home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini yang Harus Langsung Dilakukan Saat Vertigo Kambuh

Ini yang Harus Langsung Dilakukan Saat Vertigo Kambuh

Apakah Anda atau mungkin orang terdekat Anda punya vertigo? Seringnya, pusing karena vertigo sulit dibedakan dengan pusing karena hal lain. Sehingga, kebanyakan orang menganggap pusing karena vertigo sebagai hal biasa, karena mereka tidak tahu bahwa itu adalah vertigo. Hal ini kemudian membuat vertigo kurang cepat ditangani. Lalu, sebaiknya apa yang dilakukan pertama kali untuk mengatasi vertigo saat kambuh?

Apa itu vertigo?

Vertigo adalah perasaan seperti dunia sekeliling berputar, bahkan saat orang yang mengalaminya sedang diam. Hal ini dipengaruhi oleh telinga bagian dalam, di mana bagian dari telinga inilah yang bertanggung jawab atas keseimbangan yang Anda rasakan dan juga perasaan posisi Anda di suatu tempat.

Gangguan pada telinga bagian dalam menyebabkan Anda merasa kehilangan keseimbangan dan mengalami gejala vertigo, seperti pusing, mual, dan muntah.

Apa yang harus dilakukan pertama kali untuk mengatasi vertigo saat kambuh?

Vertigo biasanya datang dengan tiba-tiba. Banyak orang mengira kambuhnya vertigo disebabkan oleh perubahan posisi yang mendadak, namun sebenarnya tidak. Penyebab vertigo kambuh tidak diketahui dengan pasti. Saat vertigo kambuh, Anda akan merasakan pusing, sekeliling Anda terasa berputar, merasa tidak seimbang, mual, dan muntah.

Pada saat ini, sebaiknya tinggalkan segala aktivitas Anda dan bersandarlah secara perlahan untuk mengatasi vertigo dengan cepat. Carilah tempat yang tidak terlalu terang untuk beristirahat sejenak. Ruangan yang gelap atau berbaring sambil memejamkan mata dapat membantu Anda mengurangi gejala mual dan sensasi berputar saat vertigo kambuh.

Beristirahatlah dan hindari berpikir terlalu keras atau situasi yang membuat Anda stres. Stres bisa membuat gejala vertigo bisa makin memburuk. Anda mungkin butuh mengambil obat sesuai anjuran dokter saat vertigo kambuh.

Sedangkan, untuk vertigo yang disebabkan oleh BPPV, Anda disarankan untuk melakukan manuver Epley atau prosedur reposisi canalith. Gerakan ini bertujuan untuk mengatur ulang organ keseimbangan dalam telinga sehingga dapat mengurangi gejala yang muncul saat vertigo kambuh.

Dikutip dari MedicineNet, manuver Epley menyebabkan pergerakan kristal longgar (canalith) di dalam telinga bagian dalam. Dengan memposisikan ulang kristal ini, maka iritasi pada telinga bagian dalam bisa lebih sedikit terjadi sehingga gejala vertigo bisa berkurang. Sebaiknya lakukan manuver Epley di bawah arahan dokter Anda.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan terapi rehabilitasi vestibular. Ini merupakan rangkaian gerakan mata dan kepala yang menyebabkan sensitivitas saraf menurun di telinga bagian dalam sehingga gejala vertigo berikutnya bisa berkurang. Latihan ini dirancang untuk memungkinkan otak beradaptasi dan mengompensasi apa pun yang menyebabkan vertigo. Namun, Anda harus melakukan latihan ini di bawah arahan dokter. Sebaiknya, konsultasikan langsung ke dokter untuk mengetahui terapi yang tepat Anda jalani agar vertigo tidak sering kambuh lagi.

Adakah cara untuk mencegah vertigo sering kambuh?

Stres dapat memicu vertigo. Agar vertigo tidak kambuh, Anda sebaiknya mengurangi stres misalnya dengan melatih teknik napas dalam, melakukan yoga atau tai chi. Hanya sekadar mengetahui apa yang membuat Anda stres pun sudah sangat membantu sehingga selanjutnya Anda bisa membangun strategi untuk menanganinya.

Dehidrasi juga dapat memicu vertigo. Anda dapat memperbanyak minum air putih, mengurangi garam agar tidak sering kencing, dan hindari alkohol. Alkohol dapat membuat Anda dehidrasi. Selain itu, menurut Vestibular Disorders Association, alkohol dapat mengubah komposisi cairan di dalam telinga bagian dalam yang dapat mencetuskan vertigo.

Tidak kalah penting, Anda juga harus memastikan bahwa Anda mendapatkan tidur yang cukup. Kurang tidur dapat mencetuskan vertigo. Bila Anda merasa tidak mungkin mendapatkan tidur malam yang cukup, Anda bisa melakukan tidur siang singkat hingga beberapa kali di siang hari. Misalnya, tidur siang selama 2 jam sekali sehari atau tidur siang selama 15 menit dalam beberapa kali sehari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

NHS. (2015). Vertigo – Treatment – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/Vertigo/Pages/Treatment.aspx [Accessed 4 Sep. 2017].

Taylor, Danette C.Vertigo: Treatment, Symptoms, Causes, Exercises & Medication. [online] MedicineNet. Available at: http://www.medicinenet.com/vertigo_overview/article.htm [Accessed 4 Sep. 2017].

Rubinstein, J. Vertigo: Frequently Asked Questions. [online] University of Iowa Hospitals and Clinics. Available at: https://uihc.org/health-library/vertigo-frequently-asked-questions [Accessed 4 Sep. 2017].

Swierzewski, S. J. (2015). Vertigo Treatment – Vertigo – HealthCommunities.com. [online] Available at: http://www.healthcommunities.com/vertigo/treatment.shtml [Accessed 4 Sep. 2017].

Robinson, A. (2016). Everything you ever wanted to know about vertigo (but were too dizzy to ask). [online] the Guardian. Available at: https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2016/may/29/vertigo-migraines-dizziness-ear-infection-health-guide [Accessed 4 Sep. 2017].

http://www.healthline.com/health/home-remedies-for-vertigo#yoga-and-tai-chi7

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 12/09/2017
x