home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas! Meniup Vagina Bisa Berakibat Sangat Fatal

Awas! Meniup Vagina Bisa Berakibat Sangat Fatal

Ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan, Anda dan pasangan pasti ingin melakukan beberapa variasi agar seks lebih menarik. Tidak ada salahnya memang, tapi Anda perlu tahu bahwa ada hal-hal yang terlihat biasa saja, faktanya justru bisa berbahaya. Contohnya, saat melakukan oral seks, meniup vagina mungkin terlihat sepele dan ‘menggoda’, padahal ada banyak risiko di balik aksi itu.

Apa yang terjadi kalau kita meniup vagina?

Berikut ini beberapa kondisi yang mungkin saja bisa terjadi jika seseorang meniup vagina dengan kekuatan kencang:

1. Emboli udara

Meniup vagina dapat menyebabkan kondisi yang disebut emboli udara. Memang jarang sekali kasus seperti ini terjadi, karena emboli udara dapat terjadi jika ada luka di vagina atau rahim. Emboli udara seringnya terjadi karena adanya udara yang tidak normal pada sistem kardiovaskular. Biasanya kondisi ini lebih mungkin terjadi pada perempuan yang pembuluh panggulnya membesar karena trauma atau kehamilan. Udara yang ditiupkan ke dalam vagina dapat menyebabkan udara masuk ke pembuluh darah, risiko penyumbatan pun bisa terjadi.

Gelembung udara tersebut tidak hanya masuk ke pembuluh darah, tapi juga bisa berjalan ke otak, paru-paru, dan fatalnya dapat masuk ke jantung. Risiko yang ditimbulkan saat gelembung udara masuk ke jantung adalah serangan jantung dan stroke. Selain itu, gagal pernapasan pun bisa terjadi.

Kondisi gelembung udara di dalam tubuh ini tak hanya bisa disebabkan oleh meniup vagina, tapi juga bisa terjadi sebagai dampak dari prosedur operasi dan penyuntikan, serta trauma pada paru-paru. Gejala dari emboli udara yang berat adalah kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri sendi, stroke, kehilangan kesadaran, dan tekanan darah rendah.

Ketika Anda terdeteksi mengalami emboli udara, dokter akan mengarahkan posisi duduk yang tepat untuk membantu menghentikan emboli udara berdampak pada otak, jantung, dan paru-paru. Pada kasus yang parah, operasi dapat menjadi alternatif untuk mengatasi emboli udara.

2. Pneumoperitoneum

Selain kondisi emboli udara, risiko lainnya adalah pneumoperitoneum, yaitu gas bebas yang terjebak dalam rongga peritoneum (membran yang melapisi rongga perut dan panggul), tapi berada di luar lumen usus. Salah satu penyebab dari pneumoperitoneum adalah meniupkan udara pada vagina. Anda atau pasangan Anda mungkin ingin mengecup vagina sambil bermain-main dengan cara meniup-niupkan udara, untuk memberi sensasi menyenangkan yang perempuan rasakan. Namun, terkadang udara yang tertiup tidak terhitung jumlahnya. Mungkin Anda dan pasangan merasa bahwa udara tersebut tidaklah membawa pengaruh. Faktanya, tanpa kita sadari udara tersebut dapat masuk dalam jumlah yang besar. Udara menemukan jalan menuju rahim, menyebar melalui tuba fallopi, lalu ke perut, dan akhirnya kondisi pneumoperitoneum pun terjadi.

Kondisi pneumoperitoneum dikaitkan dengan potensi bahaya perforasi aliasnya berlubangnya usus. Selain disebabkan oleh meniup vagina, kondisi ini juga bisa terjadi pada:

  • Pasien yang telah menjalani histerektomi (pengangkatan rahim)
  • Perempuan hamil dan baru saja melahirkan.

Meniup vagina saat seorang wanita sedang hamil juga dapat menyebabkan udara dalam jumlah banyak masuk ke pembuluh darah rahim, berujung pada emboli udara yang mematikan

Seberapa fatal dampak meniupkan udara pada vagina?

Tingkat keseriusan dari penyumbatan tergantung pada bagian tubuh mana yang terkena pasokan pembuluh darah yang mengandung gelembung udara, contohnya:

  • Anda mungkin akan kehilangan kesadaran tiba-tiba, jika gelembung tersebut dialirkan arteri menuju ke otak. Selain kehilangan kesadaran, kejang dan stroke juga bisa terjadi.
  • Jika gelembung udara terdapat pada arteri koroner, ini dapat menyebabkan serangan jantung, atau denyut jantung yang tidak normal.
  • Ketika emboli udara terjadi pada pembuluh darah paru-paru, ini dapat menyebabkan emboli paru-paru.

Jadi, meniup vagina boleh atau tidak?

Tidak hanya melalui seks oral yang melibatkan tiupan pada vagina, tetapi juga ada beberapa posisi seks yang dapat memicu terjadinya emboli udara, bisa juga dengan cara memasukkan jari pada vagina. Jadi, ketika Anda atau pasangan merasakan sensasi menyenangkan saat vagina diberikan tiupan-tiupan, kembali ingat risiko yang ditimbulkan. Memang jumlah udara yang kecil tidak terlalu berisiko, namun kita tidak bisa mengukur berapa persisnya jumlah udara yang masuk.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sexual Activity as Cause for Non-Surgical Pneumoperitoneum. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3113190/ Accessed November 23rd 2016.

Air Embolism. http://www.healthline.com/health/air-embolism#Treatment5 Accessed November 23rd 2016.

Air Embolism. http://www.nhs.uk/Conditions/Air-embolism/Pages/Introduction.aspx Accessed November 23rd 2016.

Is blowing air into the vagina dangerous? http://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/blowing-air-vagina-dangerous Accessed November 23rd 2016.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Rizki Pratiwi pada 02/12/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x