Pengisian Nitrogen Pada Kemasan Makanan Ringan Supaya Mengembung, Apakah Aman?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda membeli makanan ringan seperti keripik kentang yang bungkusnya menggelembung, namum saat dibuka ternyata separuhnya hanya berisi udara? Proses pengemasan snack ini disebut nitrogen flushing, yaitu saat nitrogen dimasukkan ke dalam kemasan makanan. Namun, apakah nitrogen flushing ini berpengaruh pada makanan dan pada kesehatan kita? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu nitrogen flushing?

Oksigen akan memicu jamur, ragi, dan bakteri aerob berkembang dan merusak makanan. Sehingga, makanan akan cepat tengik atau berubah warna jika terlalu lama terkena paparan oksigen, seperti halnya makanan yang dibiarkan dalam keadaan terbuka.

Salah satu cara untuk membuat makanan tetap bertahan lama adalah dengan mengeluarkan oksigen dari wadah, dan menggantinya dengan nitrogen. Proses inilah yang dinamakan nitrogen flushing.

Penggantian oksigen dengan nitrogen bertujuan untuk menghindari oksidasi yang menyebabkan makanan cepat rusak dan basi.

Nitrogen flushing kebalikan dari proses vakum

Pada makanan seperti daging segar, sosis, atau dendeng yang dikemas dalam segel plastik, udara tidak dibutuhkan di dalam kemasan. Makanan tersebut dimasukkan ke dalam wadah, kemudian udara di dalamnya dikeluarkan sehingga hampa udara. Proses ini disebut pengemasan vakum. Anda bisa mengamati kemasan pada bungkus sosis yang rapat dan ketat yang menandakan tidak ada udara di dalamnya.

Namun, tidak semua makanan dikemas dengan pengemasan vakum. Jenis makanan yang rentan hancur atau rusak, seperti keripik membutuhkan perlindungan selama makanan didistribusikan. Begitu juga dengan biji kopi kemasan yang permukaannya tidak rata akan terihat tidak bagus jika dikemas dengan pengemasan vakum. Kemasannya akan membentuk benjolan-benjolan jika tidak ada udara di dalamnya.

Untuk jenis makanan seperti ini dibutuhkan nitrogen flushing. Anda bisa mengamati bungkusnya yang menggelembung, dan ketika dibuka akan ada udara (nitrogen) di dalamnya.

Cara penerapan nitrogen flussing pada makanan kemasan adalah dengan menggunakan mesin yang memberi tekanan nitrogen di dalam wadah sehingga oksigen tergantikan seluruhnya oleh nitrogen. Kemudian, wadah disegel dengan cepat dan rapat.

Apakah penggunaan nitrogen flushing pada makanan ringan itu aman?

Dilansir dari Very Well, nitrogen flushing benar-benar aman untuk makanan. Sebab, nitrogen mengandung 70% udara yang Anda hirup. Nitrogen di dalam wadah makanan kemasan tidak bereaksi dengan makanan, sehingga makanan tetap terjaga kesegarannya dan dapat bertahan lebih lama.

Namun, saat Anda membuka bungkus snack, nitrogen yang berada di dalam wadah akan bercampur dengan udara sekitarnya. Ini bisa menyebabkan ketahanan makanan menjadi berkurang.

Pada beberapa bungkus makanan kemasan tersedia model zip lock yang memudahkan Anda untuk mengamankan sisa makanan. Namun pada kemasan yang tidak bermodel zip lock, pastikan menutup rapat bungkus makanan yang sudah Anda buka dengan tali, karet, atau klip. Kemudian, simpan ke dalam lemari es. Akan lebih aman lagi bila memindahkannya ke dalam wadah yang tertutup rapat, seperti toples.

Makanan kemasan yang sudah dibuka sebaiknya jangan disimpan terlalu lama karena kandungan dari makanan yang telah bercampur dengan udara sekitar sudah berubah, sehingga makanan menjadi lebih cepat basi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Zat Aditif BHA dan BHT Dalam Makanan Kemasan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Dari banyak jenis zat aditif pada makanan, BHA dan BHT adalah dua di antaranya yang berfungsi sebagai pengawet. Adakah risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 27 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Makanan Kemasan Mengandung Natrium Tinggi?

Makanan kemasan mengandung natrium tinggi, sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Lantas, kenapa makanan kemasan tinggi natrium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit

6 Fakta Menarik Seputar Kalori yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Sebelumnya

Psstt... Label "nol kalori" pada kemasan makanan sehat tidak berarti benar-benar bebas kalori, lho! Simak beragam fakta menarik lainnya soal kalori makanan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Fakta Gizi, Nutrisi 3 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit

5 Alasan Kenapa Anda Harus Stop Makan Makanan Kemasan Mulai Hari Ini

Tanpa disadari, ada banyak bahaya makanan kemasan yang menghantui kesehatan tubuh jika Anda terlalu banyak mengonsumsinya. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 2 September 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan terbaik untuk sarapan

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
memasak kentang dengan cara sehat

Tinggalkan Kentang Goreng! Masak Kentang dengan 5 Cara Sehat Ini

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 7 menit
ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit