home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih ini dapat membantu tubuh melawan bakteri, virus, dan racun lain yang membuat Anda sakit. Jika kadar limfosit tinggi, bisa jadi artinya menandakan tubuh Anda sedang berjuang untuk melawan penyakit atau infeksi tertentu. Bagaimana mengatasi kadar limfosit yang tinggi?

Apa itu limfosit?

Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang bekerja mempertahankan kekebalan tubuh terhadap zat asing, seperti bakteri, virus, dan bahkan sel kanker.

Sel darah putih ini dapat ditemukan di darah dan jaringan limfa (getah bening). Kadar sel darah putih yang normal menandakan bahwa tubuh Anda dalam kondisi baik.

Namun, apabila kadar sel darah putih, khususnya limfosit tinggi, hal ini dapat mengindikasikan bahwa Anda sedang terinfeksi virus atau bahkan terkena penyakit tertentu.

Jenis dan fungsi limfosit

Terdapat dua jenis sel darah limfosit, yaitu sel B dan sel T. Sama seperti sel darah lainnya, kedua jenis sel ini juga berasal dari sel induk di sumsum tulang.

Dari sana, beberapa sel berjalan menuju kelenjar timus. Sel yang berjalan menuju kelenjar timus disebut dengan sel T, sementara yang tetap berdiam dalam sumsum tulang disebut dengan sel B.

Fungsi sel B adalah membuat antibodi berupa protein yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan zat asing yang dikenal sebagai antigen.

Setiap sel B diatur untuk membuat satu antibodi spesifik yang jika dipertemukan dengan antigen yang tidak cocok, seperti virus atau bakteri, sel B akan menghancurkan antigen tersebut.

Sementara itu, tugas sel T adalah membantu tubuh membunuh sel-sel kanker dan mengendalikan respons imun terhadap zat-zat asing.

Sel T membunuh sel kanker dan mengendalikan respons imun terhadap zat-zat asing dengan cara menghancurkan sel-sel tubuh yang telah diambil alih oleh virus atau sel tubuh yang telah menjadi kanker.

Selain kedua jenis sel limfosit tersebut, masih ada satu jenis lagi. Sel ketiga limfosit ini dikenal sebagai pembunuh alami atau sel NK.

Sel ini berasal dari tempat yang sama dengan sel B dan T. Sel NK merespons beberapa zat asing dengan cepat dan mengkhususkan diri dalam membunuh sel kanker dan sel lain yang sudah terinfeksi virus.

Apa yang terjadi bila kadar limfosit tinggi?

sel darah putih naik

Dikutip dari Mayo Clinic, limfositosis adalah suatu kondisi di mana kadar limfosit dalam darah menjadi tinggi. Normalnya, limfosit normal orang dewasa adalah 3.000/mcL darah.

Sementara itu, pada anak-anak, jumlahnya berbeda-beda bergantung usia mereka.

Biasanya, jumlah normal limfosit pada anak-anak sebanyak 9.000/mcL darah. Jumlah normal sel darah putih ini umumnya juga punya tolak ukur yang berbeda di setiap laboratorium.

Kadar limfosit tinggi umumnya menandakan ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh Anda. Biasanya kondisi ini ditemukan pada orang yang terkena kanker darah atau infeksi kronis.

Dokter Anda mungkin perlu melakukan beberapa tes lain untuk menentukan dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan sistem kekebalan tubuh Anda,

Beberapa penyebabnya limfosit menjadi tinggi antara lain.

  • Infeksi bakteri atau virus.
  • Kanker darah atau sistem limfatik.
  • Gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan lanjut (kronis).

Penyebab lainnya adalah:

  • leukemia limfositik akut,
  • leukemia limfositik kronis,
  • infeksi Cytomegalovirus (CMV),
  • HIV/AIDS,
  • mononukleosis,
  • infeksi virus lainnya,
  • tuberkulosis,
  • vaskulitis (peradangan pembuluh darah), dan
  • batuk rejan.

Membaca hasil tes sel T dan sel B

Pada saat melakukan skrining atau tes limfosit, akan terlihat seberapa banyak jumlah sel T dan sel B di dalam darah.

Jika ditemukan banyak sel abnormal (terlalu tinggi ataupun rendah), kemungkinan menunjukkan adanya gejala penyakit.

Dalam hal ini, dokter kemungkinan akan meminta tes lain untuk memastikan diagnosis penyakit terkait darah dan kekebalan imun Anda.

tes darah fungsi leukosit adalah

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jumlah sel T di atas normal (terlalu tinggi), antara lain.

  • Penyakit menular seksual, seperti sifilis.
  • Infeksi virus, seperti mononukleosis.
  • Infeksi yang disebabkan oleh parasit, seperti toksoplasmosis.
  • Tuberkulosis.
  • Kanker sel darah putih.
  • Kanker darah dari di sumsum tulang.

Sementara itu, apabila sel B yang terlalu tinggi, beberapa kondisi yang bisa jadi penyebabnya, antara lain:

  • Leukemia limfositik kronis.
  • Multiple myeloma.
  • Penyakit genetik yang dikenal sebagai sindrom DiGeorge.
  • Sejenis kanker yang disebut Waldenstrom macroglobulinemia.

Bagaimana cara mengatasi limfosit tinggi?

Penanganan limfosit tinggi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Masalah limfosit tinggi kadang kala bukan menandakan hal serius dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun.

Jika limfosit tinggi disebabkan oleh suatu kondisi atau penyakit tertentu, pengobatannya pun akan bergantung pada penyakit yang mendasarinya.

Berikut pilihan pengobatan untuk mengobati penyebab-penyebab limfosit tinggi.

  • Analgesik dan/atau obat antiinflamasi non steroid (NSAID). Jika limfosit tinggi disebabkan oleh mononukleosis, dokter mungkin akan merekomendasikan analgesik dan/atau obat antiinflamasi non steroid (NSAID).
  • Antibiotik, seperti azitromisin atau klaritromisin jika limfosit tinggi disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Pengobatan kanker (obat dan kemoterapi), jika limfositosis disebabkan oleh kanker.
  • Diet antioksidan, seperti alpukat, sayuran hijau, wortel, raspberry, buah jeruk, anggur, kangkung, jamur, dan tomat, dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.
  • Diet antiperadangan, seperti asam lemak omega-3, yang terkandung dalam minyak ikan berlemak, dapat membantu mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan kadar limfosit tinggi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lymphocytosis (high lymphocyte count) When to see a doctor. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/lymphocytosis/basics/when-to-see-doctor/sym-20050660

Helper and Cytotoxic T Cells | British Society for Immunology. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://www.immunology.org/public-information/bitesized-immunology/cells/helper-and-cytotoxic-t-cells

Humans, I. (2012). HUMAN T-CELL LYMPHOTROPIC VIRUS TYPE 1. International Agency For Research On Cancer. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK304341/

LAROSA, D., & ORANGE, J. (2008). 1. Lymphocytes. Journal Of Allergy And Clinical Immunology, 121(2), S364-S369. doi: 10.1016/j.jaci.2007.06.016

Hamad, H., & Mangla, A. (2020). Lymphocytosis. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549819/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 20/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x