home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Menguak Manfaat Bawang Putih untuk Mengatasi Sakit Telinga

Menguak Manfaat Bawang Putih untuk Mengatasi Sakit Telinga

Selama ini, Anda mungkin mengenal bawang putih sebagai bumbu yang memberikan cita rasa gurih dan sedap pada masakan. Tak hanya itu, bawang putih juga telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional sejak zaman dahulu untuk mengatasi infeksi. Nah, salah satu jenis infeksi yang konon dapat ditangani dengan bawang putih adalah gangguan telinga atau infeksi telinga. Apa saja manfaat yang terkandung dalam bawang putih untuk telinga dan apa yang perlu diperhatikan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Manfaat bawang putih untuk infeksi telinga

telinga bengkak

Bawang putih yang memiliki nama Latin Allium sativum adalah tanaman yang mudah ditemukan di hampir seluruh jenis masakan sebagai bumbu.

Selain untuk menyedapkan rasa makanan, bawang putih telah digunakan secara turun-temurun sebagai obat tradisional.

Hal ini berkat kandungan antivirus, antibakteri, serta antijamur yang terkandung di dalam bawang putih.

Ditambah lagi, bawang putih juga dilengkapi dengan sifat anti-inflamasi sehingga bisa membantu mengurangi peradangan serta rasa sakit.

Beberapa orang meyakini bahwa pemakaian bawang putih juga dapat mengatasi berbagai jenis infeksi, salah satunya adalah infeksi telinga.

Apakah hal ini benar adanya? Manfaat bawang putih untuk telinga sudah dikaji dalam beberapa penelitian.

Salah satunya adalah sebuah studi dari jurnal Turkish Archives of Otorhinolaryngology.

Studi tersebut bertujuan untuk membuktikan efek bawang putih terhadap mikroorganisme yang menjadi penyebab infeksi telinga tengah atau otitis media, seperti:

  • Escherichia coli,
  • Staphylococcus aureus,
  • Candida albicans, dan
  • Acinetobacter baumannii.

Hasilnya, kandungan allicin dan s-allyl cysteine (SAC) di dalam bawang putih mampu melawan mikroorganisme penyebab otitis media, bahkan dalam kadar rendah sekalipun.

Selain otitis media, bawang putih juga dipercaya ampuh mengatasi gejala masalah telinga lainnya, seperti tinnitus (telinga berdering).

Terlepas dari efeknya terhadap infeksi telinga, memakan bawang putih juga dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh Anda dalam melawan penyakit, termasuk infeksi.

Oleh karena itu, manfaat bawang putih tak hanya baik untuk mengatasi infeksi telinga, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh secara keseluruhan agar lebih efektif dalam melawan penyakit.

Penting! Perhatikan ini saat memakai bawang putih untuk telinga

Benjolan di Daun Telinga

Beberapa orang percaya bahwa untuk mendapatkan manfaat bawang putih, Anda sebaiknya mengolahnya menjadi minyak sehingga lebih mudah digunakan untuk masalah telinga.

Akan tetapi, pengobatan alami masalah telinga dengan minyak bawang putih juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Ini karena mengoleskan minyak bawang putih ke kulit berisiko menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Tak semua orang memiliki kulit yang toleran terhadap paparan bawang putih.

Berbagai efek samping yang mungkin timbul akibat mengoleskan minyak bawang putih adalah:

  • iritasi kulit,
  • sensasi terbakar, dan
  • kulit kemerahan.

Efek samping mungkin akan lebih parah jika ternyata ada luka di dalam telinga, misalnya kondisi gendang telinga terluka atau pecah.

Pemakaian obat alami tanpa pengawasan yang tepat justru akan memperparah kondisi Anda.

Di samping itu, minyak bawang putih yang kurang steril bisa saja terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum.

Bakteri C. botulinum ini berisiko menghasilkan racun botulinum di makanan yang terkontaminasi atau menyebabkan penyakit botulisme (keracunan serius).

