Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyakit stroke masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi keprihatinan di Indonesia. Menurut data Riskesdas tahun 2018, jumlah pasien yang menderita penyakit stroke mencapai angka 10,9 per mil. Penyakit ini juga menempati peringkat ketiga tertinggi dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Makanan dapat berpengaruh pada jenis stroke yang berbeda

makanan untuk pasien hepatitis

Penyakit stroke tidak pandang umur, orang-orang yang masih berusia muda pun bisa mengalaminya. Oleh karena itu, banyak orang yang mulai melakukan upaya pencegahan. Beberapa di antaranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga, serta berhenti merokok.

Namun, ternyata upaya pencegahan yang dilakukan belum tentu bisa bekerja pada semua jenis stroke. Setiap jenis stroke juga bisa saja harus melalui penanganan dan pencegahan yang berbeda-beda.

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada European Heart Journal tanggal 24 Februari 2020 menemukan bahwa beberapa makanan dapat berpengaruh terhadap jenis stroke yang berbeda-beda.

Mereka menyatakan adanya hubungan yang erat di antara kelompok makanan tertentu dengan dua subtipe stroke, yaitu stroke iskemik dan hemoragik.

Penelitian ini menggunakan data dari 418.329 pasien di sembilan negara di benua Eropa. Para pasien diberikan pertanyaan seputar pola makan, gaya hidup, riwayat pengobatan, dan karakteristik demografi. Peneliti juga mempertimbangkan hal lainnya seperti aktivitas fisik, tekanan darah, serta tingkat kolesterol.

Berdasarkan tanggapan dari kuesioner, peneliti menggunakan alat statistik untuk memperkirakan rasio bahaya yang ditimbulkan dari konsumsi beberapa kelompok makanan termasuk daging dan olahannya, ikan, produk susu, telur, sereal, buah dan sayuran, serta kacang-kacangan.

keju untuk mengurangi berat badan

Setelah melakukan pengamatan selama lebih dari 12 tahun, ditemukan 4.281 kasus stroke iskemik fatal dan non-fatal, 1.430 kasus stroke hemoragik, dan total kasus stroke seluruhnya sebanyak 7.787 kasus.

Pada kasus stroke iskemik, orang-orang yang mengonsumsi buah dan sayuran sebanyak 200 gram lebih banyak memiliki risiko 13% lebih rendah, sedangkan konsumsi serat 10 gram per hari bisa menurunkan risiko sebanyak 23% lebih rendah.

Tingkat risiko juga lebih rendah pada orang yang mengonsumsi susu, keju, dan yogurt secukupnya.

Penelitian yang dilakukan pada kelompok makanan berupa buah-buahan dan sayuran juga menunjukkan hasil yang sama.

Buah-buahan seperti jeruk, apel, pisang, sayur berbuah, dan sayuran akar dapat menurunkan risiko terjadinya kasus stroke iskemik. Namun, hasil ini tidak terlihat dari konsumsi sayur-sayuran berdaun dan kubis.

Jenis makanan tertentu berpengaruh pada meningkatnya risiko stroke

daging untuk anak

Di sisi lain, pada penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang mengonsumsi telur lebih banyak 20 gram perhari memiliki risiko sebanyak 25% lebih tinggi terhadap stroke hemoragik.

Konsumsi daging merah yang lebih banyak 50 gram perhari juga memungkinkan peningkatan risiko terhadap stroke iskemik.

Sebenarnya, tidak ada makanan tertentu yang bisa dikaitkan dengan risiko stroke iskemik yang tinggi. Namun secara keseluruhan, beberapa jenis makanan yang berpengaruh terhadap naiknya risiko stroke memiliki sedikit atau bahkan tidak mengandung HDL sama sekali.

HDL adalah kolesterol baik yang akan membawa zat berbahaya seperti lipoprotein berdensitas rendah, trigliserida, dan lemak jahat lainnya yang akan dikembalikan menuju hati untuk diubah menjadi empedu dan dikeluarkan dari tubuh.

Intinya, penelitian ini telah memperlihatkan bahwa menjalani pola makan yang tinggi serat sangatlah penting dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit stroke. Pola makan berserat juga bisa dilakukan oleh para pasien yang masih menjalani pengobatan untuk mengurangi keparahan risiko.

Namun, perlu diketahui bahwa penelitian di atas tidak menentukan hubungan sebab akibat di antara makanan yang dikonsumsi oleh para pasien. Kebanyakan peserta penelitian juga merupakan orang-orang dengan ras kulit putih sehingga penelitian ini tidak bisa menjadi tolak ukur untuk umum.

Pola makan untuk pencegahan stroke

buah diet keto

Dalam melakukan upaya pencegahan stroke, hal yang harus diperhatikan adalah berat badan dan tekanan darah Anda. Seperti yang telah banyak diketahui, pola hidup yang tidak sehat seperti makan sembarangan dan malas bergerak dapat menaikkan risiko Anda memiliki tingkat kolesterol yang tinggi.

Dengan kata lain, makanan yang Anda konsumsi sangat berpengaruh pada tinggi atau rendahnya risiko stroke yang mengintai Anda.

Departemen Pertanian Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi tentang jenis makanan apa saja yang harus ada di setiap piring makan Anda. Berbagai makanan tersebut meliputi kelompok berikut ini:

  • Biji-bijian, terutama beberapa yang termasuk ke dalam jenis biji-bijian utuh seperti gandum, jagung, dan beras merah yang memiliki tingkat serat lebih tinggi.
  • Sayur-sayuran, pilih sayuran hijau dan oranye tua serta kacang-kacangan. Kacang polong dapat menjadi pilihan yang baik.
  • Buah-buahan, lebih disarankan untuk memakan buah segar.
  • Susu, pilihlah jenis susu yang rendah lemak atau bisa juga susu nabati yang berbasis tumbuh-tumbuhan.
  • Protein, lebih baik jika jenis protein yang dikonsumsi adalah daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan.
  • Lemak baik, Anda bisa menemukan kandungan ini pada buah alpukat, daging ikan salmon, dan minyak zaitun.

Jangan hanya bergantung pada satu menu makanan atau sumber nutrisi, tambahkan variasi nutrisi yang berbeda-beda di setiap harinya. Selain sehat, Anda juga tidak akan merasa jenuh dengan menu makanan yang itu-itu saja.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Banyak orangtua yang mencemaskan dampak dan peluang sembuh pada anak yang mengalami stroke. Ternyata masih ada kemungkinan pulih dari masalah kesehatan ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Penderita Stroke

Selain memerhatikan makanan pokoknya, penderita stroke perlu memperbanyak konsumsi buah yang menyehatkan untuk jantung. Contoh mudahnya pisang dan jeruk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 19 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pengencer darah

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
terapi stroke

Menjalani Terapi Setelah Mengalami Stroke, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
senam stroke

Senam untuk Penderita Stroke, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit