8 Fakta Kepribadian Anak Tengah yang Menarik untuk Diketahui

    8 Fakta Kepribadian Anak Tengah yang Menarik untuk Diketahui

    Anak sulung biasanya dijadikan pedoman bahkan tumpuan harapan bagi keluarga, sedangkan anak terakhir adalah anak yang paling dimanja serta disayang. Lantas, bagaimana dengan anak tengah? Simak ulasan mengenai kepribadian dan karakter anak tengah di bawah ini.

    Fakta sindrom anak tengah

    perkembangan anak usia 10 tahun

    Anda mungkin pernah mendengar sindrom anak tengah atau middle child syndrome.

    Ya, istilah sindrom anak tengah biasanya disebutkan untuk menggambarkan kondisi psikologi anak tengah yang sering merasa sedikit tersisih di antara dua saudara kandungnya.

    Hal itulah yang terkadang membuat perilaku anak tengah terhadap saudara-saudaranya menjadi negatif.

    Ia merasakan kepedihan karena cemburu sehingga mengembangkan kepribadian dengan harga diri yang rendah atau menjadi anak yang introvert.

    Namun, hal ini juga bisa jadi disebabkan oleh perbedaan teknik pengasuhan pada masing-masing keluarga.

    Jika orangtua menyadari adanya perbedaan karakter dari masing-masing anaknya dan membagi perhatiannya secara merata, kemungkinan besar anak kedua tidak akan mengalami masalah psikologis seperti itu.

    Apa karakter anak tengah?

    tumbuh kembang anak

    Jika Anda anak kedua, mungkin Anda sering kali merasa ada yang berbeda pada diri Anda.

    Bagaimana tidak, fakta anak kedua sering kali dibanding-bandingkan dengan si kakak atau suka disalahkan jika sedang berebut mainan dengan si adik.

    Terkadang, si anak kedua juga merasa tidak terlalu diperhatikan karena semua perhatian tertuju pada si adik dan harapan keluarga bertumpu pada si kakak.

    Namun nyatanya, ada beberapa keunggulan psikologis anak tengah yang dimiliki bila dibandingkan dengan anak sulung dan anak bungsu.

    Berikut adalah beberapa fakta kepribadian anak tengah yang perlu Anda ketahui.

    1. Lebih berani mengambil risiko

    Mengutip National Child Development Council, disebutkan bahwa anak tengah lebih cenderung mengambil risiko dan tantangan yang ada di depannya ketimbang kakak ataupun adiknya.

    Hal ini karena anak kedua cenderung lebih terbuka sehingga mudah menyerap pengetahuan serta wawasan yang baru.

    Kemampuan tersebut pun membuat mereka lebih mampu mengukur risiko. Ini juga yang membuat mereka lebih mudah dalam mendekati maupun menyelesaikan suatu masalah.

    2. Punya kemampuan negosiasi yang baik

    Keterampilan negosiasi dimiliki para anak tengah ketika mereka berusaha mendapatkan apa yang mereka mau dari saudara-saudaranya yang lain tanpa menimbulkan keributan yang bisa membuat orangtua mereka marah.

    Dari kondisi yang dialami ketika kecil akan membentuk kepribadian si anak urutan tengah ini.

    Hingga akhirnya mereka mengerti bagaimana bernegosiasi yang baik dengan seseorang, meskipun ketika itu ia melakukannya pada saudara kandungnya.

    3. Mampu mengelola ego dan emosi lebih baik

    Ketika menjadi anak urutan tengah, Anda dituntut untuk bisa mengalah pada si adik sekaligus berbagi dengan si kakak.

    Hal ini membentuk kepribadian anak yang lahir di urutan kedua untuk menjadi sosok orang yang lebih mampu mengendalikan ego maupun emosi.

    Itu sebabnya, anak tengah berpotensi untuk menjadi pemimpin yang baik, pebisnis yang sukses, hingga pasangan yang romantis.

    Ya, fakta si anak tengah biasanya dianggap lebih mampu memenuhi serta menyeimbangkan kebutuhan orang lain ketimbang dengan kebutuhannya sendiri.

    4. Lebih periang dan bisa menjadi pasangan yang ideal

    susu untuk anak alergi susu sapi

    Dilansir dari situs NPS, diungkapkan bahwa anak yang lahir pada urutan tengah cenderung lebih bahagia dan dapat menjalin hubungan asmara yang romantis serta bertahan lama.

    Disebutkan bahwa rasa empati serta kemampuannya dalam bernegosiasi membuat mereka bisa mendapatkan hubungan asmara yang ideal.

    5. Fleksibel

    Berada di tengah dan harus beradaptasi dengan situasi dan perubahan terus-menerus menjadikan anak kedua memiliki kepribadian yang sangat fleksibel.

    Seorang anak yang lahir di antara kakak dan adiknya mungkin memiliki kepribadian yang kurang baik, tetapi dia juga seseorang dengan banyak sisi positif dalam kepribadiannya.

    Orangtua harus mencoba mengenali dan mengakui sifat-sifat positif ini dan berusaha mengeluarkan yang terbaik dalam diri si Kecil.

    6. Punya kemandirian yang tinggi

    Fakta anak tengah lainnya yakni sering kali tersesat dalam keterpurukan dan kesedihannya sendiri.

    Lain halnya dengan anak yang lebih besar akan sangat mengandalkan orangtua. Sementara anak yang lebih kecil membutuhkan lebih banyak perhatian dan bersikap manja kepada orangtuanya.

    Kondisi tersebut yang kerap menjadi alasan anak kedua memiliki lebih banyak waktu untuk mengikuti jejak dan intuisi mereka sendiri tanpa diketahui oleh orangtuanya.

    7. Pembawa perdamaian

    Kepribadian anak kedua sering kali menjadi penengah atau perantara antara kakak dan adik maupun antara orangtua dan saudara kandungnya.

    Mereka akan berusaha membuat semua orang di sekitarnya agar tetap tenang, sejuk, dan rukun untuk memaksimalkan keharmonisan.

    8. Memiliki sifat kompetitif

    Merasa seperti dinomorduakan dalam keluarga dapat mendorong buah hati Anda menjadi sangat kompetitif dengan saudara kandungnya.

    Keinginannya untuk lebih menonjol daripada kakak atau adiknya menjadi sangat kuat.

    Bahkan, dapat dikatakan kalau anak kedua akan terus bersaing atau berkompetisi dalam segala kondisi, mulai dari prestasi akademik, olahraga, bahkan bersaing untuk mendapatkan perhatian orangtua.

    Kesimpulan

    Kendati begitu, tentu saja setiap kepribadian anak akan dipengaruhi oleh cara mendidik orangtua dan lingkungan keluarganya. Sebab pada dasarnya, karakter setiap anak bisa berbeda-beda. Lantas, apakah anak tengah Anda memiliki salah satu kepribadian atau karakter tersebut?

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 30/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan