Kenapa Kutil Kelamin Bisa Kambuh Kembali Padahal Sudah Diobati?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak kasus yang menyebutkan bahwa pasien yang sudah melakukan pengobatan kutil kelamin melaporkan penyakit tersebut kembali kambuh. Umumnya, penyakit ini kembali lagi setelah dua sampai tiga bulan pengobatan atau dalam beberapa kasus akan kembali setelah satu tahun pengobatan. Mengapa bisa begitu?

Penyebab kutil kelamin

Untuk mengetahui mengapa kutil kelamin kembali kambuh, Anda harus terlebih dulu mengetahui penyebabnya.

Kutil kelamin merupakan penyakit infeksi menular seksual yang berupa benjolan kecil berwarna kulit atau kemerahan yang tumbuh di sekitar kelamin Anda. Biasanya penyakit ini muncul akibat infeksi jenis human papillomavirus (HPV) tertentu, yaitu HPV 6 dan  11. HPV sendiri merupakan sebuah kumpulan virus yang bisa menyebabkan penyakit kutil kelamin dan beberapa jenis kanker tertentu.

Biasanya, virus ini ditularkan lewat hubungan seks baik oral, vagina, maupun anal. Terkadang, HPV dapat menular saat ibu yang terinfeksi HPV melahirkan bayinya ke dunia. Virus ini biasanya menyebabkan infeksi kelamin atau sistem pernapasan pada bayi.

Pencegahan HPV bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi sebelum seseorang aktif secara seksual. Hal ini dikarenakan HPV sendiri ditularkan melalui kontak seksual. Oleh karena itu, dokter menganjurkan imunisasi diberikan sejak anak berusia 10 tahun.

Mengapa kutil kelamin kambuh kembali setelah diobati?

Pertanyaan utama yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah mengapa kutil kelamin bisa muncul lagi alias kambuh meskipun telah diobati? Jawabannya karena pengobatan penyakit ini hanya menghilangkan kutilnya saja, bukan membasmi virus HPV yang menjadi penyebab kemunculannya. Kutil kelamin hanya satu dari infeksi HPV yang masuk ke dalam infeksi kronis dan bersifat seumur hidup.

Seperti yang telah dijelaskan, kutil kelamin memang dapat diobati, tetapi infeksi HPV tidak dapat disembuhkan. Setelah pengobatan, Anda mungkin akan terbebas dari penyakit ini. Namun, HPV masih ada di dalam tubuh Anda dan bisa “hidup” lagi sehingga menyebabkan kutil kelamim kembali kambuh.

Pengobatan penyakit yang dalam istilah asing disebut genital warts ini tidak menghilangkan HPV yang bersarang di dalam tubuh Anda. Sehingga tubuh masih mungkin untuk menyebarkan infeksi. Kutil yang muncul kembali setelah diobati biasanya tidak diobati lagi kecuali Anda ingin melakukan pengobatan kembali. Untuk pengobatan yang kedua kalinya, biasanya dokter akan memilihkan jenis pengobatan yang berbeda dari sebelumnya.

Lalu, perlukah kutil kelamin diobati jika memiliki risiko kambuh?

Kutil kelamin memang tidak selalu membutuhkan pengobatan dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, kutil kelamin yang tidak diobati juga memiliki kemungkinan untuk tetap ada, bahkan bertambah ukuran dan jumlahnya. Oleh karena itu, mengobati penyakit ini penting untuk:

  • Mempercepat proses penyembuhan.
  • Membersihkan area kelamin dari kutil.
  • Mengurangi gejala yang muncul seperti rasa sakit, gatal, dan iritasi.
  • Menurunkan risiko penyebaran virus.
  • Mengurangi kemungkinan terjadinya wabah yang lebih ganas.

Untuk itu, jika Anda mengidap penyakit ini ada baiknya untuk tetap melakukan pengobatan walaupun risiko kambuh kutil kelamin tetap ada. Setidaknya, Anda telah melakukan usaha untuk menghilangkannya sementara waktu dan mengurangi risiko keparahannya.

Bicarakan dengan pasangan mengenai risiko penyakit yang mungkin akan kembali. Selain itu, Anda juga perlu mengonsultasikan ke dokter untuk membantu Anda mendapatkan perawatan terbaik dari penyakit yang Anda derita.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Salah satu minyak herbal yang sedang populer adalah minyak kutus kutus. Namun sebelum beli, yuk cek klaim manfaat minyak kutus-kutus di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit