backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

5 Bahaya Masturbasi bagi Wanita yang Perlu Diketahui

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 20/04/2024

5 Bahaya Masturbasi bagi Wanita yang Perlu Diketahui

Masturbasi atau onani merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan seksual. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun bisa menyentuh alat kelaminnya di saat mendapat rangsangan seksual. Lantas, adakah bahaya masturbasi bagi wanita?

Bahaya masturbasi bagi wanita

Pada dasarnya, masturbasi aman dilakukan. Anda bahkan bisa memperoleh manfaat, seperti mengurangi restless leg syndrome saat tidur hingga menurunnya risiko kanker serviks.

Hanya saja, bahaya biasanya timbul akibat melakukannya secara berlebihan. Berikut risiko masturbasi bagi wanita yang mungkin timbul.

1. Iritasi pada kelamin

Pada pria, ada mitos masturbasi bisa bikin lutut kopong.

Faktanya, onani berlebihan bisa membuat iritasi kulit organ intim dan sekitarnya, baik bagi pria maupun wanita. 

Pada wanita, bahaya masturbasi ini terjadi akibat gesekan pada klitoris atau vagina yang terlalu kuat.

Meski begitu, ririko iritasi bisa dikurangi dengan menggunakan pelumas.

Bila terasa nyeri atau iritasi saat masturbasi, pastikan Anda berhenti menyentuh area alat kelamin hingga terasa membaik.

2. Infeksi kelamin

Bila tidak mencuci tangan atau vibrator, Anda mungkin lebih berisiko mengalami infeksi kelamin akibat jamur dan bakteri.

Ada beberapa jenis penyakit yang mungkin terjadi, seperti infeksi saluran kencing, vaginosis bakterialis, dan vaginitis.

Kondisi ini ditandai dengan adanya:

  • keputihan,
  • nyeri,
  • bau,
  • air kencing berbau tajam dan keruh
  • sensasi terbakar saat buang air kecil, serta
  • bengkak dan kemerahan pada bibir kelamin.

3. Rasa bersalah dan malu

Bahaya onani berlebihan bagi wanita bisa memengaruhi kondisi emosional berupa malu dan bersalah.

Rasa malu dan bersalah ini timbul akibat adanya stigma bahwa perempuan tidak pantas mendapatkan kepuasan seksual.

Beberapa ajaran tertentu juga menganggap bahwa masturbasi dianggap sebagai hal yang kotor dan memalukan. 

Meski begitu, stigma dang pandangan tersebut salah.

4. Kecanduan masturbasi

Kecanduan masturbasi bagi wanita terjadi akibat dilakukan berlebihan.

Namun, ini bukanlah kondisi masalah mental yang bisa didiagnosis. Kecanduan masturbasi tergolong ke dalam perilaku seksual kompulsif.

Kecenderungan kecanduan terjadi ketika Anda merasa sulit mengendalikan hasrat masturbasi.

Berikut tanda-tanda kecanduan yang bisa Anda amati.

  • Masturbasi menyita banyak waktu dalam sehari.
  • Kehidupan pribadi dan pekerjaan terganggu akibat onani.
  • Lebih memilih onani daripada aktivitas langsung di keseharian, seperti pulang saat pesta atau sendirian daripada bersama pasangan.
  • Onani di tempat umum atau tak lazim meskipun saat tidak terangsang.
  • Masturbasi untuk mengatasi emosi negatif.
  • Masturbasi sering memenuhi pikiran.
  • Sulit menjaga hubungan yang sehat dan stabil.
  • Merasa bersalah atau kesal selama atau sesudah onani.

5. Kenikmatan hubungan seksual berkurang

Masturbasi, baik dengan tangan maupun vibrator, bisa membuat Anda lebih mudah mendapatkan kenikmatan seksual.

Namun, kondisi ini bisa menurunkan kepuasan saat Anda berhubungan intim yang sehat langsung dengan pasangan.

Mengutip studi terbitan Sexes (2022), hal ini disebabkan sering masturbasi bisa membuat klitoris tak lagi sensitif seperti biasanya.

Terlebih, pasangan mungkin tidak bisa memberikan rangsangan yang seintens yang diberikan vibrator. Akibatnya, Anda tidak puas dengan pasangan sehingga mungkin sulit orgasme.

Cara mengatasi bahaya masturbasi bagi wanita

Masturbasi sebenarnya lumrah bila dilakukan secukupnya dan menggunakan tangan atau alat yang bersih.

Satu-satunya cara agar terhindar dari bahaya masturbasi bagi wanita adalah dengan menghentikannya.

Namun, Anda perlu tahu cara berhenti onani yang berlebihan. Apa saja?

  • Hindari pornografi, tontonan, atau suara yang bisa merangsang.
  • Berolahraga untuk wanita agar fokus dengan diri sendiri dan melepaskan kepenatan.
  • Temui pertolongan profesional yang berpengalaman dalam kesehatan seksual.
  • Habiskan waktu dengan bertemu orang-orang.

Tahukah Anda?

Masturbasi dan olahraga sama-sama memicu otak melepas senyawa dopamin. Senyawa ini membuat Anda merasa baik dan senang. Jadi, olahraga cocok untuk menggantikan kegiatan masturbasi.

Bahaya masturbasi bagi wanita bisa berdampak pada masalah fisik, emosional, dan mental.

Namun, Anda perlu mengingat bahwa risiko ini hanya timbul bila dilakukan secara berlebihan.

Bila dilakukan secukupnya, ada beberapa manfaat yang bisa didapat, seperti mengurangi kram perut selama menstruasi hingga mengurangi nyeri pascamenopause.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 20/04/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan