Memberikan obat pada anabul memang tidak mudah. Kucing kerap kali menghindar atau memuntahkan obat. Untungnya, ada kiat tersendiri yang bisa Anda coba agar sukses memberikan obat pada kucing. Simak lebih lanjut dalam artikel berikut.
Memberikan obat pada anabul memang tidak mudah. Kucing kerap kali menghindar atau memuntahkan obat. Untungnya, ada kiat tersendiri yang bisa Anda coba agar sukses memberikan obat pada kucing. Simak lebih lanjut dalam artikel berikut.

Ketika kucing sakit karena flu, cacingan, atau penyakit lainnya, dokter hewan biasanya akan memberikan obat berbentuk pil atau tablet.
Akan tetapi, Anda mungkin kebingungan mengenai cara memberikan obat cacing atau flu karena anabul sering menolak atau memuntahkan kembali obatnya.
Nah, berikut ini cara memberikan obat pil pada anabul agar tertelan dengan baik.

Cara memberikan obat pada kucing yang umum dilakukan adalah dengan memasukkan langsung ke bagian belakang lidah, lalu tutup mulutnya dengan lembut.
Teknik ini berguna agar kucing tidak merasakan pil tersebut. Pasalnya, beberapa pil memiliki rasa yang pahit sehingga bisa membuat kucing mengeluarkan air liur berlebihan dan menolak menelannya.
Setelah obat berhasil masuk, teteskan sedikit air ke tenggorokannya atau berikan sedikit makanan untuk mencegah pil tersangkut di tenggorokan dan menyebabkan iritasi.
Cara ampuh memberikan obat pada kucing selanjutnya adalah dengan menyembunyikan obat di dalam makanan favoritnya.
Mengutip Daily Paws, cara ini mungkin tidak berhasil pada bentuk pil yang besar karena kucing mungkin akan langsung mengenalinya.
Namun, Anda bisa mencoba cara ini jika obat yang diberikan kecil dan mudah disembunyikan di dalam tumpukan makanan kucing.
Sebagai tips, Anda bisa membalut obat pil dengan makanan basah kucing menjadi bentuk bola-bola kecil, sehingga bisa dengan mudah dilahap oleh kucing.
Sama seperti halnya manusia, kucing peliharaan Anda mungkin menolak memakan obat karena rasanya yang pahit dan tidak enak.
Namun, Anda bisa membuat obat untuk kucing menjadi lebih enak dikonsumsi, seperti mencampurkan jus tuna ke dalam obat.
Caranya, buka kaleng tuna, gunakan sedikit cairan di dalamnya untuk dicampur bersama obat agar rasa pahitnya tidak begitu terasa.
Cara memberikan obat pada kucing lainnya yang bisa Anda coba adalah dengan melarutkannya.
Beberapa kucing mungkin lebih merasa nyaman menelan obat cair dibandingkan dengan obat pil yang keras.
Cairkan tablet atau pil dengan menggunakan air atau jus tuna, lalu masukkan obat ke dalam mulut kucing atau makanannya.
Namun, cara ini mungkin tidak selalu berhasil. Pasalnya, obat pil yang dihancurkan biasanya terasa lebih pahit, sehingga kucing akan menolak menghabiskan makananya.

Pet piller (pelontar obat) merupakan alat yang dirancang khusus untuk mendorong obat pil atau tablet masuk ke dalam mulut kucing.
Anda hanya perlu memasukan obat pil atau tablet untuk kucing ke dalam pet piller, lalu tekan bagian ujungnya untuk mendorong obat masuk ke bagian belakang mulutnya.
Jangan lupa juga berikan makanan kucing atau camilan setelah anabul berhasil menelan obat sebagai hadiah.
Selain obat pil atau tablet, dokter hewan mungkin akan memberikan sediaan obat lainnya, seperti obat cair atau obat tetes mata dan telinga, untuk membantu mengatasi penyakit pada kucing.
Berikut ini beberapa cara lain memberikan obat sesuai sediaannya pada anabul.
Untuk mengobati kucing yang sakit, dokter hewan mungkin akan memberikan obat dalam bentuk cair dengan menggunakan suntikan. Berikut ini cara memberikannya.
Jika kucing Anda mengalami sakit mata, dokter mungkin akan meresepkan obat tetes mata untuk meredakan gejalanya. Berikut cara memberikan obat tetes mata pada kucing.

Pada kasus infeksi atau penyakit pada telinga, dokter juga mungkin akan memberikan obat tetes telinga. Berikut ini cara memberikannya.
Pastikan untuk memberikan obat pada anabul sesuai dosis yang tertera di kemasan atau sesuai petunjuk dokter.
Selain itu, hindari memberikan obat manusia pada kucing. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat yang tepat untuk kucing Anda.
Apabila kucing memuntahkan obatnya, hindari memberikan obat lagi, kecuali jika Anda yakin bahwa anabul sama sekali tidak menelan obat tersebut.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Versi Terbaru
18/07/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala