Senam untuk Penderita Stroke, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Stroke merupakan salah satu penyakit yang serius dan dapat membahayakan nyawa. Itu sebabnya penting untuk memerhatikan proses pemulihan dengan pola hidup sehat, salah satunya dengan menjalani senam untuk pasien stroke. Namun, apa sebenarnya tujuan dari menjalani senam setelah terserang stroke? Lalu gerakan apa saja yang bisa dilakukan? Baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

Manfaat senam untuk pasien stroke

Stroke terjadi karena terdapat kerusakan pada sistem saraf di otak yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah (stroke sumbatan) atau perdarahan di otak (stroke perdarahan).

Kedua hal penyebab stroke ini dapat menyebabkan kelumpuhan, kelemahan otot, dan menurunnya fungsi pergerakan pada salah satu sisi tubuh yang mengalaminya.

Gejala stroke yang muncul mungkin akan terus menetap pasca stroke. Tak heran jika pasien yang baru mengalami stroke memiliki risiko jatuh yang lebih tinggi dibanding orang sehat. Bahkan, 73% dari total penderita stroke pernah jatuh dalam kurun waktu enam bulan pertama setelah keluar dari rumah sakit.

Biasanya, untuk membantu proses pemulihan, pasien yang baru mengalami stroke akan dibantu oleh ahli terapi untuk mengembalikan kekuatan serta kontrol tubuhnya melalui berbagai program rehabilitasi, salah satunya adalah latihan fisik dalam bentuk senam. Aktivitas seperti senam dapat membantu menurunkan risiko mengalami transient ischaemic attack (TIA).

Di samping itu, ada banyak manfaat menjalani senam pasca stroke, di antaranya:

  • Membantu menurunkan tekanan darah.
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
  • Membantu menurunkan berat badan jika dibutuhkan.
  • Meningkatkan kekutatan dan fleksibilitas otot.
  • Membantu mengurangi rasa cemas dan depresi.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Membantu agar tidur bisa lebih nyenyak.
  • Mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

Setidaknya, lakukan senam atau olahraga pasca stroke selama 30 menit dalam sehari. Lalu, lakukan sebanyak lima kali dalam seminggu untuk mengurangi risiko terjadinya serangan stroke berikutnya di kemudian hari.

Berbagai pilihan gerakan untuk senam stroke

Pilihan gerakan senam yang bisa Anda lakukan tergantung pada kondisi kesehatan. Artinya, gerakan senam untuk stroke akan difokuskan pada fungsi tubuh yang melemah agar kembali menguat.

1. Gerakan untuk mengembalikan kekuatan lengan dan tangan

Gerakan senam untuk pasien stroke ini dimulai dari latihan mendasar terlebih dahulu. Untuk memulainya, mungkin Anda akan didampingi oleh ahli terapi terlebih dahulu. Namun, Anda juga bisa melakukannya sendiri di rumah dengan menggunakan sisi tubuh yang masih kuat.

Gerakan yang dilakukan sambil telentang

  1. Senam stroke ini dimulai dengan mengaitkan jari-jemari kedua tangan.
  2. Lalu, angkat kedua tangan tersebut seperti sedang menunjuk ke arah atas dalam kondisi kedua tangan menyatu.
  3. Namun, jangan melebihi sudut 90 derajat jika Anda memiliki sakit di area bahu.
  4. Lakukan beberapa kali, semampu Anda.

Gerakan yang dilakukan sambil duduk dan kedua tangan di atas meja

Gerakan senam stroke ini juga dilakukan untuk menguatkan tangan dan lengan, tapi dilakukan sembari duduk.

  • Cobalah untuk meraih sebuah benda yang diletakkan di atas meja menggunakan tangan Anda yang mengalami kelemahan.
  • Letakkan tangan yang lemah di bawah, sedangkan tangan yang kuat di atasnya.
  • Lalu, gunakan tangan yang masih kuat untuk mengarahkan tangan yang lemah bergerak di atas meja.
  • Jika sudah meraih sebuah benda yang diletakkan di atas meja, cobalah untuk menggerakkannya di atas permukaan meja menggunakan tangan yang lemah.
  • Orang yang mendampingi Anda diperbolehkan untuk membantu Anda menyentuh benda tersebut, tapi tidak disarankan untuk membantu mengarahkan pergerakan tangan.

  2. Gerakan untuk melatih kekuatan lutut

Biasanya, lutut merupakan salah satu anggota tubuh yang akan menurun fungsinya akibat stroke. Oleh sebab itu, senam stroke juga bisa dilakukan untuk melatih kembali kekuatan lutut yang melemah. Anda bisa melakukan gerakan seperti berikut:

  1. Letakkan handuk yang digulung di bawah paha Anda sehingga kaki tidak menapak atau menyentuh lantai.
  2. Luruskan dan kemudian dengan perlahan tekuk lutut Anda. Saat Anda hendak meluruskannya kembali, tarik kaki Anda agar terangkat ke atas.
  3. Jika kondisi Anda sudah meningkat, cobalah untuk memberikan dorongan yang lebih kuat saat hendak mengangkat dan menurunkan kedua kaki.
  4. Anda juga bisa meletakkan handuk yang telah digulung di bawah telapak kaki.
  5. Lalu, cobalah untuk menggerakkan handuk tersebut ke depan dan ke belakang menggunakan kedua kaki.
  6. Jika sudah mulai terbiasa, lakukan gerakan yang sama tapi hanya dengan kaki yang kekuatannya menurun.

3. Gerakan untuk mengembalikan kekuatan perut dan punggung

Anda bisa mengembalikan kekuatan perut dan punggung pasca stroke melalui gerakan senam berikut ini:

  1. Posisikan lutut Anda tertekuk menghadap ke atas dan telapak kaki berada di atas tempat tidur.
  2. Tarik perut ke dalam dan posisikan punggung menempel lurus ke tempat tidur.
  3. Tahan posisi tersebut selama lima detik, kemudian lemaskan, dan ulangi kembali gerakan tersebut.
  4. Saat sedang melakukan gerakan tersebut, cobalah untuk menarik kedua lutut ke salah satu sisi tubuh, kemudian kembalikan pada posisi semula. Lakukan hal yang sama ke arah sisi satunya.

Kemudian, tingkatkan gerakan senam tersebut dengan menambahkan gerakan tangan.

  1. Setelah melakukan gerakan sebelumnya sampai pada gerakan ke-3, tautkan jari-jari dari kedua tangan Anda, lalu cobalah untuk arahkan kedua tangan yang masih bertautan ke arah depan.
  2. Sementara itu, cobalah arahkan dagu ke dada sembari mengarahkan kedua tangan ke depan.
  3. Tahan posisi ini hingga lima detik dan lakukan gerakan tersebut kembali hingga beberakali kali pengulangan.
  4. Anda juga bisa menambahkan gerakan tangan dengan menggerakkan tangan dan kepala ke sisi tubuh yang mengalami kelemahan otot. Tahan masing-masing posisi selama lima detik, dan kembalikan ke posisi semula.

Selain gerakan-gerakan yang telah disebutkan, masih ada beberapa gerakan lain yang mungkin bisa Anda coba. Konsultasikan dengan ahli terapi, jenis gerakan senam stroke apa saja yang bisa Anda lakukan di rumah secara mandiri sesuai dengan kondisi kesehatan.

Olahraga lain yang boleh dilakukan oleh pasien stroke

Menurut Stroke Association, Anda tentu boleh melakukan kegiatan olahraga lain setelah mengalami stroke. Anda boleh memiliki kegiatan olahraga apa yang sesuai, tergantung pada hobi, kemampuan fisik, dan jenis olahraga apa yang memungkinkan untuk dijalani.

Anda boleh-boleh saja memutuskan untuk olahraga di dalam ruangan maupun di luar ruangan, sendiri, atau bersama-sama dengan orang lain. Bahkan, untuk membantu proses pemulihan, Anda bisa banyak bergerak dengan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mengajak jalan-jalan hewan peliharaan, berkebun, atau mencoba naik tangga di rumah atau di tempat umum.

Meski begitu, Anda tidak disarankan untuk langsung aktif berkegiatan dan terlalu banyak bergerak setelah keluar dari rumah sakit. Oleh karena itu, cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahli yang menangani kondisi Anda, aktivitas apa saja yang sudah boleh dilakukan.

Ada beberapa pilihan olahraga yang mungkin diizinkan oleh dokter dan tim medis untuk Anda lakukan. Sebagai contoh berjalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda. Jika memungkinkan, Anda juga diperbolehkan untuk olahraga di gym, bermain olahraga tim, atau berdansa.

Olahraga seperti pilates dan yoga justru bagus untuk membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh Anda pasca stroke. Maka itu, berkonsultasi ke dokter dan tim medis mengenai jenis olahraga yang diperbolehkan untuk Anda selain senam stroke sangat penting karena kondisi tiap pasien setelah mengalami stroke bisa sangat berbeda-beda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Banyak orangtua yang mencemaskan dampak dan peluang sembuh pada anak yang mengalami stroke. Ternyata masih ada kemungkinan pulih dari masalah kesehatan ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Rehabilitasi Medik dan Berbagai Terapi di Dalamnya

Rehabilitasi medik adalah rangkaian terapi untuk memulihkan fungsi tubuh yang menurun akibat kondisi atau penyakit tertentu. Ini jenis-jenis dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan, Informasi Kesehatan 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 17 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pengencer darah

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
terapi stroke

Menjalani Terapi Setelah Mengalami Stroke, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit