Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Memahami Fungsi Retikulum Endoplasma, Bagian Sel Penghasil Protein

    Memahami Fungsi Retikulum Endoplasma, Bagian Sel Penghasil Protein

    Sel merupakan komponen utama yang membentuk makhluk hidup. Masing-masing tubuh manusia tersusun dari triliunan sel tubuh yang berfungsi untuk menghasilkan energi, menyerap gizi dari makanan, dan banyak fungsi lainnya. Salah satu bagian sel yang berperan penting dalam proses ini adalah retikulum endoplasma.

    Apa itu retikulum endoplasma?

    jumlah sel tubuh

    Retikulum endoplasma (RE) adalah salah satu organel (organ sel) pada sel yang memiliki membran alias sel eukariotik.

    Struktur retikulum endoplasma berbentuk seperti kantong pipih yang membentang dari jaringan nukleus (inti sel) ke seluruh sitoplasma (cairan yang mengisi sel).

    Bisa dibilang RE merupakan organel terbesar dari sebagian besar organel lain yang ada dalam sel eukariotik.

    Ukuran selaputnya mencapai sekitar setengah dari seluruh membran sel. Sementara itu, ruang tertutup dalam RE memakan sekitar 10% dari total volume sel.

    Fungsi utama retikulum endoplasma yakni membentuk, memproses, dan menyebarkan protein ke bagian sel yang membutuhkannya.

    Keberadaan protein sangat penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh. Zat ini ditemui di seluruh tubuh, termasuk tulang, kulit, otot, dan rambut. Bisa dibilang, sekitar 20% tubuh manusia terbentuk dari protein.

    Salah satu fungsi protein yakni memproduksi enzim dan hormon guna menjaga fungsi sel dan organ-organ tubuh.

    Protein juga dibutuhkan dalam perbaikan sel-sel tubuh yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Proses pembentukan protein terdiri atas dua tahap, yakni transkripsi dan translasi. Pada tahap transkripsi, terjadi penyalinan sebagian DNA untuk dibawa ke ribosom.

    Ribosom merupakan organel sel yang tersebar di retikulum endoplasma. Fungsinya sebagai tempat produksi protein.

    Salinan DNA harus bergerak menuju ribosom, tapi ia tidak bisa bergerak sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan perantara yang disebut RNA polimerase.

    Ibarat kendaraan, RNA polimerase akan membawakan hasil salinan DNA ke ribosom. Begitu salinan DNA diterima oleh ribosom, maka dimulailah tahap translasi.

    Pada tahap ini, kode salinan DNA akan diterjemahkan menjadi asam amino. Gabungan asam amino ini akan menghasilkan rantai polipeptida pembentuk protein.

    Selain berperan dalam produksi dan penyebaran protein, RE juga berfungsi untuk menyimpan kalsium dan membantu proses metabolisme lemak.

    Jenis-jenis retikulum endoplasma

    retikulum endoplasma
    Sumber: GeneTex

    Berdasarkan tekstur dan fungsi kerjanya, retikulum endoplasma terbagi menjadi dua jenis, yakni RE kasar dan RE halus.

    1. Retikulum endoplasma kasar (RE kasar)

    Seperti namanya, retikulum endoplasma kasar memiliki tekstur yang kasar atau tidak merata karena adanya ribosom yang menempel.

    Biasanya setelah proses translasi, protein akan dikirimkan ke organel bernama aparatus Golgi untuk diubah bentuknya. Protein kemudian diangkut ke tujuan yang tepat di dalam sel.

    Namun, terkadang ada protein yang tetap menempel pada membran sel atau dikeluarkan dari sel. Ini membuat ribosom yang menjadi salah satu penyusunnya pun menempel pada retikulum endoplasma.

    Retikulum endoplasma kasar memiliki beberapa fungsi, di antaranya menghasilkan dan memproses protein tertentu, menjalankan proses pengiriman protein ke bagian sel yang membutuhkan, serta memeriksa kualitas protein.

    Pada kadar sel darah putih tertentu, RE kasar bisa menghasilkan antibodi untuk melindungi tubuh dari kuman penyebab penyakit.

    2. Retikulum endoplasma halus (RE halus)

    Berbeda dengan RE kasar, RE halus tidak memiliki ribosom di atasnya. Fungsi retikulum endoplasma halus ialah menghasilkan zat-zat yang dibutuhkan oleh sel.

    RE halus memproduksi karbohidrat dan lemak yang dibutuhkan untuk membangun membran sel. Bagian ini juga berfungsi sebagai area peralihan yang akan mengalirkan produk hasil RE ke berbagai area yang membutuhkannya.

    Retikulum endoplasma halus juga bekerja untuk membantu proses detoksifikasi senyawa tertentu pada hati, kontraksi otot, serta memproduksi hormon pria dan wanita.

    Kesimpulan

    • Retikulum endoplasma adalah organel yang berfungsi untuk menghasilkan dan mengirimkan protein ke bagian sel yang membutuhkannya.
    • Retikulum endoplasma terdiri dari dua bagian, yakni retikulum endoplasma halus dan retikulum endoplasma kasar.
    • RE kasar memproduksi protein melalui mekanisme transkripsi dan translasi. Sementara itu, RE halus berfungsi untuk menghasilkan karbohidrat dan lemak.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Schwarz, D. S., & Blower, M. D. (2016). The endoplasmic reticulum: structure, function and response to cellular signaling. Cellular and molecular life sciences : CMLS, 73(1), 79–94. Retrieved June 15, 2022. 

    Endoplasmic Reticulum (Smooth). (2022). National Human Genome Research Institute. Retrieved June 15, 2022, from https://www.genome.gov/genetics-glossary/Endoplasmic-Reticulum-Smooth

    Protein. (n.d.). Better Health Channel. Retrieved June 15, 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/protein

    The Endoplasmic Reticulum. (2015). Molecular Exoressions Cell Biology. Retrieved June 15, 2022, from https://micro.magnet.fsu.edu/cells/endoplasmicreticulum/endoplasmicreticulum.html

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Jul 06
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
    Next article: