home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Wanita Lebih Emosional dari Pria Sehabis Seks?

Kenapa Wanita Lebih Emosional dari Pria Sehabis Seks?

Pertanyaan ini sudah lama jadi perdebatan, benarkah wanita lebih emosional dari pria? Contohnya saja, pengaruh hubungan seks pada emosi pria dan wanita. Katanya, wanita lebih baper sehabis berhubungan seks, sedangkan pria lebih santai kelihatannya daripada wanita. Benarkah seperti itu?

Mengapa wanita lebih emosional dari pria?

Perempuan cenderung memberi nilai lebih untuk seks ketimbang pria. Jadi, tidak heran kalau wanita mudah untuk baper setelah berhubungan seks. Mengapa demikian? Ternyata ada alasan biologis mengapa wanita lebih emosional dari pria.

Saat berhubungan seks, hormon oksitosin akan dilepaskan baik sepanjang aktivitas seks hingga saat orgasme pada pria dan wanita. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan rasa percaya pada pasangan, membuat Anda merasa lebih terhubung satu sama lain, dan bisa mengurangi stres. Nah, oksitosin pada tubuh wanita dan pria ini berbeda porsi dan efeknya.

Meski hormon oksitosin dirancang untuk membuat pria dan wanita saling terikat satu sama lain, nyatanya keberadaan hormon lain di tubuh pria dan wanita akan membuat itu semua jadi berbeda. Berbeda seperti apa?

Begini, wanita punya hormon estrogen dan pria memiliki testosteron. Hormon estrogen wanita ini jika bertemu dengan oksitosin, efeknya akan meningkatkan perasaan emosional tadi, jadi lebih terikat dan lebih menenangkan para wanita. Berbeda dengan pria, ketika testosteron berjumpa dengan oksitosin, yang terjadi hormon oksitosin tersebut malah meredup dan tidak meningkat. Itulah mengapa efeknya adalah wanita akan merasa lebih terkoneksi secara emosional daripada pria, setelah berhubungan seks.

Perbedaan pria dan wanita ini juga sangat jelas saat mereka menerima rangsangan seksual. Pria dengan gampang bisa ereksi lalu orgasme dengan sendirinya ketika melihat tubuh wanita tanpa busana atau bahkan berpakaian minim. Dengan birahinya ini, ia pasti akan menuntaskan hasrat seksualnya dalam waktu dekat.

Tapi kalau wanita? Wanita adalah makhluk yang sangat sulit dimengerti. Hasrat seksnya tidak begitu saja ada dan muncul, dan belum tentu harus ia tuntaskan. Ketika merasa ingin berhubungan seksual, pria akan mencari tempat dan pasangan untuk melakukannya, tetapi wanita akan mencari alasan yang tepat untuk melakukannya.

Lalu, adakah cara agar wanita tidak terlalu emosional sehabis berhubungan seks?

Pastinya ada. Untuk wanita, yang perlu diingatkan adalah, pria dan wanita itu berbeda. Wanita tidak boleh berharap bahwa gejolak emosio yang terjadi pada dirinya dan pasangan akan sama. Tanamkan kepada pikiran sendiri, bahwa “tidak baper” adalah salah satu cara kaum wanita untuk mengatur emosi mereka. Ingat, perasaan emosional ini bisa saja datangnya dari hormon, jadi tidak perlu terlalu dipusingkan.

Setelah itu, semua kembali lagi tergantung pada perasaan emosional masing-masing. Wanita akan mencari seorang pria yang secara emosional bersedia saling terbuka, dan jujur. Karena, hal ini dapat memberi jaminan emosional bahwa pria tersebut akan tetap terikat sehabis berhubungan seks.

Inilah yang penting dilakukan oleh pria, penting untuk menyampaikan kejujuran saat hendak bertemu wanita. Dibutuhkan juga komunikasi yang jelas dari semua sisi, agar tidak terjadi ketimpangan emosi setelah tubuh saling terhubung satu sama lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why are Women More Emotional About Sex than Men http://www.telegraph.co.uk/women/sex/10695940/Why-are-women-more-emotional-about-sex-than-men.html Diakses pada 14 Maret 2017

Are Woman More Emotional ? https://www.psychologytoday.com/blog/sexual-personalities/201504/are-women-more-emotional-men Diakses pada 14 Maret 2017

Why You have Negative Feeling After Sex http://sciencenordic.com/why-you-have-negative-feelings-after-sex Diakses pada 14 Maret 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 22/03/2017
x