6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Seks Tanpa Kondom

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Menurut WHO, setiap tahun ada sekitar 17 juta anak perempuan muda berusia kurang dari 19 tahun yang melahirkan  dari hubungan seks tanpa kondom — baik dari kurangnya informasi tentang kontrasepsi, atau di bawah paksaan. Sekitar 3 juta anak perempuan ini menjalani aborsi ilegal setiap tahunnya. Sebagian besar fenomena ini terjadi pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Remaja maupun dewasa, tetap tak bisa dipungkiri seks berpengaman sangatlah penting. Tapi ada banyak alasan lain yang dapat menyebabkan seks jadi tidak aman — kondom sobek, kelupaan dosis pil KB, seks spontan, atau hanya murni ketidakpedulian.

Memiliki rencana cadangan darurat sangat penting, terutama jika Anda tidak menggunakan perlindungan. Inilah yang perlu Anda ketahui untuk memastikan Anda tetap OK setelah seks tanpa kondom.

Yang harus dilakukan setelah berhubungan seks tanpa kondom

1. Langsung buang air kecil

Untuk sementara, kesampingkan terlebih dahulu kekhawatiran Anda soal kehamilan dan penyakit menular. Tak banyak yang bisa Anda perbuat untuk itu pada saat ini. Sekarang, lebih baik untuk menggeser seluruh fokus Anda demi menekan risiko penyakit saluran kencing. Sekitar 80 persen wanita tertular infeksi saluran kencing (ISK) setelah berhubungan seks tanpa kondom dalam 24 jam terakhir.

BACA JUGA: Kenapa Wanita Lebih Sering Terkena Infeksi Saluran Kencing?

Salah satu cara yang paling efektif bagi siapa saja (ya, termasuk pria!) untuk menghindari ISK adalah untuk pipis tak lama setelah berhubungan seks. Urin yang mengalir akan menyapu segala macam bakteri keluar bersamanya, sehingga membersihkan saluran kemih.

Untuk wanita, satu hal yang jangan pernah Anda lakukan setelah berhubungan seks tanpa kondom adalah untuk membersihkan vagina dengan douching alias semprotan pembersih vagina. Douching mengubah keseimbangan normal ragi dan bakteri dalam saluran reproduksi, yang dapat meningkatkan risiko infeksi panggul dan infeksi lainnya.

2. Pahami risiko Anda terhadap penyakit kelamin

Angka kejadian penyakit seks menular akibat seks berisiko di Indonesia terus meningkat. Tapi, risiko Anda terinfeksi setelah hubungan seks tanpa pengaman tidak selamanya 100 persen ketok palu. Faktor-faktor yang menentukan termasuk lokasi geografis (daerah tertentu memiliki kecenderungan endemik penyakit tertentu); seberapa baik sistem imun tubuh Anda saat itu untuk memerangi serangan virus; atau apakah Anda memiliki luka terbuka pada vagina, penis, anus, mulut, atau area lain yang memiliki akses mudah kontak antar kulit atau terpapar cairan.

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Terkena HIV?

3. Gunakan pil KB darurat

Jika Anda baru saja berhubungan seks tanpa kondom namun juga tidak menggunakan kontrasepsi lainnya, minum pil KB darurat (morning-after pill) beberapa jam setelah hubungan seksual spontan. Pil KB darurat dijual bebas di apotek dan terbukti 89% ampuh mencegah kehamilan yang tak diinginkan ketika dikonsumsi dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seks — dan 95 persen efektif jika dikonsumsi dalam 24 jam.

4. Cek dan ricek tubuh Anda

Hubungan seks tanpa kondom meningkatkan kemungkinan memperoleh infeksi seks menular, sama tingginya baik pada pria dan wanita. Infeksi bisa tetap aktif tapa menunjukkan gejala apapun selama bertahun-tahun. Namun, perhatikan tanda-tanda umum berikut ini yang dapat memberikan Anda sinyal bahwa segala sesuatu tidak normal dengan tubuh setelah tindakan tersebut: perdarahan genital tanpa sebab, rasa sakit saat buang air kecil, rasa sakit saat berhubungan seks, ruam dan luka pada kulit (termasuk di area genital).

BACA JUGA: 9 Penyakit Kelamin yang Mungkin Anda Idap Tanpa Anda Sadari

Bagi wanita, gejala termasuk cairan vagina yang beda dari biasanya — perubahan volume, konsistensi (misalnya, cair dan berbongkah), atau warna (keruh, lebih putih susu, atau merah muda/berdarah) — serta bau yang tidak biasa (amis, busuk) dan terasa gatal atau nyeri.

5. Jalani tes kelamin

Para ahli merekomendasikan mendapatkan tes penyakit kelamin untuk gonore, klamidia, sifilis, HIV, serta hepatitis B dan C dalam beberapa minggu setelah hubungan seks tanpa kondom. Untuk kasus seperti herpes, dokter harus benar-benar menyeka luka terbuka untuk memastikan bahwa itu benjolan herpes, jadi setelah luka sembuh — bisa kempes dalam beberapa hari — tidak ada lagi yang bisa diuji.

Jadi jika mendadak muncul benjolan tanpa sebab muncul di area genital atau di sekitar mulut Anda, hubungi dokter Anda saat itu juga untuk mendapatkan tes. Jika hasil tes negatif, Anda akan perlu kembali lagi enam bulan mendatang untuk menjalankan tes sekali lagi agar benar-benar yakin.

Catatan: Terlepas dari apakah Anda perempuan atau laki-laki, gay atau heteroseksual, jika Anda berpikir ada sedikit saja kemungkinan Anda telah terpapar HIV, segera beri tahu petugas medis atau dokter ruang gawat darurat terdekat. Anda mungkin akan diresepkan PEP, terapi per 28 hari yang dapat mencegah HIV dari menguasai tubuh Anda.

6. Tes kehamilan di rumah

Minum pil KB darurat tidak menjamin Anda terbebas dari kehamilan. Sebuah studi dikutip dari Health, melaporkan bahwa wanita yang minum KB darurat masih memiliki peluang 1,8-2,6% untuk hamil. Jika Anda memiliki keraguan tentang kehamilan yang tidak diinginkan dan menstruasi Anda terlambat seminggu di bulan berikutnya, lakukan tes kehamilan di rumah untuk memastikan status Anda.

BACA JUGA: Penyebab Alat Tes Kehamilan Menunjukkan Hasil yang Salah

Tetapi jika Anda ingin tahu pasti — dan secepat mungkin — jadwalkan janji temu dengan dokter kandungan. Dokter dapat menguji darah Anda untuk menemukan penanda kehamilan. Ingat, semakin cepat Anda mencari tahu tentang kehamilan yang tidak direncanakan, semakin baik.

Bagaimana cara mencegah risiko dari berhubungan seks tanpa kondom?

Dengan kehamilan, Anda bisa bernapas lega setelah tes darah Anda menunjukkan hasil negatif. Sayangnya, Anda tidak memiliki jaminan yang sama dengan infeksi menular seksual. Seseorang dapat berhubungan seks dan terinfeksi, tetapi tidak memiliki gejala nyata bahkan setelah tahunan. Oleh karena itu, penting untuk menjalani tes kelamin setiap tahun dan selalu gunakan kondom dengan semua pasangan seks di masa depan.

Jangan malu untuk meminta — dengan lugas — pada partner Anda untuk menggunakan kondom. Tidak ada rasa malu dalam bersikeras menjaga Anda berdua tetap aman. Jika ia tidak memiliki kondom, Anda bisa selalu siap siaga dengan simpanan kondom Anda sendiri. Juga penting untuk dicatat: Jika kondom sobek, semua peraturan di atas masih berlaku.

Dengan bayangan kehamilan yang tidak diinginkan dan potensi penyakit menular, seks kasual yang sembrono bisa menjadi senjata utama bagi Anda menyalahkan diri sendiri. Tapi, jika nasi telah menjadi bubur, gunakan itu sebagai faktor motivasi. Yang Anda dapat lakukan adalah memperkaya diri dengan segala informasi dan belajar untuk lebih bertanggung jawab di waktu lain.

BACA JUGA: Tanda-tanda Hamil yang Mungkin Tidak Anda Duga

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Ampuh Buat Istri Bantu Suami Lebih Tahan Lama di Ranjang

Siapa yang tidak ingin suami tahan lama di ranjang. Sayangnya, tidak semuanya bisa begitu. Anda bisa membantu suami bercinta lebih lama dengan tips ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Konten Bersponsor
tahan lama di ranjang
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Sunat tak bisa dipisahkan dari tradisi budaya dan agama. Bagaimana dari sisi medis? Lebih sehat disunat atau tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menentukan Ukuran Kondom yang Tepat untuk Anda

Meski kesannya sepele, ukuran kondom yang tidak sesuai dengan penis Anda bisa menimbulkan berbagai bahaya. Bagaimana menentukan ukuran kondom yang pas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Hiperseksual, Gangguan yang Menyebabkan Kecanduan Seks

Hypersex ditandai dengan ketidakpuasan meski sudah melakukan banyak aktivitas seksual. Sebaiknya jangan dibiarkan karena dampaknya bukan hanya pada kesehatan mental.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Tips Seks 13 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab kondom sobek

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Pasangan mengalami masalah disfungsi seksual

Disfungsi Seksual

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
lama tidak berhubungan intim

Lama Tidak Berhubungan Intim, Apa Saja Efeknya Bagi Tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
air mani pria

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit