Benarkah Telat Makan Bisa Bikin Kita Masuk Angin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang sengaja melewatkan jam makan supaya bisa menurunkan berat badan atau karena terlalu sibuk. Padahal, hal ini tidak baik untuk kesehatan. Telat makan bikin lemas dan muncul sensasi tidak enak badan. Kondisi inilah yang sering disebut masuk angin. Telat makan dikatakan menjadi salah satu penyebab masuk angin. Namun, apa benar begitu? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Masuk angin itu penyakit apa, sih?

Sebenarnya dalam dunia medis, tidak ada istilah masuk angin. Dilansir dari Kompas, menurut dr. Mulia Sp.PD, spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, masuk angin diartikan sebagai kumpulan gejala dari kombinasi dua jenis gangguan kesehatan, yaitu maag dan flu.

Gejala ini termasuk badan terasa pegal-pegal, perut kembung, begah, atau sakit perut, buang angin terus-menerus, mual, batuk, merasa kedinginan, dan demam.

Telat makan menjadi penyebab masuk angin

Masuk angin adalah kombinasi gejala dari maag dan flu. Gejala maag yang paling umum adalah perut begah, sakit perut, dada terasa perih, dan sering sendawa. Sementara itu, gejala flu termasuk sakit tenggorokan, pilek, batuk, hidung tersumbat, dan demam. Terkadang, flu juga dapat membuat Anda nyeri otot atau pegal-pegal.

Nah, telat makan atau melewatkan jam makan bisa menganggu kesehatan Anda. Tubuh Anda memiliki jam biologis tubuh yang disebut ritme sikardian.

Ritme sirkadian adalah jadwal kerja atau shift kerja bagi setiap organ tubuh manusia, termasuk organ-organ pada sistem pencernaan Anda. Jadi bila Anda makan tidak teratur, ritme sikardian akan terganggu sehingga Anda mengalami berbagai gejala.

Saat Anda telat makan, Anda akan mengalami kram perut. Biasanya kram perut terjadi akibat penyakit lambung, refluks asam lambung, atau tukak lambung. Bahkan saat Anda melewatkan jam makan dan membiarkan perut Anda kosong, lalu baru makan lagi setelah perut kosong dalam waktu yang lama, perut menjadi kembung dan kelebihan gas yang disertai dengan sakit perut.

Keluhan-keluhan seputar pencernaan dan badan lemas inilah yang sering dianggap masuk angin. Jadi memang bisa dikatakan bahwa telat makan menjadi penyebab beberapa gejala masuk angin.

Namun, telat makan sendiri tidak akan menyebabkan flu. Penyakit flu disebabkan oleh infeksi virus influenza dalam tubuh, bukan karena Anda makan tidak teratur.

apa itu penyakit maag

Apa dampaknya kalau Anda sering telat makan?

Selain memicu penyakit lambung, telat makan juga bisa memengaruhi sistem pencernaan Anda. Telat makan atau makan tidak teratur dapat menurunkan energi yang digunakan untuk mencerna dan menyerap makanan. Telat makan dapat menganggu pencernaan Anda.

Sistem pencernaan melakukan pengolahan makanan terus-menerus selama 8-10 jam, sehingga saat Anda makan tidak teratur, tubuh juga tidak dapat menyuplai nutrisi secara teratur ke seluruh organ dan sel.

Metabolisme tubuh juga ikut melambat untuk menyimpan kalori dalam tubuh agar bisa dibakar dalam waktu yang lama. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah lelah, lemas, lesu, bahkan mood Anda jadi tidak baik. Aktivitas Anda pun jadi ikut terganggu.

Selain itu, makan tidak teratur justru dapat meningkatkan berat badan Anda. Ritme sikardian mengatur sinyal lapar dan kenyang yang dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal. Saat Anda makan tidak teratur, tubuh Anda jadi bingung sebenarnya Anda sudah kenyang atau masih lapar.

Bisa-bisa Anda pun akan tetap makan banyak meskipun sudah kenyang. Apalagi kalau Anda melewatkan sarapan atau makan siang, kemungkinan besar ketika Anda akhirnya makan, Anda jadi kalap dan makan kebanyakan. Inilah yang lantas membuat angka timbangan Anda naik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Obat Ampuh untuk Sakit Perut Sesuai Penyebabnya

Sakit perut merupakan keluhan yang dialami banyak orang. Jangan khawatir, cek obat sakit perut sesuai dengan penyebabnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan 4 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Penyebab Utama Nyeri Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Kebanyakan orang mengalami nyeri ulu hati setelah makan banyak. Namun jika sering terjadi dan diikuti gejala-gejala ini, cepat periksakan ke dokter.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan 2 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Cara Minum Ranitidin untuk Maag dan Asam Lambung

Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan asam lambung. Simak cara kerja dan aturan minum ranitidin pada artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Gastritis dan Maag 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Berbeda dengan sakit perut biasa, inflammatory bowel disease (IBD) bisa menyebabkan gangguan pada mata, kulit, dan sendi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut karena gas dan karena penyakit lain

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
asam lambung naik apakah genetik keturunan

Asam Lambung Anda Gampang Naik? Mungkin Ini Keturunan (Genetik)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sakit maag tablet efektif

Obat Maag Tablet, Apakah Lebih Efektif Ketimbang yang Cair?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
punya maag boleh makan yogurt

Bolehkah Orang yang Punya Maag Makan Yogurt?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit