Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Kenapa Kita Merasa Lelah dan Pusing Setelah Menangis?

    Kenapa Kita Merasa Lelah dan Pusing Setelah Menangis?

    Semua manusia pasti pernah menangis. Kita bisa menangis karena berbagai alasan, entah karena kehilangan orang yang disayang, merasakan kebahagian, efek nonton film, ataupun karena frustrasi. Hal tersebut sangatlah wajar.

    Air mata sebenarnya tidak hanya keluar karena kita merasa sedang emosi. Setidaknya ada 3 jenis air mata yaitu air mata basal untuk melindungi mata, air mata refleks atau air mata yang keluar secara refleks untuk merespon iritasi, dan yang terakhir adalah air mata emosi. Namun pasti terselip pertanyaan kenapa sih kita merasa lelah dan pusing setelah nangis?

    Penyebab lelah dan pusing setelah menangis

    Inilah alasan mengapa Anda merasakan lelah dan pusing setelah menangis.

    1. Hormon stres

    Ketika Anda menangis, tubuh melepaskan hormon stres. Hormon-hormon ini secara alami menyebabkan perubahan dalam tubuh Anda, termasuk menyebabkan sakit kepala. Sebagian orang merasakan sakit kepala ringan namun ada beberapa orang yang merasakan sakit kepala seperti migrain.

    2. Dehidrasi

    Menangis juga menyebabkan Anda kehilangan sebagian cairan tubuh. Hal inilah yang membuat Anda dehidrasi dan merasakan kelelahan. Rasa pusing, haus yang ekstrem, dan mulut kering secara bersamaan merupakan gejala dehidrasi parah yang bisa memicu kontraksi otot, tekanan darah rendah dan perut kembung.

    3. Masalah sinus

    Terlalu lama menangis membuat air mata terkontaminasi dengan udara yang masuk ke rongga hidung, yang menyebabkan hidung tersebut meradang. Bagi sebagian orang yang punya masalah sinus, ini akan menimbulkan sakit kepala yang disertai dengan denyut nyeri di antara mata dan hidung. Beberapa orang sangat sensitif terhadap hal tersebut sehingga membuat mereka merasakan sakit kepala berkepanjangan.

    4. Peradangan

    Selain melepaskan hormon stres, menangis juga menyebabkan peradangan dalam tubuh yang menyebabkan saraf wajah terganggu. Gangguan saraf wajah sering dikaitkan dengan migrain dan sakit kepala serius lainnya.

    Bagaimana cara meredakan rasa pusing setelah menangis?

    1. Istirahat

    Tidak dapat dipungkiri jika tidur adalah solusi terbaik untuk merileksasikan tubuh. Setelah Anda selesai menangis, dianjurkan untuk tidur selama beberapa waktu untuk membantu Anda mengurangi rasa sakit kepala. Saat Anda terbangun, nantinya tubuh menjadi lebih segar dan bugar kembali.

    2. Minum air

    Setelah menangis, tenangkan diri Anda dengan banyak minum air putih. Pasalnya, minum air membantu Anda mengganti cairan tubuh yang hilang selama menangis. Jangan pernah minum alkohol setelah menangis, hal ini justru akan membuat kondisi Anda lebih buruk.

    3. Konsumsi obat analgesik

    Konsumsilah obat sakit kepala seperti acetaminophen, ibuprofen, dan sejenisnya. Namun kadang untuk masalah yang lebih serius, sakit kepala yang berkepanjangan merupakan tanda depresi. Segera konsultasi ke dokter jika sakit kepala tidak kunjung reda.

    4. Pijat kepala

    Pijat kepala Anda saat sedang kermas menggunakan ujung jari secara perlahan untuk mengurangi ketegangan otot kepala. Jika perlu, Anda bisa juga memanggil tukang pijat profesional untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Headache After Crying – http://www.newhealthadvisor.com/headache-after-crying.html diakses pada 22 Maret 2017

    Relieve Headaches After Crying – http://goodrelaxation.com/2015/04/relieve-headaches-after-crying/ diakses pada 22 Maret 2017

    Why Do You Get a Headche After Crying – http://www.livestrong.com/article/355226-why-do-you-get-a-headache-after-crying/ diakses pada 22 Maret 2017

    Foto Penulis
    Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui Sep 06, 2017
    Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus
    Next article: