home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Wanita Bisa Orgasme Lewat Seks Anal?

Apakah Wanita Bisa Orgasme Lewat Seks Anal?

Orgasme merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam berhubungan seksual. Pada umumnya, wanita orgasme lewat rangsangan klitoris dan payudara. Namun, pernahkah Anda penasaran apakah wanita juga bisa orgasme lewat seks anal?

Bisakah wanita orgasme lewat seks anal?

Seks anal adalah seks penetrasi penis ke lubang anus alias dubur. Banyak orang yang memandang seks anal sebagai aktivitas seksual alternatif selain seks penetrasi vaginal maupun oral, karena anus juga termasuk area sensual. Anus dipenuhi dengan ujung saraf sehingga ia sangat sensitif terhadap rangsangan seksual.

Menurut Patricia Johnson. penulis buku dari Partners in Passion dan Great Sex Made Simple, wanita orgasme lewat seks anal bukanlah yang mustahil. Johnson mengatakan bahwa stimulasi saraf di bagian dubur dan perineal (area antara lubang anus dan lubang wagina) bisa merangsang jaringan saraf pelvis dan genus, yang mana keduanya berperan dalam terjadinya orgasme.

Tetapi, melakukan seks anal ada risikonya

Meski banyak orang menganggap seks anal sebagai petualangan baru untuk mencapai orgasme, namun aktivitas seksual ini tetap memiliki sejumlah risiko. Dilansir dari WebMD, penetrasi anal dapat merobek jaringan bagian dalam anus, yang memungkinkan bakteri dan virus untuk memasuki aliran darah.

Jaringan eksternal pada anus memiliki lapisan sel mati yang berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi. Jaringan di dalam anus tidak memiliki perlindungan alami ini, sehingga ia rentan robek dan mengalami penyebaran infeksi. Hal ini dapat mengakibatkan penyebaran infeksi menular seksual, termasuk HIV.

Studi telah menunjukkan bahwa risiko anus terpapar HIV adalah 30 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pasangan yang melakukan seks vaginal. Paparan human papillomavirus (HPV) juga dapat menyebabkan perkembangan kutil anus dan kanker anus.

Melakukan seks anal secara berulang juga dapat menyebabkan lemahnya sfingter anal. Hal ini dapat menyebabkan Anda sulit untuk menahan buang air besar. Mempraktikkan seks vaginal setelah seks anal juga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing dan infeksi pada vagina.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan seks anal

Hal yang penting sebelum melaakukan seks anal adalah menjaga kebersihan penis maupun dubur. Anda tetap perlu menggunakan kondom untuk sesi bercinta lewat dubur ini. Perlu diketahui ja ugbahwa anus tidak memiliki cairan lubrikasi alami seperti pada vagina.

Oleh karena itu, gunakanlah bantuan pelumas seks untuk melancarkan penetrasi agar tidak terasa sakit. Untuk seks anal, sebaiknya pilih pelumas yang mengandung benzocaine untuk mengurangi rasa sakit dan membuat penetrasi terasa lebih nyaman.

Sebelum semua ini, penting untuk membicarakan seks anal dengan pasangan sebelum Anda benar-benar memulainya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6 types female orgasms for better sex life http://www.medicaldaily.com/pleasuring-woman-6-types-female-orgasms-better-sex-life-395651 Diakses pada 29 November 2017.

Anal sex health concern http://www.webmd.com/sex/anal-sex-health-concerns#1 Diakses pada 29 November 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 15/10/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x