Dengan kata lain, akan lebih baik apabila Anda tidak serta-merta membuat minyak bawang putih dan meneteskannya ke dalam telinga untuk menghindari risiko yang tak diinginkan.

Anda bisa tetap mendapatkan manfaat bawang putih untuk telinga dengan cara memakan mentah-mentah atau diolah dengan masakan lainnya.

Ingat, pastikan Anda mencuci bawang putih terlebih dahulu untuk mencegah risiko keracunan bakteri atau mikroorganisme lainnya.

Untuk pemakaian obat-obatan tradisional atau alami jenis apa saja, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Cara lain mengobati dan mencegah infeksi telinga

pengobatan granuloma paru

Selain dengan mendapatkan manfaat dari bawang putih, Anda juga bisa melakukan cara lain untuk mengobati infeksi telinga.

Pada dasarnya, infeksi telinga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan apa pun. Namun, Anda bisa coba beberapa cara di bawah ini.

  • Gunakan kompres hangat atau dingin, kemudian letakkan di telinga yang bermasalah.
  • Minum obat pereda nyeri yang tersedia di apotek, seperti ibuprofen atau parasetamol.
  • Tidur dengan posisi miring. Jika telinga kiri Anda bermasalah, tidurlah di sisi kanan tubuh Anda, begitu pula sebaliknya.

Apabila gejala infeksi telinga bertahan setelah 2-3 hari meski Anda sudah mencoba cara-cara di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ear infection (middle ear) – Mayo Clinic. (2019). Retrieved May 11, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/diagnosis-treatment/drc-20351622 

3 Home Remedies for an Ear Infection – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved May 11, 2021, from https://health.clevelandclinic.org/3-home-remedies-for-an-ear-infection/ 

What is Foodborne Botulism? – California Department of Public Health. (2015). Retrieved May 11, 2021, from https://www.cdph.ca.gov/Programs/CEH/DFDCS/CDPH%20Document%20Library/FDB/FoodSafetyProgram/Cannery/FoodborneBotulism.pdf 

Schäfer, G., & Kaschula, C. (2014). The Immunomodulation and Anti-Inflammatory Effects of Garlic Organosulfur Compounds in Cancer Chemoprevention. Anti-Cancer Agents In Medicinal Chemistry, 14(2), 233-240. https://doi.org/10.2174/18715206113136660370

Lanzotti, V., Barile, E., Antignani, V., Bonanomi, G., & Scala, F. (2012). Antifungal saponins from bulbs of garlic, Allium sativum L. var. Voghiera. Phytochemistry, 78, 126-134. https://doi.org/10.1016/j.phytochem.2012.03.009

Bayan, L., Koulivand, PH., Gorji, A. (2014). Garlic: a review of potential therapeutic effects. Avicenna Journal of Phytomedicine, 4(1), 1-14. 

Keles, M. K., Bayram, Y., & Durmus, M. (2015). How fast can a naturopathic medicine cause skin burn? a case report of garlic burn. Annals of burns and fire disasters, 28(3), 228–229.

Uzun, L., Dal, T., Kalcıoğlu, M. T., Yürek, M., Açıkgöz, Z. C., & Durmaz, R. (2019). Antimicrobial Activity of Garlic Derivatives on Common Causative Microorganisms of the External Ear Canal and Chronic Middle Ear Infections. Turkish archives of otorhinolaryngology, 57(4), 161–165. https://doi.org/10.5152/tao.2019.4413 

Mozaffari Nejad, A. S., Shabani, S., Bayat, M., & Hosseini, S. E. (2014). Antibacterial Effect of Garlic Aqueous Extract on Staphylococcus aureus in Hamburger. Jundishapur journal of microbiology, 7(11), e13134. https://doi.org/10.5812/jjm.13134

Yadav, S., Trivedi, N. A., & Bhatt, J. D. (2015). Antimicrobial activity of fresh garlic juice: An in vitro study. Ayu, 36(2), 203–207. https://doi.org/10.4103/0974-8520.175548

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 15/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team