5 Tips Jitu Meningkatkan Fungsi Otak Setelah Terserang Stroke

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Serangan stroke terjadi ketika aliran darah dari jantung menuju otak mengalami gangguan, entah karena gumpalan darah yang menghalanginya atau karena pembuluh darah di otak pecah sehingga darah tidak bisa mengalir ke bagian otak tertentu. Bila darah kaya oksigen tidak mencapai otak, sel otak akan mulai mati kemudian mengalami kerusakan otak permanen. Kerusakan otak setelah stroke dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan kemampuan kognitif (termasuk kesulitan bicara, hilang memori/sulit mengingat, kesulitan berpikir, dan memahami bahasa) serta gangguan koordinasi dengan bagian tubuh lainnya.

Meski demikian, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari setelah stroke untuk meningkatkan kerja otak dan mempercepat proses pemulihan.

Tips meningkatkan fungsi otak setelah stroke

1. Melatih mindfulness

Mindfulness adalah praktik memusatkan perhatian sedemikian rupa untuk benar-benar menyadari dan menghayati emosi yang Anda rasakan serta apa yang sedang Anda lakukan saat ini. Sederhananya, mindfulness adalah kesadaran diri akan momen di depan mata.

Praktik mindfulness adalah salah satu kunci utama untuk menghindari dan mengatasi rasa cemas serta stres. Kondisi mindfulness cenderung membantu seseorang untuk menerima kondisi emosi atau keadaan yang sedang dialami dibandingkan dengan memaksa mengubah hal tersebut.

Mindfulness bisa dilatih dengan bermeditasi untuk membuat pikiran lebih tenang dan stabil. Selain dengan bermeditasi, mindfulness juga dapat dilatih saat melakukan kegiatan lainnya dengan berfokus atau menikmati suatu kegiatan yang sedang dilakukan tersebut. Memperoleh ketenangan adalah hal yang penting setelah stroke. Pikiran yang tenang membuat otak tidak kewalahan untuk berfungsi, juga sekaligus mencegah peningkatan kadar hormon stress kortisol yang dapat memperlambat pemulihan setelah stroke.

2. Aktif bergerak

Melakukan aktivitas fisik atau olahraga setelah stroke sangat membantu proses pemulihan tubuh serta meningkatkan kemampuan berpikir.

Pasalnya dengan lebih aktif bergerak, jantung akan lebih mudah mengedarkan darah beroksigen ke otak untuk melakukan berbagai fungsi kognitif. Asupan oksigen ke otak juga meningkatkan produksi serotonin dan endorfin, dua hormon yang diperlukan untuk menjaga mood tetap stabil. Selain itu, rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat menghindari Anda dari stres.

Tidak perlu berolahraga yang terlalu berat setelah stroke. Manfaat tersebut sudah dapat diperoleh cukup dengan aktif berjalan kaki selama 30–45 menit setiap hari.

3. Menerapkan pola makan sehat

Pola makan sehat yang konsisten sangat penting bagi pemulihan dari kerusakan akibat stroke. Pola makan yang teratur diperlukan untuk membiasakan kembali otot-otot saluran pencernaan untuk kembali mengonsumsi makanan setelah mengalami kelemahan. Penyesuaian jenis makanan juga diperlukan seperti dengan memilih makanan dengan tekstur halus dan padat. Hindari makanan yang sulit dicerna.

Selain itu, kandungan nutrisi juga perlu diperhatikan dan cobalah berfokus pada nutrisi yang terbukti baik bagi otak. Kandungan nutrisi seperti asam lemak omega-3 dari makanan berbahan dasar ikan laut dapat mendorong pertumbuhan saraf otak lebih baik. Omega-3 juga diketahui penting untuk menjaga mood dan mencegah gangguan penurunan fungsi kognitif.

Jika perlu, konsumsi juga suplemen yang bermanfaat bagi otak seperti vitamin B dan vitamin E. Serta hindari makanan tinggi garam untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah risiko serangan stroke akibat hipertensi.

4. Mencoba hal baru yang menyenangkan

Sama seperti dengan berolahraga ringan, melakukan aktivitas yang Anda anggap menyenangkan dapat membuat otak beristirahat sejenak dan melepaskan hormon mood bahagia serotonin dan oksitosin. Di samping itu, melakukan hal baru akan membuat otak bekerja lebih baik dalam memproduksi sel saraf baru serta mempertahankan neuron yang sudah ada tetap hidup dan sehat.

5. Tidur cukup

Tidur merupakan hal yang penting bagi siapa saja, terlebih bagi orang-orang yang dalam tahap pemulihan setelah stroke. Tidur adalah waktu bagi otak untuk beristirahat, membilas plak-plak jahat penyebab penyakit, serta mengurangi stres dan mengolah informasi menjadi ingatan jangka panjang.

Tidur yang cukup juga memastikan Anda melewati tahap tidur REM (fase bermimpi) yang lebih berkualitas. Pada fase inilah otak memulai untuk menumbuhkan sel saraf dan selaput saraf myelin yang baru. Bagi orang-orang penyintas stroke, waktu tidur adalah waktu yang penting untuk tubuh dan otak memulai proses pemulihan dan pembentukan sel-sel baru.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca