Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibandingkan Wanita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dilansir dalam laman American Academy of Sleep Medicine, pria memang lebih sering mendengkur saat tidur dibandingkan dengan wanita. Sekitar 40 persen pria terbiasa tidur sambil mendengkur, sedangkan wanita yang terbiasa tidur sambil mendengkur hanya sebanyak 24 persen. Kenapa pria lebih sering ngorok? Berikut penjelasannya.

Sebenarnya apa itu ngorok dan kenapa bisa terjadi?

Ngorok adalah suara berisik dari pernapasan yang terjadi selama proses tidur. Orang akan mendengkur karena saluran udaranya menyempit ketika tidur. Saluran udara yang menyempit ini membuat hambatan di jalur yang menghubungkan mulut, hidung, dan paru-paru.

Semakin sempitnya saluran udara ini maka akan semakin besar dibutuhkannya tekanan untuk membangun aliran udara yang cukup. Semakin besarnya tekanan ini, maka suara ngorok pun akan semakin nyaring terdengar.

Seperti otot lainnya, ketika tidur otot di tenggorokan termasuk lidah juga akan mengendur. Lidah akan jatuh ke arah belakang dan tenggorokan menjadi sempit. Saat Anda bernapas selagi tidur, dinding tengggorokan yang sempit ini jadi bergetar.

Getaran ini menyebabkan suara napas yang khas, yaitu suara dengkuran yang Anda dengar. Semakin sempit jalan napasnya, maka akan semakin besar getaran dan semakin keras suara ngorok seseorang.

Lalu, kenapa pria lebih sering ngorok daripada wanita?

Menurut Jomvie Reyes PTRP, RN, MN, seorang Master of Nursing dan juga dosen di Davao Doctors College, ada dua faktor utama kenapa pria lebih sering ngorok, yaitu kondisi anatomi tubuh dan gaya hidup.

Perbedaan anatomi

Pada dasarnya, secara fisik tubuh pria lebih menunjang terjadinya mendengkur. Laki-laki memiliki posisi kotak suara (laring) lebih rendah daripada perempuan sehingga ini membuat laki-laki memiliki lebih besar ruang terbuka di jalan napas. Ruang yang lebih besar ini membuat jalan napas menjadi semakin sempit. Suara ngorok pun akan muncul.

Selain itu, kondisi pita suara juga bisa memengaruhi. Pria memiliki pita suara yang lebih hidup, lebih dalam, dan lebih berat dari wanita. Kondisi ini membuat pria lebih berpotensi sering ngorok saat tidur.

Bentuk rahang juga bisa memengaruhi terjadinya ngorok. Bentuk rahang pria yang lebih menonjol jelas, sedangkan rahang wanita berbentuk lebih kecil dan tidak terlalu menonjol.

Gaya hidup

Ada beberapa kebiasaan yang lebih sering dilakukan oleh pria sehingga membuat lebih banyak pria yang ngorok saat tidur. Pria cenderung sering mengonsumsi alkohol. Alkohol ini bersifat mengendurkan otot-otot saluran pernapasan.

Pengenduran otot ini membuat saluran napas menjadi lebih tertutup dan aliran udara pun semakin sempit sehingga muncul suara dengkuran.

Pria juga memiliki kebiasaan merokok yang tinggi. Rokok bisa membuat iritasi jaringan di saluran pernapasan. Kondisi itu akan menimbulkan peningkatan produksi lendir. Peningkatan ini yang selanjutnya menambah penyempitan dan penyumbatan saluran napas.

penyakit akibat ngorok

Adakah faktor lain yang membuat orang semakin berpotensi mengalami ngorok?

  • Penggunaan obat penenang. Obat penenang bersifat mirip dengan alkohol, mengendurkan otot-otot saluran pernapasan.
  • Kelebihan berat badan. Orang yang kelebihan berat badan biasanya memiliki ketebalan leher yang berlebihan. Kondisi ini akan semakin menambah tekanan di saluran napas.
  • Orang lanjut usia (lansia). Semakin tua usia maka Anda mungkin semakin sering ngorok. Ini karena kondisi otot di saluran pernapasan pun semakin mengendur akibat berbagai faktor.
  • Konsumsi obat. Mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kekeringan atau iritasi pada lorong pernapasan.
  • Kondisi kesehatan. Flu, adanya polip di hidung dan alergi juga bisa membuat orang mengalami ngorok saat tidur
  • Posisi tidur telentang. Tidur telentang membuat lidah dan daging di sekitar tenggorokan melonggar atau ditarik ke dalam sehingga menyumbat jalur udara. Hal ini menyebabkan suara bergetar saat Anda tidur. Posisi tidur miring bisa membantu Anda mengatasi ngorok.
  • Semakin besar ukuran uvula maka semakin menyempitkan saluran napas. Uvula adalah  jaringan kecil yang menggantung di langit-langit mulut yang selalu terlihat saat orang membuka mulut.

Bagaimana caranya untuk mengurangi kebiasaan ngorok?

  • Jika berat badan Anda berlebih, menurunkan berat badan merupakan cara yang tepat untuk berhenti ngorok.
  • Hindari minum-minuman yang mengandung alkohol sebelum tidur.
  • Berhenti merokok.
  • Tinggikan posisi kepala Anda dengan bantal saat tidur agar lidah Anda tidak menghalangi jalannya napas.
  • Tidur dengan posisi miring.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit