Bolehkah Makan Makanan Manis Saat Sedang Radang Tenggorokan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami radang tenggorokan setelah makan makanan yang manis-manis? Atau malah saat mengalami radang tenggorokan kemudian makan es krim atau permen, dan rasa sakit yang Anda rasakan menjadi lebih parah?

Tentu saja mengalami radang di tenggorokan membuat Anda sangat tidak nyaman. Rasa gatal, kering, dan terkadang perih di tenggorokan adalah  gejala yang sering dialami, dan pada beberapa kasus, makanan manis buat gejala tersebut semakin buruk. Lalu, kenapa sih makanan manis bisa bikin radang tenggorokan Anda semakin parah? Simak penjelasan selanjutnya.

Makanan manis bukan penyebab radang tenggorokan, namun…

Pada dasarnya radang tenggorokan memang terjadi akibat infeksi bakteri dan virus. Meski makanan manis tidak menyebabkan radang tenggorokan secara langsung, ada beberapa alasan yang membuat semua camilan manis yang Anda makan bisa memicu Anda mengalami kondisi tersebut, apa saja?

Makanan manis bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh

Salah satu alasan mengapa terlalu sering ‘ngemil’ makanan yang mengandung terlalu banyak gula itu tidak sehat, yaitu karena makanan manis bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda. Padahal saat mengalami penyakit infeksi seperti radang tenggorokan, yang paling Anda butuhkan adalah sistem kekebalan tubuh yang kuat agar tubuh bisa melawan virus atau bakteri yang sedang menginfeksi. Bahkan gula membuat virus dan bakteri menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Jadi, sebenarnya tubuh memerlukan vitamin C untuk meningkatkan kekebalannya, namun saat Anda mengonsumsi makanan manis terlalu banyak – yang mengandung gula tinggi – membuat jumlah vitamin C berkurang di dalam tubuh. Selain itu, gula yang dipecah oleh tubuh akan berubah bentuk menjadi glukosa, sementara vitamin C yang sudah dicerna juga mempunyai bentuk yang mirip seperti glukosa.

Saat tubuh membutuhkan vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan, ia tidak menemukan bentuk vitamin C yang dipecah, melainkan glukosa. Sehingga sistem kekebalan tubuh semakin melemah dan bakteri atau virus semakin kuat – karena mendapatkan glukosa dari tubuh.

Makanan manis membuat asam lambung naik

Walaupun gula tidak secara langsung mengakibatkan asam lambung naik, tapi gula sering terkandung di dalam makanan-makanan yang dapat meningkatkan asam lambung, seperti coeklat dan kopi. Asam lambung yang naik atau refluks ke tenggorokan akan menyebabkan sensasi panas yang disebut dengan heartburn. Kondisi ini jika sering terjadi, dapat mengakibatkan iritasi tenggorokan hingga akhirnya membuat tenggorokan meradang.

Selain itu, makanan yang manis dan mengandung gula tinggi bisa membuat timbangan berat badan Anda naik. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam sebuah jurnal Clincal Gastroenterology and Hepatology menyatakan bahwa orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berpeluang lebih besar mengalami kenaikan asam lambung ketimbang orang yang memiliki berat badan ideal. Sehingga, sebaiknya kurangi asupan gula Anda dalam sehari.

Makan es krim saat radang tenggorokan justru bisa membantu

Es krim termasuk makanan manis, tapi bukan berarti Anda tidak boleh memakannya saat mengalami radang tenggorokan. Justru sebaliknya, sebuah riset menemukan bahwa  makanan lunak dan mudah dicerna seperti es krim adalah jenis makanan yang paling baik untuk orang yang mengalami radang tenggorokan.

Tetapi, tentu saja lihat dulu nilai zat gizi dari es krim yang akan Anda makan, apakah mengandung gula yang tinggi atau tidak. Sebenarnya tidak masalah jika Anda sesekali makan makanan yang manis ketika mengalami radang, yang terpenting adalah membatasi jumlah gula dan jangan terlalu sering frekuensi memakannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit