Begini Cara Membedakan Gejala Stroke dan Sakit Kepala Migrain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gejala stroke dan sakit kepala migrain memang sangat mirip satu sama lain. Ciri yang hampir sama antara lain sakit kepala, pandangan menjadi kabur, dan bahkan pikiran Anda didera kebingungan atau Anda jadi linglung. Akan tetapi, penyebabnya bisa jadi entah stroke atau sakit kepala migrain. Apa bedanya gejala stroke dan migrain biasa? Begini cara membedakannya.

Apa bedanya gejala stroke dan migrain?

Stroke dan sakit kepala migrain bisa saling berhubungan menjadi satu. Hal ini umumnya hanya bisa diketahui dengan tes, diagnosis dokter, dan pemeriksaan penunjang seperti CT scan kepala. Perbedaan yang paling mencolok antara ciri-ciri stroke dan sakit kepala migrain bisa diketahui dengan bagaimana kekambuhan kedua penyakit tersebut.

Umumnya, migrain tidak menyebabkan saraf melemah, hilangnya sensasi raba, atau hilang penglihatan. Namun, ada beberapa tanda yang bisa membedakan antara migrain dan ciri-ciri stroke seperti berikut ini:  

  • Sakit kepala akibat stroke biasanya datang secara tiba-tiba. Sedangkan migrain sakitnya terjadi secara bertahap. Sakit kepala migrain umumnya dimulai dari tingkatan yang ringan sampai sakit kepala yang amat parah.
  • Stroke dan gejalanya seringkali sifatnya berbahaya. Contohnya, stroke bisa terjadi ketika tiba-tiba salah satu atau kedua mata Anda tidak bisa melihat. Parahnya, kadang gejala stroke ini bisa disertai dengan hilangnya kendali pada salah satu bagian tubuh tertentu seperti tangan atau kaki.
  • Sakit kepala migrain lebih cenderung memiliki gejala yang tidak berbahaya. Contoh, migrain sering disertai mata yang berkedip atau kesemutan tiba-tiba.
  • Gejala penyakit stroke dan migrain bisa dibedakan dengan usia juga. Umumnya, stroke sering menyerang usia dewasa hingga lansia. Sedangkan jika Anda berusia remaja atau pra-dewasa, kemungkinan Anda mengidap migrain. Ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter mengenai keluhan yang dirasakan sampai mendapat diagnosis pasti.

Apakah migrain bisa menyebabkan stroke?

Dalam kasus yang jarang terjadi, sakit kepala migrain dapat menyebabkan stroke. Ada sebuah teori, seperti yang dikutip dari WebMD, kalau kerusakan sel yang melapisi pembuluh darah bisa menyebabkan sakit kepala yang tak tertahankan. Beberapa penelitian telah menyimpulkan kalau migrain bisa menyebabkan adanya peradangan pada arteri. Hal ini bisa menyebabkan darah menggumpal dan membeku lebih mudah, sehingga kedua hal tersebut bisa meningkatkan risiko terserang stroke.

Ada kemungkinan juga Anda terkena stroke saat Anda mengalami migrain, tapi bukan berarti migrain menyebabkan stroke. Jika Anda sakit kepala, obat-obatan tertentu untuk sakit kepala migrain termasuk neverapine dan triptans, bisa mempersempit pembuluh darah Anda sehingga meningkatkan risiko stroke.

Jika Anda khawatir mengenai gejala stroke, yang mungkin Anda alami, sebaiknya jangan mengonsumsi obat-obatan tersebut dalam waktu beberapa saat.

Bagaimana cara mencegah migrain dan serangan stroke?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi berbagai gejala stroke dan migrain.

  • Berhenti merokok.
  • Minum obat-obatan yang diberikan oleh dokter Anda.
  • Olahraga sesuai dengan petunjuk dokter Anda.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung sedikit lemak dan kurangi minuman beralkohol.
  • Kendalikan tekanan darah (tensi), tingkat kolesterol, dan diabetes Anda.
  • Bila ada pertanyaan, lebih baik pergi dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit