Awas, Stroke Bisa Menyerang Penderita Depresi dan Gangguan Mental Lain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Stroke adalah penyakit kronis yang paling sering terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah di otak. Stroke telah menjadi penyebab kematian enam juta orang setiap tahunnya dan mengakibatkan lima juta orang di dunia mengalami lumpuh.

Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit stroke, salah satunya adalah riwayat gangguan mental. Bagaimana bisa gangguan mental menyebabkan stroke? 

Gangguan mental seperti apa yang bisa menyebabkan penyakit stroke?

Ada banyak sekali kondisi yang termasuk ke dalam gangguan mental. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gangguan kecemasan, seperti rasa panik yang berlebihan, obsesif-kompulsif, fobia, dan depresi yang disebabkan oleh trauma (post traumatic stress disorder).
  • Gangguan bipolar
  • Depresi
  • Skizofrenia
  • Penyimpangan pola makan, seperti binge eating.
  • Mood disorder, kondisi di mana suasana hati seseorang sangat mudah untuk berubah-ubah.

Gangguan mental tersebut adalah sebagian gangguan mental yang dipercaya dapat meningkatkan risiko stroke serta penyakit jantung lainnya.

Risiko penyakit stroke meningkat berkali-kali lipat pada orang yang mengalami gangguan mental

Dalam beberapa studi disebutkan bahwa orang yang memiliki gangguan mental berisiko lebih tinggi untuk mengalami stroke. Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi yang berasal dari Columbia University College of Physicians and Surgeons.

Studi ini melibatkan sekitar 52 ribu pasien yang melakukan kunjungan rutin ke rumah sakit. Kemudian diketahui bahwa sebanyak 3.337 pasien dari total peserta studi tersebut mengalami depresi, gangguan kecemasan, dan berbagai gangguan mental lainnya. Di akhir penelitian, para ahli menemukan jika pasien gangguan mental mempunyai risiko tiga sampai empat kali lebih tinggi untuk terkena penyakit stroke ketimbang dengan pasien yang tidak mengalami gangguan mental sama sekali.

Bahkan dalam studi lain disebutkan jika seseorang pernah mengalami gangguan mental sekali saja dalam hidupnya, entah itu mengalami depresi atau gangguan mental lain, ia memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena penyakit stroke. Hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard Chan School yang menemukan bahwa depresi yang terjadi pada kelompok usia 50 tahunan menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian penyakit stroke.

Apa yang menyebabkan risiko penyakit stroke tinggi pada pasien gangguan mental?

Semua peneliti dari studi-studi tersebut menyatakan bahwa penyakit stroke yang dialami pasien gangguan mental ini berhubungan dengan respon yang dilakukan tubuh ketika gangguan mental tersebut terjadi.

Pertama, tubuh akan melakukan respon alami ketika mengalami gangguan mental, yaitu respon fight-or-flight. Respon ini akan secara otomatis dilakukan oleh tubuh ketika merasa terancam, tertekan, dan stres. Sementara, respon tersebut akan menyebabkan perubahan berbagai fungsi tubuh, seperti tekanan darah meningkat, serta membuat jantung memompa darah lebih cepat. Perubahan fungsi tubuh inilah yang dapat meningkatkan risiko stroke pada pasien gangguan mental.

Selain itu, orang yang mengalami gangguan mental, seperti depresi, biasanya akan mencari tempat pelarian dan melakukan berbagai kebiasaan buruk yang dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung lainnya. Contohnya, mengonsumsi minum-minuman beralkohol, tidak bisa tidur atau mengalami insomia, atau menjadikan makanan sebagai pelariannya sehingga ia makan dengan porsi yang tidak terkontrol.   

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Sakit Leher

Posisi tidur yang salah sering kali membuat Anda terbangun dengan leher sakit. Tenang, coba posisi tidur ini untuk meredakan sakit leher Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Jenis Minuman yang Baik dan yang Perlu Dibatasi untuk Asam Lambung

Selain memilih jenis makanan yang dikonsumsi, Anda juga perlu tahu jenis minuman untuk asam lambung agar gejalanya tidak kambuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis pijat

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
apa itu merkuri dan apa bahaya merkuri

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit