home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebaiknya Harus Seberapa Sering Cuci Hidung?

Sebaiknya Harus Seberapa Sering Cuci Hidung?

Ngupil bukanlah cara yang tepat untuk membersihkan hidung. Agar hidung senantiasa bersih, Anda dapat membersihkan hidung dengan cara dicuci. Namun, harus berapa kali cuci hidung? Bagaimana caranya?

Cuci hidung pakai air, boleh?

Tindakan Cuci Hidung pada Anak. Boleh atau Tidak

Membersihkan hidung tidak disarankan pakai aliran air keran. Air keran belum tentu steril dan bebas bakteri sehingga tetap berisiko untuk hidung Anda.

Cuci hidung sebaiknya menggunakan semprotan saline yang dijual di toko obat atau apotek. Semprotan hidung ini adalah cairan garam isotonik steril. Kenapa harus pakai ini? Kadar pH cairan saline mirip dengan pH cairan tubuh sehingga tidak akan mengacaukan ekosistem dalam hidung.

Semprotan saline juga membantu menjaga silia hidung tetap sehat. Silia adalah rambut-rambut kecil dalam hidung yang berfungsi membantu melembabkan udara yang masuk ke paru-paru, menjebak bakteri agar tidak sampai masuk ke dalam tubuh, dan membantu meningkatkan indera penciuman Anda.

Selain itu, semprotan saline juga dapat mengencerkan lendir yang bikin hidung tersumbat. Itu kenapa semprotan ini juga dapat membantu mengatasi gejala alergi rinitis dan sinusitis.

Bagaimana cara cuci hidung yang benar?

  • Pertama, siapkan semprotan hidung saline. Lalu, posisikan kepala Anda agak condong ke depan dan miringkan sedikit. Boleh miring ke kanan atau kiri sesuai kenyamanan Anda.
  • Saat memasukkan air saline, masukkan ke lubang hidung posisi atas dalam kondisi kepala miring. Misalnya apabila miring ke kiri, masukkan ke lubang hidung kanan, dan sebaliknya.
  • Pelan-pelan semprotkan air ke dalam lubang hidung. Jangan dihirp, tapi biarkan air keluar dari lubang hidung yang satu lagi.
  • Setelahnya, tukar posisi untuk mengalirkan air ke lubang hidung yang belum disemprot.
  • Keluarkan air dari hidung seperti membuang ingus, tapi dengan lembut, jangan terlalu kencang.

Buat semprotan hidung sendiri

Sebetulnya, Anda dapat dengan mudah membuat cairan semprot hidung sendiri di rumah. Alat yang Anda butuhkan adalah, garam non-yodium, baking soda, jarum suntik, neti pot, dan botol atau wadah plastik.

Untuk membuat larutan saline, campurkan 3 sendok teh garam non-yodium dan satu sendok teh soda kue. Simpan ramuan saline ini dalam wadah atau toples kecil yang bersih.

Bila Anda ingin mencuci hidung, campur satu sendok teh ramuan saline ke dalam secangkir air bersih yang sudah direbus dan didinginkan dalam suhu normal.

Setelahnya, masukkan ke dalam neti pot dan cuci hidung Anda.

Lalu, harus berapa kali cuci hidung?

Cuci hidung sebaiknya dilakukan satu kali sehari saja, utamanya pada malam hari. Kenapa malam-malam?

Mencuci hidung di malam hari akan sekaligus membersihkan semua kotoran yang masuk dan menumpuk dalam hidung setelah Anda memakainya untuk menghirup udara luar.

Selain akan jadi upil, kotoran yang dibiarkan terus tinggal dalam hidung dapat berpotensi menyebabkan infeksi di dalam hidung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Saline spray https://www.webmd.com/allergies/saline-spray#1 diakses pada 04 Januari 2019.

Nasal saline spray https://www.verywellhealth.com/nasal-saline-spray-770603 diakses pada 04 Januari 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 18/01/2019
x