorokan

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
permen pelega tenggorokan

Jangan Asal Pilih Permen Pelega Tenggorokan, Pastikan Ada Kandungan Ini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit