Tips Mudah Mengelola Kelelahan Kronis Akibat HIV

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merasa lelah adalah hal biasa jika Anda memiliki HIV, terutama jika Anda telah memiliki hidup bersama virus tersebut selama bertahun-tahun. Kelelahan akibat HIV dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk bekerja, mengurus diri sendiri, dan menikmati hidup Anda. Tapi tenang, ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kelelahan akibat HIV.

Tanda-tanda kelelahan akibat HIV

Kelelahan merupakan salah satu gejala awal dari HIV.  Pada umumnya, jika Anda mengalami kelelahan akibat HIV, Anda akan mengalami sakit kepala, demam, pembengkakan kelenjar getah bening (di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan), dan sakit tenggorokan.

Tanda-tanda ini dapat menghilang setelah beberapa saat. Dalam beberapa kasus, penderita HIV percaya bahwa gejala kelelahan kronis yang mereka alami terkait dengan virus flu biasa. Beberapa tanda lain dari kelelahan termasuk kegelisahan dan depresi, masalah tidur, nyeri, dan infeksi atau penyakit lainnya.

HIV juga dapat memengaruhi tubuh tanpa menunjukkan gejala sama sekali selama beberapa tahun.

Tips mengatasi insomnia

Anda dapat mengalami insomnia ketika memiliki HIV. Insomnia membuat Anda mengalami kesulitan untuk tidur atau kesulitan untuk tetap tertidur. Dalam kedua kasus, tersebut tidur malam yang tidak memadai dapat membuat Anda menjalani hari berikutnya dengan tidak baik. Untuk membantu Anda mendapatkan tidur malam yang cukup, ingatlah beberapa tips berikut:

  • Cobalah untuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari
  • Jangan berbaring di tempat tidur terjaga dan cemas. Jika Anda tidak bisa tidur, pindahlah ke bagian yang berbeda dalam rumah. Istirahatlah sampai Anda merasa cukup lelah untuk mencoba tidur kembali di tempat tidur Anda
  • Cobalah membaca. Jangan menonton TV atau menggunakan ponsel atau komputer
  • Hindarilah alkohol tepat sebelum tidur dan kafein di sore atau malam hari
  • Buatlah kamar Anda gelap dan sejuk, jika memungkinkan, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung untuk tidur
  • Jika Anda masil mengalami kesulitan tidur setelah mencoba anjuran-anjuran ini, berkonsultasilah pada dokter Anda. Ia mungkin akan menganjurkan obat penenang atau hipnotik

Kelelahan akibat HIV bisa tidak ada penyebabnya

Ketika sumber kelelahan Anda tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan depresi, insomnia, narkoba, atau sebab spesifik lainnya, kondisi ini disebut dengan kelelahan HIV idiopatik. Idiopatik merupakan istilah medis yang berarti penyebab kondisinya tidak diketahui.

Kelelahan HIV idiopatik adalah hal yang umum, tetapi sulit untuk diprediksi. Anda bisa mengalaminya di setiap waktu dalam satu hari, dan Anda bisa mengalami berhari-hari tanpa perasaan lelah tersebut. Penggunaan stimulant seperti methylphenidate (Ritalin) dan dextroamphetamine (Dexedrine) dapat membantu. Dokter Anda dapat meresepkannya untuk penggunaan setiap hari atau hanya ketika Anda mulai menyadari munculnya kelelahan. Jika Anda memiliki sejarah penyalahgunaan stimulant, dokter Anda dapar mencarikan solusi lain.

Yang penting, jangan menyerah

HIV merupakan penyakit kronis, tetapi dengan penggunaan obat dengan hati-hati dan kebiasaan yang sehat, Anda dapat dengan mudah mengelolanya. Kelelahan merupakan masalah yang umum dihadapi oleh banyak orang, termasuk orang yang punya atau tidak punya HIV.

Namun, ada sejumlah terapi dan perilaku yang dapat membantu. Untuk kebanyakan orang, olahraga dapat meningkatkan suasana hati dan tubuh. Mungkin, dengan memulai hari Anda dengan berjalan kaki singkat dapat memberikan dorongan yang Anda perlukan untuk mengusir kelelahan dan menghadapi hari dengan semangat yang meningkat.

Akhir kata, dengan selalu berpikiran positif akan membantu Anda melawan HIV dengan lebih efektif. Selain itu, cobalah untuk memiliki rutinitas harian yang sehat dengan berolahraga; nutrisi dan aktivitas luar ruangan juga membantu memperbaiki kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang mengganggu fungsi hati. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatan, serta pencegahannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Pentingnya Edukasi Seksual dan Potensi HIV/AIDS pada Remaja

Edukasi seksual pada remaja sangat penting untuk menjaga dari kehamilan yang tidak diinginkan serta pencegahan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
HIV/AIDS 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Penyakit jantung dapat menyerang wanita dan pria tanpa memandang usia. Lantas, apa saja gejala dan penyebab penyakit jantung? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Moluskum Kontagiosum (Molluscum Contagiosum)

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada lapisan atas kulit yang disebabkan oleh virus. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker anus

Kanker Anus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat nyeri tulang

Pilihan Obat yang Digunakan untuk Meredakan Nyeri Tulang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
angioplasti angioplasty

Memahami Manfaat dan Risiko Angioplasti, Prosedur Medis untuk Serangan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit