home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Stroke Bisa Menyerang Penderita Depresi dan Gangguan Mental Lain

Awas, Stroke Bisa Menyerang Penderita Depresi dan Gangguan Mental Lain

Stroke adalah penyakit kronis yang paling sering terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah di otak. Stroke telah menjadi penyebab kematian enam juta orang setiap tahunnya dan mengakibatkan lima juta orang di dunia mengalami lumpuh.

Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit stroke, salah satunya adalah riwayat gangguan mental. Bagaimana bisa gangguan mental menyebabkan stroke?

Gangguan mental seperti apa yang bisa menyebabkan penyakit stroke?

Ada banyak sekali kondisi yang termasuk ke dalam gangguan mental. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gangguan kecemasan, seperti rasa panik yang berlebihan, obsesif-kompulsif, fobia, dan depresi yang disebabkan oleh trauma (post traumatic stress disorder).
  • Gangguan bipolar
  • Depresi
  • Skizofrenia
  • Penyimpangan pola makan, seperti binge eating.
  • Mood disorder, kondisi di mana suasana hati seseorang sangat mudah untuk berubah-ubah.

Gangguan mental tersebut adalah sebagian gangguan mental yang dipercaya dapat meningkatkan risiko stroke serta penyakit jantung lainnya.

Risiko penyakit stroke meningkat berkali-kali lipat pada orang yang mengalami gangguan mental

Dalam beberapa studi disebutkan bahwa orang yang memiliki gangguan mental berisiko lebih tinggi untuk mengalami stroke. Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi yang berasal dari Columbia University College of Physicians and Surgeons.

Studi ini melibatkan sekitar 52 ribu pasien yang melakukan kunjungan rutin ke rumah sakit. Kemudian diketahui bahwa sebanyak 3.337 pasien dari total peserta studi tersebut mengalami depresi, gangguan kecemasan, dan berbagai gangguan mental lainnya. Di akhir penelitian, para ahli menemukan jika pasien gangguan mental mempunyai risiko tiga sampai empat kali lebih tinggi untuk terkena penyakit stroke ketimbang dengan pasien yang tidak mengalami gangguan mental sama sekali.

Bahkan dalam studi lain disebutkan jika seseorang pernah mengalami gangguan mental sekali saja dalam hidupnya, entah itu mengalami depresi atau gangguan mental lain, ia memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena penyakit stroke. Hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard Chan School yang menemukan bahwa depresi yang terjadi pada kelompok usia 50 tahunan menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian penyakit stroke.

Apa yang menyebabkan risiko penyakit stroke tinggi pada pasien gangguan mental?

Semua peneliti dari studi-studi tersebut menyatakan bahwa penyakit stroke yang dialami pasien gangguan mental ini berhubungan dengan respon yang dilakukan tubuh ketika gangguan mental tersebut terjadi.

Pertama, tubuh akan melakukan respon alami ketika mengalami gangguan mental, yaitu respon fight-or-flight. Respon ini akan secara otomatis dilakukan oleh tubuh ketika merasa terancam, tertekan, dan stres. Sementara, respon tersebut akan menyebabkan perubahan berbagai fungsi tubuh, seperti tekanan darah meningkat, serta membuat jantung memompa darah lebih cepat. Perubahan fungsi tubuh inilah yang dapat meningkatkan risiko stroke pada pasien gangguan mental.

Selain itu, orang yang mengalami gangguan mental, seperti depresi, biasanya akan mencari tempat pelarian dan melakukan berbagai kebiasaan buruk yang dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung lainnya. Contohnya, mengonsumsi minum-minuman beralkohol, tidak bisa tidur atau mengalami insomia, atau menjadikan makanan sebagai pelariannya sehingga ia makan dengan porsi yang tidak terkontrol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gilsanz P, Walter S, Tchetgen E, Patton K, Moon R, Capistrant B. (2015). Changes in Depressive Symptoms and Incidence of First Stroke Among Middle-Aged and Older US Adults. Journal of the American Heart Association.

Medlineplus.gov. (2017). Mental Disorders: MedlinePlus. [online] Available at: https://medlineplus.gov/mentaldisorders.html  [Accessed 13 Apr. 2017].

Sandoiu, A. (2017). People with mental health disorders at risk of stroke, study finds. [online] Medical News Today. Available at: http://www.medicalnewstoday.com/articles/316018.php  [Accessed 13 Apr. 2017].

WebMD. (2017). Types of Mental Illness. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/mental-health/mental-health-types-illness#1  [Accessed 13 Apr. 2017].

Whiteman, H. (2014). Mental illness linked to increased risk of heart disease, stroke. [online] Medical News Today. Available at: http://www.medicalnewstoday.com/articles/284461.php  [Accessed 13 Apr. 2017].

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 27/04/2017
x