Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

4 Cara Jitu untuk Menahan Tangis di Tempat Umum

4 Cara Jitu untuk Menahan Tangis di Tempat Umum

Menangis itu wajar. Akan tetapi, menangis di tempat umum bisa membuat Anda menjadi pusat perhatian. Lalu, bagaimana cara menahan tangis dan emosi agar tidak meluap begitu saja? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Mengapa orang dewasa menangis?

penyebab menangis

Menangis adalah reaksi emosional yang lumrah. Hal ini pada umumnya terjadi ketika seseorang menghadapi perasaan tertentu, baik itu bahagia maupun sedih.

Selain meluapkan emosi, terdapat sejumlah manfaat menangis untuk kesehatan fisik dan psikis.

Air mata saat menangis membantu Anda menjaga dan melindungi fungsi mata. Ini karena air mata akan menghidrasi mata dan membersihkannya dari zat asing, seperti debu.

Para peneliti juga memercayai bahwa menangis dapat membantu melepaskan hormon stres atau racun dari dalam tubuh. Pada akhirnya, hal ini bisa memperbaiki suasana hati Anda.

Selain itu, menangis juga dilakukan sebagai cara untuk memperoleh perhatian orang lain. Karena hal itu, bukan cuma anak-anak atau bayi saja yang menangis.

Orang dewasa pun bisa menangis kalau dipicu oleh hal-hal yang bersifat emosional.

Seberapa sering orang dewasa menangis?

Dikutip dari American Psychological Association, studi pada 1980-an yang dilakukan seorang ahli biokimia, William H. Frey, PhD, menemukan bahwa wanita menangis rata-rata 5,3 kali sebulan, sedangkan pria menangis rata-rata 1,3 kali sebulan.

Cara agar tidak mudah menangis di tempat umum

Menangis memang salah satu cara terbaik untuk meluapkan stres. Akan tetapi, bila situasinya sedang tidak tepat, Anda tentu harus berjuang segenap hati untuk menahan tangis.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar tidak mudah menangis di tempat umum.

1. Mengatur napas

mengatur napas

Hal pertama yang bisa dilakukan ialah mengatur napas. Menarik dan membuang napas secara perlahan bisa membuat Anda lebih rileks dan bisa meredam emosi yang membuncah.

Cobalah memejamkan mata, lalu tarik napas dalam lewat hidung. Kemudian, embuskan napas sepelan mungkin lewat mulut. Ulangi terus dengan makin lama makin lembut dan panjang.

Fokuskan pikiran pada setiap tarikan napas, misal sambil menghitung tiap tarikan dan embusan napas. Ini bisa membantu mengalihkan pikiran dari hal yang memicu tangisan.

2. Mengedipkan mata

Apabila air mata sudah membendung pada bagian pelupuk, cobalah untuk mengedipkan mata Anda beberapa kali dengan cepat.

Hal ini memang tidak menghilangkan air mata sepenuhnya. Namun, mengedipkan mata secara cepat membantu agar air mata menyebar lebih cepat.

Alhasil, cara ini bisa membantu Anda menahan tangis dan membuat air mata tak terlalu kentara.

3. Segera pergi dari tempat tersebut

menangis di tempat umum

Saat menangis di tempat umum, Anda mungkin segera menyadari bahwa orang lain sedang memperhatikan diri Anda. Ini tentu bisa membuat Anda malu karena jadi pusat perhatian.

Sebaiknya, segera pergi menjauh dari tempat tersebut. Mundurlah selangkah, lalu berbalik ke arah berlawanan untuk menghindari keramaian orang.

Carilah tempat senyap yang dapat membantu Anda mengurangi keinginan untuk menangis, seperti di bilik toilet atau sudut ruangan yang sepi.

4. Mengalihkan pikiran dengan hal yang konyol

Mengalihkan pikiran dari sesuatu yang membuat Anda menangis akan menangkal emosi yang membuncah untuk sementara waktu. Apalagi bila Anda membayangkan hal yang lucu atau disukai.

Bayangkan atau ingat-ingat hal konyol yang pernah membuat Anda tertawa sambil menangis atau bahkan tertawa terpingkal-pingkal, misalnya saat melihat teman jatuh dan menahan malu karena tersandung.

Meski tidak mudah, usaha Anda untuk mengingat kembali ini saja sudah cukup manjur untuk memecah konsentrasi dan menahan tangis di tempat umum.

Bahaya menahan tangis terlalu sering

Sebuah studi dalam jurnal Frontiers in Psychology (2014) menemukan bahwa orang yang tidak menahan tangisan lebih mungkin mengalami perubahan positif dalam suasana hatinya.

Terlebih, bila orang tersebut dihibur atau mendapatkan dukungan dari orang lain di sekitarnya.

Perlu diketahui bahwa terus-menerus menahan emosi yang sedang dirasakan tidak baik bagi kesehatan fisik dan psikis.

Jika Anda berusaha untuk tidak menangis, tubuh akan melepaskan lebih banyak hormon stres seperti adrenalin dan kortisol ke dalam aliran darah.

Dalam jangka pendek, hal ini bisa menyebabkan stres, mudah marah, kurang tidur, hingga kecemasan. Stres berlebihan memicu hipertensi, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Maka dari itu, penting untuk tidak menahan tangis. Jika Anda sedang berada di tempat umum, segera cari tempat yang aman untuk menangis, seperti toilet atau tempat yang sepi.

Selain menangis, Anda juga bisa meluapkan perasaan dengan menulis buku harian, melakukan olahraga, atau sekadar curhat dengan orang terdekat.


Ingin mendapatkan berat badan ideal?

Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Collier, L. (2014). Why we cry? American Psychological Association. Retrieved 15 August 2022, from https://www.apa.org/monitor/2014/02/cry

Why Do We Cry? The Truth Behind Your Tears. Cleveland Clinic. (2022). Retrieved 15 August 2022, from https://health.clevelandclinic.org/tears-why-we-cry-and-more-infographic/

Stress management. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 15 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/basics/stress-basics/hlv-20049495

Why holding back tears could be harming your health. The Sydney Morning Herald. (2018). Retrieved 15 August 2022, from https://www.smh.com.au/lifestyle/health-and-wellness/why-holding-back-tears-could-be-harming-your-health-20180517-p4zfw5.html

Gračanin, A., Bylsma, L., & Vingerhoets, A. (2014). Is crying a self-soothing behavior?. Frontiers In Psychology, 5. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.00502

Bylsma, L., Croon, M., Vingerhoets, A., & Rottenberg, J. (2011). When and for whom does crying improve mood? A daily diary study of 1004 crying episodes. Journal Of Research In Personality, 45(4), 385-392. https://doi.org/10.1016/j.jrp.2011.04.007

Steptoe, A., & Kivimäki, M. (2012). Stress and cardiovascular disease. Nature reviews. Cardiology, 9(6), 360–370. https://doi.org/10.1038/nrcardio.2012.45

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 3 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Next article: