home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Ciri-Ciri Erosi Serviks yang Tidak Boleh Disepelekan

Kenali Ciri-Ciri Erosi Serviks yang Tidak Boleh Disepelekan

Erosi serviks atau ektropion adalah gangguan kesehatan yang umum dialami oleh wanita muda. Sayangnya, kondisi ini sering kali terabaikan karena gejala yang muncul cenderung minim atau tanpa gejala. Namun, bukan berarti Anda bisa menyepelekannya begitu saja, sebab perkembangan erosi serviks bisa membahayakan kesehatan. Lalu, apa saja ciri-ciri erosi serviks itu? Berikut penjelasannya.

Apa itu erosi serviks?

Erosi serviks adalah suatu kondisi di mana sel-sel kelenjar (sel lunak) yang melapisi bagian dalam serviks menyebar ke luar serviks dan meradang. Padahal, di bagian luar serviks terdiri dari sel epitel skuamosa yang cenderung lebih keras. Daerah luar serviks yang bersentuhan dengan sel kelenjar dari dalam serviks disebut dengan zona transformasi.

Erosi serviks dapat disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh, umumnya karena kehamilan atau pengaruh konsumsi pil KB. Meski namanya erosi serviks, tapi ini bukan berarti serviks mengalami pengikisan. Hal ini hanya ditandai dengan sel skuamosa normal di luar serviks bergantian dengan sel kelenjar dari dalam serviks yang lebih lunak.

Ciri-ciri erosi serviks yang wajib Anda ketahui

Gejala atau ciri-ciri erosi serviks yang paling umum adalah terdapat peradangan pada leher rahim dan zona tranformasi. Pasalnya, zona transformasi memiliki sel kelenjar yang berwarna merah, halus, dan mudah terkikis. Kondisi ini membuat organisme internal yang ada di serviks menjadi lebih mudah tumbuh dan berkembang biak. Akibatnya, serviks terlihat semakin merah dan meradang.

Kebanyakan wanita tidak mengalami gejala erosi serviks, kalaupun ada biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun. Akan tetapi, ada pula wanita yang merasakan gejala ringan sampai mengalami ketidaknyamanan yang lebih parah.

Ciri-ciri erosi serviks yang mungkin dialami oleh wanita meliputi:

  • Sakit saat berhubungan seks.
  • Perdarahan selama atau setelah berhubungan seks.
  • Keputihan yang sangat banyak dan tidak berbau. Keputihan cenderung berbau jika erosi serviks mengalami infeksi.
  • Bercak darah yang tidak normal padahal tidak sedang menstruasi.
  • Nyeri dan perdarahan selama atau setelah pemeriksaan panggul atau pap smear. Hal ini biasanya terjadi saat spekulum dimasukkan ke dalam vagina atau selama pemeriksaan bimanual.

Namun, perlu dicatat bahwa gejala di atas tidak selalu mengarah pada erosi serviks. Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, baiknya segera bicarakan ke dokter untuk memastikan diagnosa.

Apakah erosi serviks berbahaya?

Karena erosi serviks sering tidak menimbulkan gejala, kebanyakan wanita tidak sadar saat mengalaminya. Biasanya baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan panggul oleh dokter. Walaupun cenderung tidak berbahaya, kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan. Sebab erosi serviks dapat merupakan akibat dari kondisi lain, di antaranya:

  • Infeksi
  • Fibroid atau polip
  • Endometriosis
  • Masalah dengan IUD
  • Perkembangan kanker, seperti kanker rahim atau kanker serviks

Untuk memastikan diagnosisnya, Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk menjalani prosedur medis yang sesuai dengan kondisi Anda. Beberapa pemeriksaan yang mungkin ditawarkan adalah sebagai berikut:

  1. Pap smear, yaitu pemeriksaan sel serviks untuk melihat adanya kemungkinan perubahan sel kanker atau prakanker yang mengarah pada virus HPV.
  2. Kolposkopi, yaitu dengan memeriksa serviks menggunakan pencahayaan terang dan alat pembesar
  3. Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan kecil untuk diuji dugaan sel kanker. Prosedur ini biasanya membuat wanita merasakan kram di bagian tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cervical Ectropion: What You Need to Know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320298.php. Accessed 8/2/2018.

What is Cervical Ectropion (Cervical Erosion)? https://www.healthline.com/health/womens-health/cervical-ectropion#causes. Accessed 8/2/2018.

Overview of Cervical Ectropion. https://www.verywell.com/what-is-the-treatment-for-cervical-erosion-3522327. Accessed 8/2/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 26/02/2018
x