home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Pertanyaan Seputar Virus HPV yang Wajib Anda Tahu Jawabannya

6 Pertanyaan Seputar Virus HPV yang Wajib Anda Tahu Jawabannya

Tanpa disadari, banyak virus yang ada di sekitar kita. Salah satunya adalah virus HPV. Tentu, jika Anda terinfeksi oleh virus ini, maka Anda bisa mengalami masalah kesehatan. Apa masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus HPV? Untuk tahu lebih jelasnya mengenai HPV, sebaiknya simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu HPV?

Human papilloma virus (HPV) adalah satu golongan virus yang berisikan sekitar 150 jenis virus serupa. Beberapa jenis dapat menimbulkan kutil dan beberapa jenis lainnya dapat menimbulkan kanker. Virus ini menyerang kulit dan selaput lembap yang melapisi tubuh Anda, seperti leher rahim pada wanita, anus, mulut, dan tenggorokan.

Apa yang terjadi jika saya terkena HPV?

Dalam banyak kasus, HPV akan hilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Namun, jika HPV tidak hilang, ini akan menyebabkan terbentuknya kutil pada area tubuh, seperti di tangan, kaki, dan alat kelamin. Kutil biasanya muncul sebagai benjolan kecil atau kelompok benjolan. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari kecil sampai besar (seperti gambar di atas).

Beberapa jenis virus HPV tertentu juga dapat mengembangkan kanker tertentu, seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker anus/rektum, kanker leher rahim, kanker vagina, dan kanker vulva. Berkembangnya kanker ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Virus HPV yang menyebabkan kanker tidak sama dengan jenis HPV yang menyebabkan kutil.

Apakah HPV bisa menyerang pria?

Baik pria maupun wanita bisa terkena infeksi HPV. Jadi, jangan salah mengira bahwa HPV hanya dapat menyerang wanita. Bahkan, virus HPV jenis tertentu dapat menyerang pria dan menyebabkan kanker penis. Jika Anda aktif secara seksual, maka virus HPV bisa menginfeksi Anda. Hal ini karena virus ini bisa menular melalui hubungan seksual atau kontak kulit ke kulit dari alat kelamin.

Bagaimana saya bisa tertular virus HPV?

Virus HPV bisa menyebar melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral, dengan orang yang sudah terinfeksi virus tersebut. Tak hanya itu, HPV juga bisa menyebar melalui penggunaan “mainan” bersama yang sudah terinfeksi dengan virus HPV saat melakukan aktivitas seksual.

Anda mungkin tidak dapat mengetahui apakah pasangan Anda membawa virus HPV atau tidak. Hal ini karena orang yang terinfeksi virus HPV biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala terinfeksi. Bahkan, seseorang bisa memiliki HPV setelah bertahun-tahun sejak ia melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Kebanyakan orang tidak menyadari dirinya terinfeksi dan menularkan infeksinya ke pasangannya.

Dalam kasus yang jarang, ibu hamil yang terinfeksi HPV bisa menularkannya ke bayinya. Hal ini menyebabkan anaknya mengalami recurrent respiratory papillomatosis (RRP), yaitu kondisi langka dan berbahaya yang menyebabkan kutil tumbuh di dalam tenggorokan.

Bagaimana cara mencegah agar tidak tertular virus HPV?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah tertularnya virus HPV, yaitu:

  • Dapatkan vaksinasi HPV. Melakukan vaksinasi HPV terbukti aman dan efektif dalam melindungi diri Anda dari penyakit yang disebabkan oleh HPV (termasuk kanker).
  • Melakukan pemeriksaan kanker serviks (leher rahim). Pemeriksaan kanker serviks secara rutin pada wanita usia 21-65 tahun bisa mencegah berkembangnya kanker serviks.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seks. Menggunakan kondom dengan benar saat melakukan hubungan seksual terbukti dapat menurunkan risiko tertular HPV. Namun, kondom hanya melindungi bagian tubuh Anda yang tertutupi dengan kondom. Penularan HPV di bagian tubuh yang tidak tertutupi kondom mungkin bisa terjadi.
  • Tidak berganti-ganti pasangan seks. Ini dapat menurunkan risiko Anda tertular HPV.
  • Menjaga kebersihan vagina. Vagina yang tidak bersih lebih rentan untuk terkena infeksi virus. Untuk itu, Anda disarankan untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Anda bisa menggunakan cairan antiseptik khusus area kewanitaan untuk membersihkan vagina, terutama saat menstruasi dan keputihan. Gunakan cairan antiseptik ini hanya untuk bagian luar vagina. Tak perlu membersihkan bagian dalam vagina Anda karena dapat membunuh kuman baik dan malah meningkatkan risiko infeksi.

Kapan saya harus divaksin HPV?

Seperti yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), baik pria maupun wanita sebaiknya mendapatkan vaksin HPV saat berusia 11-12 tahun dengan dosis dua kali vaksin (dalam jeda 6-12 bulan antar pemberian vaksin). Namun, vaksin HPV sebenarnya sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun sampai 13 tahun.

Jika di usia tersebut Anda belum mendapatkan vaksinasi HPV, maka sebaiknya Anda mendapatkan vaksin tersebut sebelum usia 26 tahun untuk pria maupun wanita. Semakin dini usia Anda saat mendapatkan vaksin HPV maka semakin baik. Karena, penelitian menunjukkan bahwa respon kekebalan akan lebih kuat jika vaksin diberikan pada usia muda.

Jika Anda menerima vaksinasi HPV pada usia 15 tahun atau lebih, maka dosis yang diberikan adalah tiga kali. Yang diberikan pada 0 bulan (awal/dosis pertama), 1-2 bulan setelah dosis pertama (dosis kedua), dan 6 bulan setelah dosis pertama (dosis ketiga).

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

CDC. (2016). HPV | What is HPV | Human Papillomavirus | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/hpv/parents/whatishpv.html [Accessed 18 Aug. 2017].

CDC. (2016). HPV | Questions and Answers | Human Papillomavirus | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/hpv/parents/questions-answers.html [Accessed 18 Aug. 2017].

CDC. (2017). STD Facts – Human papillomavirus (HPV). [online] Available at: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv.htm [Accessed 18 Aug. 2017].

Immunization for Women. (2017). Human Papillomavirus Frequently Asked Questions – Immunization for Women. [online] Available at: http://immunizationforwomen.org/providers/diseases-vaccines/hpv/faqs.php [Accessed 18 Aug. 2017].

NHS. (2015). What is HPV? – Health questions – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/chq/Pages/2611.aspx [Accessed 18 Aug. 2017].

Smith, L. (2016). Human Papillomavirus (HPV): Causes, Symptoms and Treatments. [online] Medical News Today. Available at: http://www.medicalnewstoday.com/articles/246670.php [Accessed 18 Aug. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 02/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x