5 Hal yang Membuat Anda Berisiko Mengalami Epilepsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Epilepsi atau “ayan” adalah penyakit saraf yang ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh kondisi medis apa pun. Epilepsi disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf otak sehingga menyebabkan sekelompok sel neuron bekerja berlebihan. Faktor penyebab epilepsi sangat beragam. Berikut ulasannya.

Faktor penyebab epilepsi yang paling umum

penyebab epilepsi

1. Faktor genetik

Faktor genetik yang menjadi penyebab epilepsi terbagi menjadi dua yaitu kondisi genetik yang mengakibatkan cedera otak seperti tuberous sclerosis dan riwayat keturunan keluarga. Epilepsi bisa diturunkan ketika orangtua atau kerabat dekat yang lain memiliki riwayat penyakit yang satu ini. Peneliti juga menemukan bahwa epilepsi berhubungan dengan gen tertentu yang lebih sensitif pada kondisi lingkungan pemicu kejang.

2. Trauma kepala

Epilepsi bisa muncul akibat  kecelakaan atau cedera traumatik lainnya. Kecelakaan yang melibatkan benturan kepala pada akhirnya membuat fungsi otak menjadi terganggu hingga memicu timbulnya kejang epilepsi di kemudian hari.

3. Masalah pada otak

Tumor otak atau stroke dapat menyebabkan kerusakan pada struktur otak hingga akhirnya menyebabkan epilepsi. Apalagi ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa stroke adalah faktor penyebab utama epilepsi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 35 tahun.

4. Gangguan perkembangan

Epilepsi terkadang muncul pada anak yang mengalami gangguan perkembangan seperti autisme dan neurofibromatosis. Neurofibromatosis adalah kelainan genetik saat pertumbuhan sel terganggu sehingga tumbuh tumor-tumor pada jaringan saraf.

5. Cedera prenatal

Cedera prenatal adalah kondisi yang mengakibatkan bayi mengalami cedera sebelum kelahiran. Sebelum lahir, bayi sangat rentan mengalami kerusakan otak.

Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti infeksi pada ibu, kurangnya nutrisi, atau kekurangan oksigen saat lahir. Kerusakan otak ini akhirnya menyebabkan anak terkena epilepsi saat lahir atau cerebral palsy.

6. Penyakit menular

Meningitis, AIDS, dan radang selaput otak yang disebabkan oleh virus termasuk penyakit menular yang dapat menyebabkan epilepsi. Meski tidak dapat dipahami dengan baik penyebab pastinya yang jelas kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kejang epilepsi.

Epilepsi umumnya banyak menyerang anak yang berusia di bawah dua tahun dan orang dewasa di atas 65 tahun. Meski ada beberapa penyebab pasti epilepsi tetapi dalam beberapa kasus penyebabnya justru tidak diketahui dan terjadi begitu saja.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Saat anak kejang, ini pasti adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua. Jangan panik, ini yang harus segera Anda lakukan untuk menolongnya.

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Epilepsi merupakan gangguan saraf yang dapat mengganggu perkembangan anak. Namun, bisakah mendeteksi epilepsi sejak janin di dalam kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

Katanya, Orang Dengan Epilepsi Tidak Boleh Berenang. Benarkah?

"Penderita epilepsi tidak boleh berenang." Apa pernyataan itu benar? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 2 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali Lebih Baik Gejala Epilepsi (Penyakit Ayan) Berikut Ini

Kejang adalah salah satu gejala epilepsi. Namun, ciri-ciri dari penyakit epilepsi tidak hanya itu saja. Yuk, kenali gejala lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 4 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang tonik klonik adalah

Kejang Tonik Klonik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Kejang Parsial

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Dantrolene adalah

Langkah-langkah Menolong Orang yang Kejang

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
makanan untuk penderita epilepsi

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2020 . Waktu baca 7 menit