home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Mitos Pil KB yang Banyak Beredar, Ini Fakta Sesungguhnya

5 Mitos Pil KB yang Banyak Beredar, Ini Fakta Sesungguhnya

Banyak mitos pil KB yang dipercayai para wanita, mulai dari membuat gemuk, membuat wajah berjerawat, hingga yang dapat mempengaruhi kesuburan. Padahal, semua informasi mengenai pil KB tersebut hanyalah mitos belaka. Memang banyak anggapan yang beredar, padahal sebenarnya tidak tepat. Apa saja mitos pil KB yang tidak benar dan bagaimana fakta yang sesungguhnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Berbagai mitos seputar pil KB

Mitos pil kb 1: bikin gemuk

Salah satu mitos pil KB yang banyak dipercaya orang adalah perubahan berat badan karena menggunakan pil KB. Alih-alih menurunkan berat badan, mitos menyatakan bahwa pil KB justru akan meningkatkan berat badan Anda. Sehingga, berdasarkan mitos yang beredar, berat badan akan melesat drastis setelah menggunakan pil kontrasepsi ini. Benarkah demikian?

Fakta: tidak semua pil KB bisa bikin gemuk

Faktanya, sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Cochrane Database System Review menyatakan hal yang berkebalikan dengan mitos mengenai pil KB tersebut.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa kandungan estrogen di dalam pil KB memang dapat menyebabkan wanita yang mengonsumsinya merasa kembung.

Namun, hal ini akan berlalu dalam waktu singkat. Sementara itu, kandungan progestin dalam pil mungkin dapat meningkatkan nafsu makan, yang berpotensi meningkatkan berat badan, jika tidak diimbangi dengan diet dan olahraga.

Tidak hanya itu, wanita yang mengonsumsi pil KB mungkin akan mengalami retensi air. Namun, Anda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir.

Pasalnya, hal ini bisa diatasi jika Anda mengganti dosis yang Anda konsumsi dengan dosis yang lebih rendah.

Artinya, mitos mengenai pil KB ini mungkin terjadi, namun frekuensinya cukup jarang dan bisa diatasi. Memang beberapa wanita mengalami sedikit kenaikan berat badan saat mulai minum.

Namun, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa pil KB yang menyebabkan kenaikan berat badan para wanita tersebut.

Bila Anda khawatir mengenai kebenaran dari hal ini, bicarakan dengan dokter Anda. Dokter akan menyarankan jenis yang sesuai dengan Anda, karena pil KB terdiri dari dua jenis yaitu pil kombinasi (mengandung estrogen dan progestin) dan pil progestin (sintesis hormon progesteron saja).

Sebagian besar pil KB menggunakan jenis estrogen yang sama dalam berbagai dosis, tapi setiap merek pil mungkin menawarkan jenis progestin yang berbeda, dengan dosis yang berbeda pula.

Hal ini membuat Anda berpotensi mengalami efek samping yang berbeda juga.

Ada baiknya Anda memilih pil kombinasi yang mengandung jenis progesteron tertentu yang mengandung anti mineral kortokoid sehingga berfungsi untuk mencegah penumpukan air dan garam dalam tubuh.

Jenis tersebut dapat menjaga berat badan tetap stabil dan tidak bertambah.

Mitos Pil kb 2: membuat haid tidak teratur

Mitos adalah menstruasi tidak teratur karena pil KB.

Bahkan, mitos yang banyak beredar menyatakan bahwa Anda mungkin hanya akan mengalami menstruasi sebanyak satu kali dalam kurun waktu tiga bulan jika menggunakan pil kontrasepsi.

Fakta: pil KB membuat jadwal menstruasi lebih teratur

Faktanya, mitos mengenai pil KB tersebut termasuk salah kaprah. Mengapa demikian? Pasalnya, pil KB justru membuat siklus menstruasi menjadi lebih teratur.

Hal ini sangat membantu untuk wanita yang memiliki siklus haid terlalu cepat atau terlalu jarang.

Pil ini juga cenderung meminimalkan gejala PMS atau premenstrual syndrome yang sering kali dialami banyak wanita saat sedang menstruasi.

Nyeri haid yang biasanya Anda alami mungkin juga akan lebih berkurang. Beberapa wanita juga melaporkan durasi haid mereka menjadi lebih singkat setelah minum pil KB.

Kontrasepsi ini digunakan untuk mencegah ovulasi, yaitu pelepasan sel telur selama siklus bulanan. Wanita tidak bisa hamil jika tidak berovulasi.

Pil ini bekerja dengan menebalkan lendir dan sekitar serviks, yang semakin mempersulit sperma untuk memasuki uterus dan mencapai sel telur yang sudah dilepas.

Mitos pil kb 3: menyebabkan jerawat pada wajah

Mitos berikutnya adalah menggunakan pil kontrasepsi ini bisa membuat Anda memiliki banyak jerawat.

