home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Titik Sensitif G-spot, Apakah Ada pada Setiap Wanita?

Mengenal Titik Sensitif G-spot, Apakah Ada pada Setiap Wanita?

G-spot adalah area dalam vagina yang konon sangat sensitif sehingga bisa memunculkan kenikmatan seksual yang kuat saat berhubungan intim. Banyak pasangan yang ingin mencoba memberikan rangsangan pada G-spot agar wanita bisa lebih mudah mencapai orgasme. Namun, ternyata tidak semua wanita dapat mengalami orgasme melalui stimulasi pada zona sensitif ini. Jika begitu, lalu apakah G-spot pada wanita benar-benar ada?

Di mana letak G-spot?

Meskipun konsep orgasme vagina telah ada sejak abad ke-17, istilah G-spot (Gräfenberg spot) baru ditemukan pada tahun 1950-an oleh Ernst Gräfenberg, seorang ginekolog atau spesialis kandungan asal Jerman.

Dalam penelitiannya, Gräfenberg menggambarkan g-spot sebagai zona sensitif yang terletak 2-3 cm dalam liang vagina dan berdekatan dengan posisi uretra (rahim). G-spot sendiri merupakan jaringan yang terdiri atas pembuluh darah, sel-sel saraf, dan kelenjar.

Gräfenberg menyatakan bahwa pada sebagian wanita, terutama yang memiliki otot panggul yang kuat, stimulasi pada G-spot melalui penetrasi sentuhan dapat memicu orgasme pada wanita yang disertai dengan keluarnya cairan dari uretra.

Saat wanita terangsang secara seksual, G-spot akan sedikit mengembang, terasa terangkat, dan memunculkan sensasi hangat. Ketika G-spot tersentuh dan memperoleh rangsangan, vagina bisa lebih terlubrikasi dan memudahkan wanita mencapai orgasme yang intens.

Jadi, apakah G-spot benar-benar ada?

benjolan pada vagina

Sejak Gräfenberg melaporkan penemuannya ini, G-spot menjadi salah subjek yang terus ditelaah oleh para ahli kesehatan seksual.

Beberapa ahli menganggapnya sebagai kontroversi karena sejumlah hasil penelitian meragukan keberadaan G-spot, seperti yang dilaporkan oleh The Journal of Sex Medicine.

Pasalnya, tidak semua wanita memperoleh kenikmatan seksual dari stimulasi G-spot. Bahkan beberapa wanita juga merasakan sakit saat seks atau sensasi tidak nyaman saat mendapatkan rangsangan seksual di area tersebut.

Beberapa wanita melaporkan bahwa mereka bisa merasakan kenikmatan yang kuat, tapi tidak sampai mencapai puncak kenikmatan seksual alias orgasme.

Oleh karena itu, banyak yang menganggap G-spot adalah mitos, zona sensitif ini tidak benar-benar ada dalam vagina wanita.

Akan tetapi, melansir studi Clinical Anatomy tahun 2019, sejumlah riset yang meneliti lebih dalam mengenai anatomi vagina dapat membuktikan keberadaan G-spot dalam struktur jaringan seperti yang dijelaskan oleh Gräfenberg pada penelitiannya.

Meski begitu, G-spot tidak selalu berfungsi menciptakan sensasi seksual pada setiap wanita. Ada wanita yang bisa mendapatkan kenikmatan seksual dari rangsangan di titik ini, tapi ada pula yang tidak. Namun, hampir semua wanita merasakan sensasi tertentu di bagian dalam dinding vaginanya.

Jadi dapat dikatakan, berdasarkan anatomi vagina keberadaan G-spot bukanlah mitos. Namun, setiap wanita memiliki pengalaman seksual yang berbeda ketika mendapatkan stimulasi pada G-spot.

Cara menemukan letak G-spot

posisi bercinta

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah G-spot Anda berfungsi atau tidak adalah dengan mencoba meberikan rangsangan tepat di zona sensitif tersebut. Lantas, bagaimana cara menemukannya?

Seperti yang telah dijelaskan G-spot terletak beberapa centimeter saja di dalam vagina. Saat disentuh, G-spot memang bisa memberikan sensasi yang berbeda pada beberapa orang.

Ada yang merasakan sensasi menggelitik dan merasa bagian G-spot terangkat dan mengembang saat ditekan lebih dalam. Namun, beberapa orang justru merasakan sensasi ingin buang air kecil karena G-spot memang terletak di bawah saluran kemih.

Dalam mencari letak G-spot, Anda dan pasangan memang mungkin harus mencoba berkali-kali. Agar lebih mudah, ikutilah panduan menemukan letak G-spot pada wanita berikut ini.

  • Cobalah memberikan rangsangan melalui penetrasi atau fingering (sentuhan jari) dengan beberapa cara, seperti menekan dengan kuat, memberikan getaran, dan menghaluskan sentuhan.
  • Gunakan mainan seks yang memang dirancang khusus untuk memberi stimulasi pada G-spot.
  • Berikan stimulasi pada beberapa titik di dalam vagina dan coba bedakan setiap sensasinya. Jika merasakan sensasi kenikmatan yang lebih kuat pada salah satu titik, ini bisa menandakan letak G-spot.
  • Coba posisi seks seperti spooning yaitu pasangan menghadap ke arah yang sama dengan posisi pria berada di belakang wanita.
  • Posisi seks lain yang mempermudah akses terhadap G-spot adalah cowgirl yang menempatkan pasangan wanita duduk di atas pria yang telentang.
  • Jika masih kesulitan, Anda bisa mengeksplorasi letak G-spot tanpa pasangan sebelum melakukan hubungan seks karena terkadang stimulasi yang diberikan pasangan bisa terasa terlalu kuat.

Bagaimana jika tidak berhasil?

Apabila tidak berhasil mendapatkan kepuasan seksual dari G-spot, Anda tak perlu berkecil hati.

Anda juga tak sebaiknya jadi meragukan diri Anda saat berhubungan seks karena G-spot memang tidak berfungsi untuk semua wanita.

Selain G-spot masih banyak titik sensitif yang bisa Anda eksplorasi saat berhubungan intim, seperti klitoris. Stimulasi pada klitoris dan sekitar dinding dalam vagina umumnya efektif memberikan kenikmatan seksual yang luar biasa dan tetap bisa mengantarkan Anda mencapai orgasme.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ostrzenski, A. (2019). G‐Spot Anatomy and its Clinical Significance: A Systematic Review. Clinical Anatomy, 32(8), 1094-1101. https://doi.org/10.1002/ca.23457

Kaya, A. E., & Çalışkan, E. (2018). Women self-reported G-spot existence and relation with sexual function and genital perception. Turkish journal of obstetrics and gynecology15(3), 182.http://cms.galenos.com.tr/Uploads/Article_19547/tjod-15-182-En.pdf

Kilchevsky, A., Vardi, Y., Lowenstein, L., & Gruenwald, I. (2012). Is the Female G‐Spot Truly a Distinct Anatomic Entity?. The Journal Of Sexual Medicine, 9(3), 719-726. https://doi.org/10.1111/j.1743-6109.2011.02623.x  

Puppo V. (2011). Anatomy of the Clitoris: Revision and Clarifications about the Anatomical Terms for the Clitoris Proposed (without Scientific Bases) by Helen O’Connell, Emmanuele Jannini, and Odile Buisson. ISRN obstetrics and gynecology2011, 261464. https://doi.org/10.5402/2011/261464

Planned Parenthood. (2021). Where is the G-spot and what does it do?. Retrieved 30 April 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/where-is-the-g-spot-and-what-does-it-do

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 09/03/2017
x