Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

    Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

    Introversion atau introvert merupakan salah satu tipe kepribadian. Anak introvert biasanya terlihat lebih senang menyendiri dan merasa harus mengeluarkan banyak energi saat bersosialisasi. Ada banyak hal yang perlu Anda pahami tentang anak introvert. Yuk pelajari lebih lanjut melalui pembahasan berikut.

    Apa itu anak introvert?

    alergi dingin pada anak

    Melansir situs Simply Psychology, teori introvert dan ekstrovert diperkenalkan oleh Carl Gustav Jung pada tahun 1910.

    Teori ini menjadi salah satu teori kepribadian yang banyak digunakan saat ini. Meskipun sebenarnya seseorang bisa saja memiliki kedua kepribadian tersebut, yaitu introvert dan extrovert sekaligus, tetapi biasanya akan cenderung mengarah ke salah satunya.

    Anak introvert cenderung fokus kepada pikiran, perasaan, dan mood yang berasal dari dalam diri sendiri alias internal, dibandingkan dengan mencari stimulasi yang berasal dari luar.

    Kebalikan dari introvert adalah ekstrovert, sehingga dapat dikatakan introversion dan extraversion adalah dua karakter yang saling bertolak belakang.

    Menurut Rosario Cabello, ahli psikologi dari University Castilla-La Mancha Spanyol, orang yang introvert memiliki kebutuhan sosial yang berbeda. Ia mungkin terlihat kurang ceria atau kurang bahagia, padahal ia sebenarnya bahagia dengan caranya sendiri.

    Anak introvert bukan berarti anak pendiam

    Banyak orang yang sering menyalahartikan anak introvert sebagai anak yang pendiam, pemalu, dan penyendiri. Padahal sebenarnya pendiam dan introvert adalah dua kondisi yang berbeda.

    Anak introvert bisa jadi akan banyak bicara jika ia sudah merasa nyaman dengan suasana di sekelilingnya. Ia hanya memilih diam jika bersama dengan orang yang belum akrab atau berada di lingkungan yang baru.

    Ciri-ciri anak introvert

    Beberapa ciri umum dari orang yang berkepribadian introvert yaitu:

    1. Cenderung menyimpan perasaan sendiri

    Dibanding menyampaikannya pada orang lain, anak introvert lebih senang menyimpan isi hati sendiri atau berbicara kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir jika sering memperhatikan si kecil berbicara sendiri atau kepada mainannya.

    Tindakan ini biasanya dia lakukan karena ingin mengekspresikan perasaan tanpa merasa dihakimi oleh orang lain.

    2. Terlihat pendiam atau menarik diri saat berada di antara banyak orang

    Jika anak Anda termasuk dalam kategori introvert, maka bisa jadi Anda sering menemukannya sedang menyendiri ketika berada di tengah banyak orang. Terutama jika orang-orang tersebut bukanlah sosok yang ia kenal baik.

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak introvert sering kali merasa lelah jika harus berinteraksi dengan orang baru. Selain itu, ia merasa tidak perlu untuk memiliki teman yang terlalu banyak dan merasa cukup dengan beberapa teman saja.

    3. Sering rewel saat berada di pesta atau tempat asing

    Jika Anda mendapati si kecil rewel tanpa alasan yang jelas saat berada di pesta atau tempat asing, bisa jadi ia adalah anak yang introvert.

    Anak yang introvert butuh waktu untuk menyendiri, di mana ia bisa mencerna pengalaman dan perasaan yang baru dialaminya.

    Ketika mereka dihadapkan dengan rentetan kegiatan yang mengharuskan ia untuk berinteraksi dengan banyak orang baru, ia tidak punya cukup waktu untuk mencerna pengalaman tersebut. Akibatnya, ia merasa tidak nyaman dan menjadi rewel.

    4. Anak introvert adalah pengamat yang baik

    Daripada berinteraksi dengan orang lain, anak ini biasanya lebih memilih untuk diam dan memperhatikan orang lain. Dalam diam, ia akan mempelajari situasi dan karakter orang-orang di sekelilingnya.

    Inilah yang membuat ia menjadi sosok yang selalu waspada dan memikirkan segala sesuatu sebelum bertindak.

    5. Tidak menyukai kontak mata

    Anak introvert cenderung menghindari kontak mata terutama dengan orang yang belum ia kenal.

    Inilah yang menjadikannya terkesan sebagai anak yang pemalu. Padahal sebenarnya ia sedang mencoba melindungi dirinya sendiri dan tidak ingin merasa terintimidasi dengan keberadaan orang lain.

    Bagaimana cara menghadapi anak introvert?

    Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi anak yang dengak kepribadian introversion:

    1. Pahami apa sebenarnya introvert itu

    Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengerti betul apa itu introvert. Dengan begini, Anda mengetahui kemungkinan yang dapat terjadi serta memperkirakan tantangan yang akan muncul di kemudian hari.

    Misalnya ketika ia memilih untuk mengurung diri di kamar dan menolak untuk menyampaikan apa yang ia rasakan. Anda mungkin curiga perbuatan itu merupakan tanda-tanda depresi tetapi sebaiknya jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.

    Belum tentu ia memiliki masalah di luar, bisa jadi ia hanya butuh waktu sendiri untuk mencerna kejadian-kejadian baru yang dialaminya.

    2. Maklumi jika anak tidak memiliki banyak teman

    mendidik anak di era digital

    Mungkin Anda mendapati si kecil hanya memiliki satu atau dua teman dekat. Sebaiknya Anda tidak khawatir terhadap hal ini. Pasalnya ini termasuk salah satu ciri anak introvert.

    Pasalnya, ia lebih nyaman dengan lingkaran pertemanan yang kecil, bukan berada di grup yang penuh dengan orang. Jumlah teman yang sedikit belum tentu menandakan si kecil mengalami masalah bersosialisasi.

    3. Jangan paksa anak Anda untuk berubah

    Karena sering disalahartikan sebagai pemalu dan penyendiri, anak yang introversion terkadang dianggap sebagai anak yang bermasalah. Padahal ia hanya memiliki karakter yang berbeda.

    Jika si kecil memilih untuk menyendiri di kamar atau berbicara sendiri dengan mainannya, biarkan ia melakukan hal tersebut karena itulah yang membuatnya nyaman.

    Sebaiknya Anda tidak memaksa anak untuk bersosialisasi terutama jika berada di lingkungan baru karena masih ada kecanggungan sosial. Biarkan ia mengamati dulu sejenak sebelum ikut bergabung dengan teman-teman barunya.

    4. Libatkan dalam kegiatan yang tidak memerlukan banyak orang

    Anda perlu berhati-hati saat memilih kegiatan ekstra untuk anak yang introvert. Memaksanya mengikuti berbagai kegiatan kelompok bisa jadi pedang bermata dua.

    Sebagai contoh, jika Anda mengikutsertakannya di klub sepakbola. Kondisi ramai dan teriakan anak-anak lain dapat menyulitkannya untuk berkonsentrasi sehingga menampilkan performa yang buruk. Hal ini berisiko membuatnya putus asa dan kehilangan kepercayaan diri.

    Kegiatan yang lebih cocok untuk anak introvert adalah yang tidak memerlukan interaksi dengan terlalu banyak orang. Contohnya seperti melukis, bermain puzzle atau kerajinan tangan.

    Adapun untuk olahraga, pilihlah olahraga yang bersifat individual seperti lari, renang atau bela diri.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Monika Nanda · Tanggal diperbarui 15/07/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan