home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Blue Balls, Testis Membiru Akibat Gagal Ejakulasi. Apakah Berbahaya?

Blue Balls, Testis Membiru Akibat Gagal Ejakulasi. Apakah Berbahaya?

Banyak pria yang pernah mengalami ereksi di saat dan tempat yang tidak tepat, misalnya saat presentasi penting di hadapan rekan kerja atau ketika bertemu dengan calon mertua. Atau justru skenario berikut yang pernah terjadi pada Anda? Ketika sesi bercumbu dengan si dia sedang panas-panasnya, tiba-tiba ada tamu yang mengetuk pintu. Kini tinggallah Anda sendirian bersama ereksi yang terbengkalai tanpa penanganan. Penis yang menegang, dengan atau tanpa rangsangan, tapi tidak disudahi oleh ejakulasi dapat menyebabkan testis sakit. Kondisi ini populer disebut dengan blue balls, karena kadang rasa sakitnya dapat begitu mewalahkan hingga membuat buah zakar membiru. Apa ini bahaya?

Apa itu blue balls?

Dalam budaya populer, blue balls adalah kiasan untuk menggambarkan rasa frustasi seksual saat Anda gagal mendapatkan kepuasan seksual atau tidak mampu melampiaskan/menuntaskan hasrat seks karena satu dan lain hal. Misalnya, ketika penis ereksi di tempat umum Anda mau tidak mau harus menahannya sampai urusan Anda selesai, dan mendapat tempat dan waktu yang sesuai untuk menanganinya. Rasa gelisah dan resah sampai Anda bisa berejakulasi inilah yang biasa disebut sebagai blue balls.

Dalam dunia medis, blue balls dikenal dengan nama hipertensi epididymis. Ini terjadi ketika ereksi penis berkepanjangan tanpa diakhiri orgasme. Ketika Anda terangsang, jantung akan mengalirkan darah menuju penis untuk membangun ereksi. Di saat bersamaan, buah zakar tertarik ke dalam tubuh untuk mempersiapkan air mani. Jika situasi dan kondisinya tepat, ereksi akan berakhir pada ejakulasi air mani sehingga penis bisa kembali melemas seperti semula.

Namun ketika ada interupsi sehingga ejakulasi gagal atau tertunda, darah yang dipicu hipersensitivitas stimulasi seksual sebelumnya akan terus mengalir ke organ intim Anda. Akibatnya, penis akan tetap terus ereksi dan testis akan membengkak, terasa berat/penuh, dan sakit.

Pada beberapa kasus, blue balls benar-benar dapat membuat testis membiru. Hal disebabkan oleh darah yang menumpuk dan terperangkap di testis dalam jangka waktu lama, sehingga hemoglobin yang biasanya berwarna merah akan berubah menjadi biru karena minimnya asupan oksigen. Inilah yang disebut blue balls.

Apakah blue balls berbahaya?

Blue balls tidak berbahaya, bukanlah sebuah kondisi medis serius. Namun memang dapat menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada testis setelah mengalami ereksi tanpa orgasme. Sensasi nyerinya bahkan bisa menjalar ke perut bagian atas hingga ke ulu hati.

Blue balls lebih sering pada pria yang mudah terangsang, terlebih ketika berada di situasi-situasi tertentu. Kebiasaan masturbasi dan posisi atau cara berhubungan seksual juga dapat memengaruhi seorang pria mengalami testis sakit dan bengkak akibat si “bola biru” ini.

Cara mengatasi testis sakit akibat blue balls

Tidak diketahui banyak cara atau konsumsi obat tertentu yang diperuntukkan secara khusus untuk menghilangkan rasa sakit testis akibat blue balls. Blue balls pada umumnya bisa menyusut dan hilang dengan sendirinya ketika tekanan darah pada pembuluh darah testis menurun atau kembali normal. Hal tersebut dapat dicapai dengan mengusahan ejakulasi agar Anda bisa mencapai orgasme, baik dengan cara masturbasi atau berhubungan seksual secara aman. Setelah orgasme, rasa sakit testis tersebut akan hilang perlahan.

Jika waktu dan tempat tidak memungkinkan Anda untuk ejakulasi, ada beberapa cara lainnya untuk membuat penis kembali lemas, seperti:

  • Mandi air dingin, atau kompres area genital dengan kompres es
  • Mengalihkan pikiran. Cobalah untuk memikirkan hal-hal yang membosankan, menyebalkan, atau aneh. Misalnya deadline pekerjaan menyebalkan atau tikus mati yang tadi Anda temui di jalan.
  • Jalan kaki. Ketika Anda berjalan kaki, tubuh akan mengalirkan darah ke bagian lain, misalnya kaki dan otak. Darah yang tadinya berkumpul di area panggul pun akan pindah ke tempat lain sehingga penis tak lagi ereksi.
  • Cari kesibukan lainnya, seperti menonton film atau mendengarkan musik
  • Olahraga untuk mengalihkan darah dari pembuluh darah testis ke otot

Jika rasa nyeri atau pembengkakannya tak kunjung reda, sakit testis Anda mungkin disebabkan oleh hal lainnya selain blue balls karena gagal orgasme.

Penyebab lainnya dari rasa sakit pada testis

Hal yang membedakan blue balls dengan penyebab rasa nyeri lainnya pada testis adalah faktor pemicunya. Blue balls hanya terjadi dalam durasi yang berdekatan dengan waktu seseorang terstimulasi secara seksual. Jika rasa sakit testis terjadi terus-menerus, ini dapat disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya seperti:

Kapan harus mencari pengobatan?

Pada umumnya blue balls merupakan hal yang wajar dan hampir tidak memerlukan penanganan klinis. Namun jika rasa nyari yang ditimbulkan mengganggu aktivitas dan performa seksual, serta tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Perhatikan gejala nyeri pada bagian testis yang disertai dengan:

  • Benjolan atau pembesaran pada salah satu atau kedua testis
  • Selalu merasakan nyeri yang tumpul di sekitar organ genital
  • Rasa nyeri menyebar kebagian tubuh lainnya seperti misalnya punggung bagian bawah.

Ketiga gejala testis sakit tersebut berkaitan dengan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kanker testis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Duggal, N. 2017. Guide to Epididymal Hypertension (Blue Balls). Online: https://www.healthline.com/health/mens-health/blue-balls#definition1 (Accessed October 1, 2017)

Rivas, A. 2015. Blue Balls Are Real, But How Do Men Get Them? An Explainer. Online: http://www.medicaldaily.com/blue-balls-are-real-how-do-men-get-them-explainer-337500 (Accessed October 1, 2017)

UCSB. 2017. Epididymal Hypertension (Blue Balls). Online: http://www.soc.ucsb.edu/sexinfo/article/epididymal-hypertension-blue-balls (Accessed October 1, 2017)

Brouhard, R. 2017. Blue Balls. Online: https://www.verywell.com/understanding-blue-balls-1298225 (Accessed October 1, 2017)

Foto Penulis
Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui 02/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x