home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Fingering, Permainan Jari Saat Bercinta yang Perlu Diperhatikan Tips dan Risikonya

Fingering, Permainan Jari Saat Bercinta yang Perlu Diperhatikan Tips dan Risikonya

Aktivitas seks tidak terbatas di penetrasi saja. Ada berbagai variasi yang bisa dilakukan untuk menikmati keintiman bersama pasangan, salah satunya fingering. Teknik memasukkan dan memainkan jari di dalam vagina atau lubang anus ini bisa menjadi alternatif untuk menambah kenikmatan saat bercinta. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu sebelum menjajal teknik ini. Apa saja, ya?

Apa itu fingering?

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Fingering adalah aktivitas seks (sex) ketika satu jari atau lebih dimasukkan ke dalam vagina atau lubang anus.

Fingering sering kali dianggap sebagai bagian dari foreplay sebelum masuk ke babak penetrasi penis yang sesungguhnya.

Tidak jarang juga teknik “main jari” justru menjadi andalan utama untuk menikmati hubungan seks tanpa perlu penetrasi.

Pasalnya, dengan teknik yang tepat, permainan jari ini bisa membuat wanita orgasme meski penetrasi penis tidak dilakukan.

Namun kadang, taktik permainan jari ini bisa langsung dikerahkan di awal tanpa memakai aba-aba atau persiapan yang matang.

Salah satu faktor terbesarnya mungkin karena sudah sama-sama “kepalang basah”.

Akibatnya, seringkali kegiatan memasukkan jari ke vagina ini dilakukan dengan menggunakan tangan yang masih kotor.

Sebelum sembarangan memasukkan jari ke dalam organ intim pasangan, coba ingat-ingat dulu apakah Anda sudah cuci tangan atau belum?

Asal melakukan fingering tanpa memperhatikan kebersihan bisa berisiko membahayakan kesehatan, lho.

Fingering tanpa cuci tangan ternyata berisiko buat kesehatan

cuci tangan

Jika Anda tidak cuci tangan dulu, fingering dengan tangan kotor bisa berdampak pada kebersihan dan kesehatan organ intim, entah itu vagina atau anus.

Jaringan kulit organ intim, baik itu dinding dalam vagina maupun kulit sekitar anus (dubur), punya tekstur yang tipis dan sangat sensitif.

Seperti dilansir dari laman Teen’s Health, gesekan dan tekanan dari fingering sendiri saja sudah bisa menyebabkan iritasi pada organ intim.

Ketika dimasuki oleh tangan yang kotor, segala macam kuman yang tadinya bermukim di telapak kulit atau jari tangan tersebut dapat berpindah ke dalam vagina.

Hal ini dapat memperbesar risiko iritasi, bahkan memicu terjadinya infeksi pada organ intim Anda maupun pasangan.

Apa saja bahaya dari fingering?

kutu kelamin kutu kemaluan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, permainan jari ini berisiko menyebabkan iritasi pada alat kelamin.

Bahkan, peluang untuk terkena infeksi jauh lebih besar jika fingering sampai menimbulkan luka atau lecet pada kulit kelamin.

Tak hanya itu, memasukkan jari terlalu kasar ke dalam vagina juga berisiko menimbulkan perdarahan.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika selaput dara yang melapisi dinding vagina robek. Namun, robeknya selaput dara bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Hal yang perlu diwaspadai adalah risiko gangguan kesehatan akibat fingering yang tidak dilakukan dengan tepat.

Hal inilah yang dapat meningkatkan potensi terjadinya berbagai penyakit, mulai dari infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis), infeksi serviks, hingga penyakit menular seksual.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa timbul akibat memasukkan jari ke dalam organ intim (fingering):

1. Bacterial vaginosis

Vagina wanita sebetulnya bisa membersihkan dirinya sendiri untuk mengusir kuman-kuman secara alami. Namun, proses pembersihan ini tidak sebentar.

Selama proses tersebut masih berlangsung, kuman yang masih tertinggal di dalam vagina setelah fingering tetap berisiko merusak keseimbangan pH vagina.

Ketidakseimbangan pH pada vagina berisiko menyebabkan bakteri tumbuh secara berlebihan sehingga bacterial vaginosis dapat terjadi.

Tanpa penanganan yang tepat, bacterial vaginosis atau infeksi bakteri vagina berisiko menyebabkan penyakit radang panggul serta meningkatkan risiko infeksi menular seksual.

2. Infeksi serviks

Infeksi serviks atau servisitis adalah peradangan pada leher rahim. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini bisa terjadi sebagai akibat dari infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis).

Servisitis biasanya ditandai dengan keputihan yang terlalu banyak, nyeri saat buang air kecil, serta perdarahan yang tidak normal dari vagina.

3. Infeksi pada anus

Sebagian orang menyukai fingering ke dalam anus. Namun, hal ini ternyata jauh lebih berisiko dibanding dengan memasukkan jari ke vagina.

Menurut laman Columbia University, kulit di dalam dinding anus lebih tipis daripada vagina. Hal ini meningkatkan risiko timbulnya luka apabila ada benda asing yang masuk ke dalamnya.

Luka tersebut berpotensi memicu iritasi bahkan infeksi, seperti abses anus.

Selain itu, lubang anus tidak memiliki sistem pembersihan dan perlindungan otomatis seperti layaknya vagina.

Atas dasar itulah, jika Anda melakukan fingering ke dalam anus tetapi tidak cuci tangan dulu, risiko infeksi bisa lebih besar.

4. Penyakit menular seksual

Risiko terjadinya penularan penyakit menular seksual lewat fingering memang sangatlah kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa terjadi.

Hal ini bisa terjadi jika jari menyentuh alat kelamin yang terinfeksi penyakit, lalu dimasukkan ke vagina atau anus yang belum terinfeksi.

Beberapa jenis infeksi menular seksual yang dapat timbul akibat memasukkan jari yang terkontaminasi adalah HPV, gonore, serta klamidia.

Tips melakukan fingering yang aman

cuci tangan sebelum seks

Memainkan tangan ke dalam vagina atau anus memang bisa jadi tips pembuka yang tepat untuk mulai bercinta.

Menurut sebuah artikel dari StatPearls, bakteri yang biasanya menempel di permukaan kulit tangan masih bisa dihilangkan dengan mencuci tangan pakai sabun biasa.

Oleh karena itu, meskipun Anda dan pasangan tidak melakukan penetrasi penis dan vagina, setidaknya cobalah untuk saling mengingatkan agar selalu mencuci tangan sebelum mulai fingering.

Membiasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah fingering dapat mengurangi jumlah kuman yang ada di tangan.

Anda juga bisa mencoba memakai sarung tangan, menggunakan sex toys, serta memotong kuku sebagai perlindungan ekstra dari risiko perpindahan kuman ke organ intim.

Fingering memang termasuk kegiatan seksual yang minim risiko. Namun, sembrono memasukkan jari yang tidak bersih ke dalam organ intim bisa membahayakan kesehatan pasangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is fingering safe? – Planned Parenthood. (2012). Retrieved February 5, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/is-fingering-safe 

Can I get any sort of diseases from my boyfriend fingering me? – Planned Parenthood. (2011). Retrieved February 5, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/can-i-get-any-sort-of-diseases-from-my-boyfriend-fingering-me 

Sex activities and risk – NHS. (2018). Retrieved February 5, 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/sex-activities-and-risk/ 

Can You Get an Infection From Fingering or Oral Sex? – TeensHealth. (2018). Retrieved February 5, 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/infections.html 

AIDS from handjob? – Go Ask Alice. (2015). Retrieved February 5, 2021, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/aids-handjob 

Risks of anal sex, other than STIs? – Go Ask Alice. (2015). Retrieved February 5, 2021, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/risks-anal-sex-other-stis/ 

Bacterial vaginosis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved February 5, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/symptoms-causes/syc-20352279 

Cervicitis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved February 5, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/symptoms-causes/syc-20370814 

Toney-Butler, TJ., Gasner, A., Carver, N. (2020). Hand Hygiene. StatPearls.

Kulkarni, A., Tran, T., Luis, C., Raker, C. A., Cronin, B., & Robison, K. (2017). Understanding Women’s Sexual Behaviors That May Put Them at Risk for Human Papillomavirus-Related Neoplasias: What Should We Ask?. Journal of lower genital tract disease, 21(3), 184–188. https://doi.org/10.1097/LGT.0000000000000317

Poynten, I. M., Waterboer, T., Jin, F., Templeton, D. J., Prestage, G., Donovan, B., Pawlita, M., Fairley, C. K., Garland, S. M., & Grulich, A. E. (2013). Human papillomavirus types 6 and 11 seropositivity: risk factors and association with ano-genital warts among homosexual men. The Journal of infection, 66(6), 503–511. https://doi.org/10.1016/j.jinf.2013.03.005

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 09/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.