Bahkan, mitos tersebut menyatakan bahwa Anda yang belum pernah berjerawat mungkin akan mendadak mengalaminya setelah mengonsumsi pil kontrasepsi ini.

Fakta: pil KB dapat mengobati jerawat

Justru, faktanya adalah pil KB bisa menjadi pilihan pengobatan jerawat dari dokter. Salah satu penyebab jerawat adalah meningkatnya hormon androgen.

Androgen ini memicu kelebihan produksi minyak di sebum yang menyumbat pori-pori dan meningkatkan timbulnya jerawat sehingga untuk menghilangkan jerawat, kadar androgen perlu dikurangkan dalam aliran darah.

Saat Anda mengonsumsi pil yang mengandung estrogen dan jenis progestin tertentu, jenis progestin ini membantu menurunkan kadar androgen dan umumnya membuat Anda memiliki kulit yang bersih setelah tiga bulan pemakaian. Oleh karenanya, hal ini tidak lebih dari sekadar mitos.

Mitos pil kb 4: membuat tidak subur

Setelah itu, mitos berikutnya adalah pil kontrasepsi ini dapat memengaruhi kesuburan Anda.

Mengingat tujuan dari menggunakan penggunaan pil kontrasepsi ini adalah mencegah kehamilan, mitos menyatakan pil ini justru dapat menyebabkan kemandulan.

Fakta: pil KB tidak memengaruhi kesuburan

Mitos ini ternyata tidak sesuai dengan fakta mengenai penggunaan pil KB.

Faktanya, penggunaan pil KB tidak memengaruhi kesuburan Anda. Anda bisa langsung kembali subur dan hamil setelah berhenti menggunakan pil KB.

Meski begitu, pada beberapa wanita, mungkin harus menunggu beberapa waktu agar bisa hamil setelah berhenti.

Khususnya, bagi para wanita yang sudah mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebelum menggunakan pil KB.

Sebenarnya, penurunan kesuburan lebih sering disebabkan oleh faktor alami.

Sebagai contoh, sering kali wanita yang menggunakan pil KB menunda kehamilan sampai usia akhir 30-an, saat kesuburan mereka secara alami memang sudah mulai berkurang.

Mitos pil kb 5: bisa menyebabkan kanker

Mitos yang juga tidak perlu Anda percayai adalah penggunaan pil kontrasepsi ini dapat menyebabkan berbagai jenis kanker.

Mitos menyatakan bahwa salah satu kanker yang disebut dapat dialami oleh wanita yang menggunakan pil kontrasepsi adalah kanker payudara.

Fakta: pil KB tidak menyebabkan kanker

Padahal, kebalikan dengan mitos pil KB ini, pil kontrasepsi memberikan efek perlindungan dari beberapa jenis kanker.

Apalagi, berbeda dengan mitos yang beredar, kanker payudara lebih berkaitan dengan masalah hormon, bukan karena penggunaan pil kontrasepsi.

Memang ada beberapa penelitian yang menunjukkan sedikit peningkatan risiko kanker payudara, serviks, dan hati, namun ini lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor hormonal lain.

Misalnya, usia terlalu muda saat haid pertama atau saat memasuki menopause, dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan risiko kanker payudara.

Bagi wanita yang sudah memiliki risiko untuk terkena kanker, penggunaan pil ini bisa mengurangi risiko kejadian kanker ovarium, endometrial, dan kolorektal.

Penelitian ini dilakukan pada wanita yang sudah memiliki risiko tinggi terkena kanker karena ada riwayat keluarga.

Sebaiknya jangan langsung percaya mengenai beragam hal tentang pil kb, termasuk mitos pil kb. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi praktisi kesehatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Birth Control Myths—Debunked! https://www.womenshealthmag.com/health/birth-control-myths diakses 30 Januari 2018.

10 Common Myths About the Pill and Contraception https://www.verywell.com/top-pill-myths-906689 diakses 30 Januari 2018.

Will Birth Control Pills Make Me Gain Weight? https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-pills-weight-gain diakses 30 Januari 2018.

Birth Control And Acne: What Going On (And Off) The Pill Does To Your Skin https://www.huffingtonpost.com/2013/10/23/birth-control-acne-skin_n_4144120.html diakses 30 Januari 2018.

Gallo MF, Lopez LM, Grimes DA, Carayon F, Schulz KF, Helmerhorst FM. Combination contraceptives: effects on weightCochrane Database Syst Rev. 2014;(1):CD003987. doi:10.1002/14651858.CD003987.pub5

Shur, M. (2019). 10 Common Myths About the Birth Control Pill. Retrieved 12 January 2020, from https://www.verywellhealth.com/top-pill-myths-906689#citation-1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x