home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Cepat Hilangkan Mata Sembap Setelah Menangis

5 Cara Cepat Hilangkan Mata Sembap Setelah Menangis

Tak peduli seberapa tangguh atau seberapa cengeng Anda, kita semua pernah menangis untuk satu dan lain hal. Menangis sebenarnya bermanfaat bagi manusia, karena dengan menangis, tubuh melepas adrenalin dan kortisol, meringankan stres yang menumpuk dalam sistem Anda.

Anda lega sudah melepas segala emosi dan uneg-uneg yang terpendam. Sekarang tiba saatnya untuk hapus air mata itu dan kembali fokus ke aktivitas sehari-hari. Lalu, harus bagaimana untuk menyiasati wajah membengkak, hidung merah berair, dan mata sembap seperti tanda-tanda habis nangis bombay?

Sebelum semua orang di sekitar mulai bertanya, berikut sejumlah cara cepat mengatasi mata sembap habis menangis.

Trik cepat dan mudah mengatasi mata sembap setelah menangis

Lemaskan wajah dan biarkan sisa air mata yang mungkin masih tertahan mengalir.

Menahan napas dan meliukkkan ekspresi muka sedemikian rupa untuk menjaga agar tangis tak kembali kambuh justru akan membuat kemerahan dan sembap semakin menjadi-jadi.

Setelah tangisan benar-benar reda, segera duduk tegap (membungkuk atau menutup wajah dengan tangan akan menyebabkan cairan dan darah berkumpul di wajah), tarik dan hela napas dalam irama teratur, dalam-dalam.

Seka sisa air mata di pipi, buang ingus dengan tisu atau kain lembut, kemudian lakukan tips berikut untuk mengatasi mata sembap setelah menangis:

1. Kompres air dingin

Tuang air ke dalam mangkuk sampai setengahnya. Kemudian, masukkan 4-5 buah es batu ke dalam mangkuk tersebut.

Ambil kain atau tisu, celupkan ke dalam air es, kemudian, dimulai dari sudut bagian dalam mata, tekan ke bawah kulit sampai Anda mencapai sudut luar mata Anda. Pijat ringan selama sekitar 5 menit.

Ulangi prosedur ini beberapa kali. Atau, Anda dapat menggunakan jari-jari bersih Anda, genggam beberapa es batu, kemudian pijat mata sembap Anda dengan cara yang sama.

Untuk memerangi kemerahan di bagian putih mata, gunakan obat tetes mata generik.

“Satu atau dua tetes per mata sudah cukup ampuh untuk menghilangkan kemerahan di mata,” kata dokter kulit Debra Jaliman, penulis Skin Rules, dilansir dari Real Simple.

2. Kompres teh

Teh celup membantu menyempitkan pembuluh darah, sehingga mengurangi bengkak.

Caranya, celupkan dua kantong teh ke dalam air es selama sepuluh menit, tekan ke kulit bawah mata sampai Anda mencapai sudut luar mata Anda.

Pijat ringan selama sekitar 5 menit. Ulangi prosedur ini beberapa kali.

3. Kompres irisan timun atau kentang

Ini adalah cara klasik yang menjadi pedoman turun-temurun bagi banyak orang. Potong dua iris mentimun atau kentang segar, dan tempelkan di atas masing-masing mata.

Biarkan selama 10-15 menit. Sama seperti teh celup, sensasi dingin dari timun dan kentang akan mengencangkan pembuluh darah.

Selain itu, mentimun mengandung antioksidan kuat, sementara kentang mengandung enzim pencerah kulit yang disebut catecholase.

Keduanya tidak berpengaruh pada pengurangan mata sembap, tetapi memulai “terapi gawat darurat” dengan irisan timun yang ditindaklanjuti lima menit kemudian dengan kentang akan mengempiskan kantong mata.

Untuk berjaga-jaga, pastikan kepala Anda bersandar mantap di atas bantal. Peninggian posisi ini disengaja agar mencegah kelebihan cairan menggenang di wajah Anda.

4. Kompres sendok

Jika Anda punya cukup banyak waktu sebelum kembali ke keramaian setelah menangis, masukkan sendok bersih ke dalam freezer kulkas selama 10-20 menit.

Selanjutnya, tekan sendok dengan lembut langsung di bawah mata Anda, mulai dari bagian mata dalam dan pijat mengarah ke luar. Lakukan bergantian untuk mata yang satunya.

Di saat yang sama, Anda bisa pijat lembut batang hidung Anda selama beberapa menit seraya menutup mata. Fokus pada area di mana sepasang kacamata akan bertumpu.

Hal ini membantu mengurangi tekanan sinus, yang juga mengurangi pembengkakan.

5. Pakai concealer

Sembunyikan kemerahan yang tersisa di wajah dan di area bawah mata dengan color correcting concealer warna kuning atau hijau.

Oleskan di tempat yang bermasalah, baurkan hingga merata. Terakhir, bubuhkan bedak tabur atau padat untuk “mengunci” concealer tetap di tempatnya.

Sementara Anda bereksperimen dengan cara-cara alternatif ini, Anda harus ingat bahwa segera tidur setelah menangis dapat menyebabkan mata sembap lebih parah lagi.

Ini karena ada cairan yang mengumpul di dalam mata akibat Anda tidak berkedip atau bergerak untuk mengeluarkan air mata tersebut.

Jika Anda tidur, dalam posisi telentang letakkan satu atau beberapa bantal di bawah kepala sebagai penyangga untuk lebih memungkinkan air untuk keluar dari wajah dan kepala.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Fix Red, Puffy Eyes After Crying http://www.realsimple.com/beauty-fashion/skincare/skincare-face/crying-eyes accessed Oct 17, 2016

How to Reduce Puffy Eyes From Crying http://www.livestrong.com/article/74941-reduce-puffy-eyes-crying/ accessed Oct 17, 2016

How To Quickly Fix Red, Puffy Eyes After Crying http://www.lifehack.org/articles/lifestyle/how-quickly-fix-red-puffy-eyes-after-crying.html accessed Oct 17, 2016

http://www.allaboutvision.com/conditions/swollen-eyelids.htm

http://www.newhealthadvisor.com/Swollen-Eyes-from-Crying.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 11/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x